<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932</id><updated>2011-11-08T17:02:17.781+08:00</updated><category term='BIOLOGI'/><category term='MATEMATIKA'/><category term='KIMIA'/><category term='TEKNOLOGI'/><category term='RELIGIUS'/><category term='FISIKA'/><category term='PENDIDIKAN'/><category term='METAFISIKA'/><category term='SANG AKU'/><category term='IPA'/><title type='text'>GURU BAJANK</title><subtitle type='html'>"Dengarlah Kebenaran, meskipun dari seorang anak."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-3128052655622934817</id><published>2009-08-23T20:27:00.001+08:00</published><updated>2009-08-23T13:58:59.348+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RELIGIUS'/><title type='text'>AYAT SUCI AL QURAN &amp; KROMOSON MANUSIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SpDaJgGiICI/AAAAAAAAAFg/zye_Ory8gQ0/s1600-h/chromosome.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 306px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SpDaJgGiICI/AAAAAAAAAFg/zye_Ory8gQ0/s320/chromosome.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373034212224016418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;TERNYATA AYAT SUCI AL-QUR’AN ADA DI DALAM KROMOSOM MANUSIA&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;" class="snap_preview"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;http://www.copernicusproject.ucr.edu/ssi/HighSchoolBioResources/DNA/chromosome.gif&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalahl ulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dariilmuwan dan pecinta kitab suci.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yangdibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat “Fussilat” ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada.Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumatmembacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi.Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: “…Sanuriihim ayatinaafilafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq…” Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kamipada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa iniadalah kebenaran “.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata “ayatinaa”yang memiliki makna “Ayat Allah”, dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khanayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia.Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah.Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari maknasampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tandakebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tatafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk darirantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama “Bismillah irRahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq”; “bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Ayat tersebut adalah awal dari suratAl-A’laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarangia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam wawancara yang dikutip “Ummi” edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: “Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yangselama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan “Semoga penerbitan buku saya “Alquran dan Genetik”, semakin menyadarkan umat Islam, bahwaIslam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga nonmuslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmudengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsipilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker ) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas ChiangMai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulangke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut; “Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami,kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulitmereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yanglain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah MahaPerkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisanglobal yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus subcutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien.Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi.Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saatia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapatmerasakan pedihnya azab Allah tersebut. Mahabesar Allah yang telahmenyisipkan firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya…Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-3128052655622934817?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/3128052655622934817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/ayat-suci-al-quran-ada-di-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/3128052655622934817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/3128052655622934817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/ayat-suci-al-quran-ada-di-dalam.html' title='AYAT SUCI AL QURAN &amp; KROMOSON MANUSIA'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SpDaJgGiICI/AAAAAAAAAFg/zye_Ory8gQ0/s72-c/chromosome.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-8546120579524681080</id><published>2009-08-23T20:15:00.000+08:00</published><updated>2009-08-22T21:24:06.391+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RELIGIUS'/><title type='text'>MISTERI BATU HAJAR ASWAD</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial;" class="snap_preview"&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="snap_preview"&gt; &lt;p&gt;Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, di berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://misteridunia.files.wordpress.com/2008/10/101639_f520.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-full wp-image-1201" title="101639_f520" src="http://misteridunia.files.wordpress.com/2008/10/101639_f520.jpg?w=450&amp;amp;h=346&amp;amp;h=346" alt="" width="450" height="346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada asalan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://misteridunia.files.wordpress.com/2008/10/hajaraswad2.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-full wp-image-1199" title="hajaraswad2" src="http://misteridunia.files.wordpress.com/2008/10/hajaraswad2.jpg?w=413&amp;amp;h=446&amp;amp;h=446" alt="" width="413" height="446" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://misteridunia.files.wordpress.com/2008/10/kabah_interior.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-full wp-image-1200" title="kabah_interior" src="http://misteridunia.files.wordpress.com/2008/10/kabah_interior.jpg?w=450&amp;amp;h=355&amp;amp;h=355" alt="" width="450" height="355" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-8546120579524681080?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/8546120579524681080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/misteri-batu-hajar-aswad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/8546120579524681080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/8546120579524681080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/misteri-batu-hajar-aswad.html' title='MISTERI BATU HAJAR ASWAD'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-5032201024222210637</id><published>2009-08-23T17:39:00.000+08:00</published><updated>2009-08-22T21:31:11.110+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>TIPS MENGHADAPI UJIAN / TES</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;A.Pendahuluan &lt;a name="atas" id="atas"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;table border="0" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="13%"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal1.jpg" width="140" height="176" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td colspan="2" align="left" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Mengerjakan tes atau ujian merupakan aktivitas yang sangat dekat dengan kita, baik ketika sekolah, memasuki dunia kerja, atau bahkan ketika akan dipromosikan dalam karir. Mengerjakan tes atau ujian terkadang bukan hanya masalah kita menghapal materi kemudian mengerjakan soal. Sesungguhnya ketika kita mengerjakan soal tes atau ujian terjadi banyak proses yang terkait bukan hanya  pada saat kita mengerjakan tes, akan tetapi juga bagimanakah persiapan kita sebelumnya, reaksi emosional, serta fisik yang bercampur menjadi satu. Dalam mengerjakan soal tentunya tidaklah cukup mengAndalkan hapalan yang kita miliki dalam menjawab soal, akan tetapi lebih dari itu, bagaimana persiapan kita, strategi yang kita  pilih untuk menyelesaikan soal menjadi kunci sukses tidaknya kita mengerjakan tes atau ujian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td colspan="3"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) pada  perguruan tinggi negeri, tidak jarang kita mendengar terdapat orang-orang pintar yang tidak lulus. Dalam tulisan ini Anda akan diajak untuk melihat berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan mengerjakan suatu tes atau ujian. Kemudian dalam tulisan ini Anda akan mendapatkan berbagai hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi ujian, baik persiapan secara fisik, maupun secara mental. Anda juga akan diajak untuk lebih mengenali karakteristik dari soal-soal tes atau ujian. Dan terakhir Anda akan diberikan strategi praktis menjawab soal secara efesien dan efektif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#atas"&gt;atas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;B.Persiapan Mental &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="pm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;table border="0" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="41%"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal2.jpg" width="227" height="259" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="2%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="57%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Mengerjakan sebuah ujian atau tes bukanlah hanya masalah apakah kita menguasai pokok materi atau tidak. Seringkali kita mendapati anak yang cerdas tetapi sering mendapatkan nilai yang rendah pada ujian atau tes. Hal ini mungkin saja terjadi karena mengerjakan saol ujian atau tes menuntut proses mental yang dipengaruhi berbagai faktor. Karena faktor mental menjadi dominan pada waktu kita mengerjakan tes atau ujian maka faktor mental ini juga mempunyai pengaruh yang besar dalam menyumbangkan keberhasilan mengerjakan tes atau ujian. Faktor mental yang dimaksud adalah kondisi psikologis testee (orang yang mengerjakan tes) pada waktu akan mengerjakan dan ketika mengerjakan tes atau ujian. Kekhawatiran menghadapi tes atau ujian diberi label kekhawatiran karena perasaan ini sebagian besar disebabkan oleh rasa takut yang, muncul oleh imajinasi. Umumnya, rasa takut berdasarkan realitas, sementara kekhawatiran adalah rasa takut karena imajinasi atau bayangan yang tidak jelas sebabnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td colspan="4"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Akibatnya fisik dan emosional bisa sama. Jika seseorang “takut terbang” tetapi belum pernah terbang, orang itu bisa dikatakan memiliki kekhawatiran yang hebat. Sebaliknya jika orang itu pernah mengalami kecelakaan pesawat terbang, rasa takutnya kini didasarkan pada realitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kekhawatiran menghadapi tes memiliki berbagai tingkatan, dari ringan sampai berat. Kekhawatiran bisa kronis (terjadi pada setiap tes tidak peduli seberapa penting tes itu), atau kekhwatiran akan tes bisa bersifat akut (hanya terjadi pada jenis tes atau ujian tertentu).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;      Kekhawatiran  yang ringan dalam menghadapi tes atau ujian sebenarnya berita baik.  Kekhawatiran ringan itu memacu hormon &lt;em&gt;adrenalin&lt;/em&gt; kita sehingga menciptakan kewaspadaaan yang membuat Anda lebih terfokus dalam menyelesaikan tes atau ujian. Konsentrasi tetap tinggi pada kondisi ini.&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;     Kekhawatiran yang berada di atas ringan adalah kekhawatiran tingkat tinggi, kekhawatiran tingkat tinggi dapat mengakibatkan otak berhenti bekerja untuk sementar. Pernahkah kita menglami kesulitan menjawab soal ketika mengerjakan tes atau ujian, tetapi setelah ujian selesai dan stes mereda, otak kita kembali aktif, jawaban itu menjadi jelas.&lt;br /&gt;                    &lt;br /&gt;    Jenis kekhawatiran yang berat atau hebat dalam menghadapi tes atau ujian memang tidak terlalu umum, tetapi jika kekhawatiran jenis itu menyerang dapat terjadi tekanan hebat yang secara mental dan fisik, seperti bisul, muntah-muntah, depresi yang akut. Sehingga jika Anda mengalami kekhawatiran jenis ini sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter spesialis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#pm"&gt;keatas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;C.  Penyebab Kekhawatiran Menghadapi Tes&lt;a name="pkm"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;table border="0" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td align="left" valign="top" width="59%"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal3.jpg" width="387" height="291" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="2%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="39%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kekhawatiran seringkali disebabkan oleh banyak hal, sehingga mungkin saja berbeda antar orang yang satu dengan yang lain. Akan tetapi pada umumnya faktor yang membuat orang khawatir adalah kurangnya persiapan yang merangsang timbulnya perasaan tidak nyaman yang berkaitan dengan sesuatu yang tidak diketahui. Bayangkan Anda berada di kelas III SMA yang akan menghadapi ujian nasional. Akan tetapi Anda tidak banyak meluangkan waktu untuk belajar. Sampai akhirnya waktu ujian tinggal satu bulan lagi. Apakah muncul perasan khawatir pada saat itu, apakah Anda stress menghadapi keadaan itu? pada umumnya ya, kita kan khawatir dan stress menghadapi ujian nasional tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td colspan="4"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Penyebabkan munculnya kekhawatiran yang kedua adalah karena kita pernah mengalami kegagalan sebelumnya. Kita selalu saja mendapatkan nilai rendah pada pelajaran matematika sehingga ketika dalam ujian nasional terdapat mata pelajaran matematika kita menjadi khawatir. Apakah kita akan dapat menghadapi ujian nasional tersebut atau tidak.&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;  Kedua penyebab munculnya kekhawatiran itu kemudian berkembang dalam diri seseorang dan seringkali memunculkan imajinasi sendiri akan pada diri seseorang&lt;br /&gt;           seperti :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;menu&gt;               &lt;li&gt;                 &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Menetapkan diri untuk gagal—“saya terlalu bodoh  untuk mengerjakan tes atau ujian ini”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;               &lt;/li&gt;                 &lt;li&gt;                 &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Mengecewakan diri sendiri  --- “saya tahu saya takkan pernah lulus tes  atau ujian ini”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;/li&gt;             &lt;/menu&gt;             &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Penyebab munculnya kekhwatiran yang akan membuat kita stress tentunya harus dapat kita kenali, sehingga kita dapat merencanakan tindakan pencegahan sehingga terhindar dari kekhawatiran yang berlebih-lebihan. Untuk mencegah/mengurangi kekhawatiran menghadapi tes dapat dilakukan dengan beberapa hal, yaitu ; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;ul&gt;&lt;li&gt;                   &lt;div align="justify"&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Hindari belajar kilat dan belajar secara rutin untuk mempersiapkan diri &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                   &lt;div align="justify"&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Latihan mengerjakan soal &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;               &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                   &lt;div align="justify"&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Tidur istirahat yang cukup malam sebelum pelaksanaan tes atau ujian &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;               &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                   &lt;div align="justify"&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Makan yang cukup dan benar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;               &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                   &lt;div align="justify"&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Bayangkan kesuksesan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;               &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                   &lt;div align="justify"&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Motivasi lah diri Anda dengan bahasa yang positif &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;               &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                   &lt;div align="justify"&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Berolahraga &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;               &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;             &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#pkm"&gt;keatas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;B. Persiapan Fisik&lt;a name="pf"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;table border="0" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td align="left" valign="top" width="60%"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal4.jpg" width="393" height="322" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="2%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="38%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Dalam mengerjakan tes atau ujian selain faktor mental, tentunya juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu fisik. Akan berbeda tentunya orang yang mengerjakan tes atau ujian dalam keaadaan sehat fisiknya dan dalam keadaan sakit. Untuk itu faktor fisik ini harus juga memjadi perhatian, apabila kita ingin berhasil dalam tes atau ujian. Bayangkan Anda belajar dengan giat siang dan malam untuk menghadapi tes masuk perguruan tinggi negeri, akan tetapi pada hari pelaksanaan ujian Anda terserang sakit! Akankah Anda akan optimal mengerjakan sal-soal dalam ujian tersebut ?&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;                 &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Untuk itu jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan tes atau ujian kita harus mempersiapkan fisik kita sehat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td colspan="4"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Perhatikanlah asupan makanan yang kita konsumsi. Banyaklah makan makanan yang bergizi tinggi, buah-buahan, sehingga otak kita dapat bekerja dengan baik untuk mengolah berbagai informasi ketika kita belajar. Sebuah penelitian di Institut Teknologi Massachusetts, peneliti memberikan kepada pria usia 18 hingga 28 tahun makan siang berupa daging ayam kalkun (mengandung 3 ons protein). Setelah itu mereka diminta melakukan latihan berpikir cukup rumit. Pada hari yang lain, mereka diberi makanan yang terbuat dari 4 ons tepung gandum (hampir karbohidrat murni) dan mereka diminta mengerjakan latihan yang serupa, para peneliti menemukan bahwa peserta tes mengalami penurunan kerja mental setelah memakan makanan yang berbeda. Hasil penelitian di atas rasanya cukup untuk mengingatkan kita bahwa apa yang kita makan akan mempengaruhi bagaimana kerja otak kita.&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;  Selain memperhatikan asupan makanan, kita juga harus membiasakan berolahraga. Hal ini penting Karena dengan berolahraga tubuh kita menjadi sehat dan kuat. Dengan kondisi tubuh yang sehat tentunya kita akan lebih semangat dalam mengerjakan berbagai aktifitas kita, seperti belajar, bermain, dan lain sebagainya. Dr. Bruce Tuckman, seorang professor penelitian pendidikan di Universitas Florida mengatakan bahwa olahraga teratur meningkatkan kinerja mental. Kesimpulan itu didasarkan pada penelitiannya dimana anak-anak sekolah yang ikut serta dalam program lari pagi selama lima belas minggu mendapatkan hasil lebih baik dalam tes kreativitas dari pada anak-anak yang tidak melakukan olahraga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#pf"&gt;keatas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;E.  Kekuatan Berdoa&lt;a name="kb"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;table border="0" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td align="left" valign="top" width="46%"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal8.jpg" width="254" height="281" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="4%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="50%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Indonesia adalah negara dengan masyarakat penganut beraneka ragam agama. Sebagai umat beragama, tentunya kita percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan yang telah mengatur berbagi keputusan hidup kita. Sebagai manusia kita hanya dapat berusaha, tetapi Tuhan jugalah yang menentukan apa yang akan terjadi. Dialah yang menentukan berbagai rencana yang dimiliki manusia, tetapi Tuhan jugalah yang memerintahkan kita untuk berdoa meminta segala sesuatu yang kita harapkan. Dengan memanjatkan doa, menyatakan harapan, keinginan, tujuan yang hendak kita capai kepada-NYA seakan memberikan kekuatan kepada kita untuk menggapai harapan, tujuan, sebagaimana doa yang kita panjatkan. Berdoa memang agaknya sesuatu yang biasa kita lakukan, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;dan agaknya tampak seperti hal kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td colspan="4" align="left" valign="top"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Akan tetapi sesungguhnya dalam kata-kata doa yang kita panjtkan sesungguhnya di dalamnya terdapat energi yang dapat menggerakkkan diri kita untuk menggapai doa yang kita panjatkan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Jika kita akan menghadapi ujian atau tes,&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;maka biasakanlah memanjatkan&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;doa pada &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Yang Maha Kuasa agar ujian atau tes kita akan jalani dapat kita lalui dengan sukses. Percayalah, doa-doa yang kita bacakan akan memberikan energi positif pada diri kita yang akan mendorong kita untuk giat belajar, dan merasa yakin bahwa kita akan sukses dalam menjalani tes atau ujian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#kb"&gt;keatas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;F.  Pola dan Bentuk Soal&lt;a name="pbs"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Untuk dapat menjawab soal ujian atau tes dengan baik, tentunya kita harus memahami bagaimana pola dan bentuk soal. Pada tulisan ini kita hanya akan membahas tiga (3) buah bentuk soal, meliputi: pilihan ganda (multiple choice), jawaban singkat, serta essay.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal10.jpg" width="165" height="303" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bentuk Soal: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;blockquote&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#pg"&gt;a. Pilihan Ganda (Multiple Choise)&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#ps"&gt;b. Jawaban Singkat &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#essay"&gt;c. Essay&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;/blockquote&gt;       &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;1. Pilihan Ganda (Multiple Choice)&lt;a name="pg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Pilihan Ganda (Multiple Choice) Hampir semua pertanyaan jenis memilih, tidak memerlukan pendapat atau penafsiran. Pertanyaannya bersifat obyektif, bukan subyektif. Ini tentunya berbeda dengan jawaban essai. Dengan demikian dalam tes yang berbentuk pilihan gAnda, Anda diharuskan untuk ; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; mengingat informasi tertentu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; memikirkan jawaban terbaik &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; memisahkan satu jawaban dari berbagai macam data &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;       &lt;p&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;ketika membaca kembali sebuah pertanyaan memilih, ada tiga komponen yang perlu Anda pertimbangkan ; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;blockquote&gt;         &lt;p&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;~ Dasar (apa yang ditanyakan)&lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;~ Opsi (pilihan-pilihan yang Anda miliki untuk menjawab pertanyan itu&lt;/span&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;           ~ Diversi (serangkaian informasi yang dirancang untuk mengubah&lt;br /&gt;              perhatian) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/blockquote&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;   “Dasar” merupakan inti pertanyaan itu. Dasar itu bisa satu kata atau seluruh paragrap. Dasar untuk pertanyaan bisa pula sebuah situasi, kasus, atau skenario. Ketiga hal ini mengharuskan peserta tes segera memutuskan apa poin utama uraian tersebut. Ketika menganalisis tes pilihan ganda, Anda harus memfokuskan perhatian hanya pada dasar pertanyaan.&lt;br /&gt;   “Opsi” merupakan pilihan-pilihan yang Anda miliki untuk menjawab pertanyaan tes pilihan ganda. Opsi ini sering kali mengharuskan Anda menyadari jawaban yang benar di antara jawaban lain yang salah. Dalam tes pilihan ganda yang lebih kompleks, semua jawaban bisa tampak serupa atau saling melengkapi. Dalam hal ini perlu mempersempit pilihan dengan meninjau dasar pertanyaannya.&lt;br /&gt; &lt;bt&gt;    “Diversi” merupakan rangkaian informasi yang dirancang untuk mengalihkan perhatian Anda dari dasar pertanyaan. Diversi dapat berupa pertanyaan atau opsi. Agar tetap fokus, selalu kembali ke dasar pertanyaan. Berhati-hatilah pada kata-kata mutlak atau kata-kata dengan arti tetap, misalnya selalu, tidak pernah, tidak satupun, dan semua kata-kata yang bersifat mengecoh yang sebagian besar merupakan diversi. Kurang, lebih, sedikit, kadang-kadang, tidak, kecuali merupakan contoh kata-kata di mana Anda perlu berhenti dan memeriksa kembali. Jawaban bisa tampak jelas sehingga Anda melihat salah satu kata-kata ini. &lt;/bt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal7.jpg" width="300" height="200" /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bentuk Soal: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;blockquote&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#pg"&gt;a. Pilihan Ganda (Multiple Choise)&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#ps"&gt;b. Jawaban Singkat &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#essay"&gt;c. Essay&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/blockquote&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;2. Jawaban Singkat&lt;a name="ps"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Soal jawaban singkat adalah pertanyaan yang memerlukan jawaban singkat. Jawaban itu dapat muncul dalam beberapa bentuk seperti isi titik-titik, kata di tengah kalimat, melengkapi kalimat, serta definisi pertanyaan yang memerlukan jawaban singkat umumnya memerlukan ingatan yang spesifik, deklaratif atau di luar kepala. Cara terbaik mempersiapkan diri untuk jenis tes ini adalah belajar dengan kartu flash (kartu yang berisi ringkasan materi). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;ul&gt;&lt;li&gt;           &lt;div align="justify"&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Baca petunjuk soal dengan teliti. Jika ada yang kurang jelas dari petunjuk itu, tanyakan pada guru atau pengawas dan minta penjelasan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;div align="justify"&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Baca pertanyaan baik-baik. Dengan hanya membaca bagian pertama pertanyaan atau membaca pertanyaan sekilas, Anda bisa mengambil kesimpulan yang keliru sehingga mengakibatkan mengisi jawaban yang keliru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/li&gt;&lt;li&gt;           &lt;div align="justify"&gt;&lt;span align="justify" style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Jawab hanya yang ditanyakan saja. Memberi jawaban yang terlalu banyak hanya akan membuang-buang waktu saja, lagi pula informais itu mungkin tidak diperlukan. Kecuali jika Anda piker ada dua kemungkinan atau lebih, tuliskan saja tandai pertanyaan itu, jika masih ada sisa waktu pikirkanlah kembali mana jawaban yang paling tepat. Akan tetapi jika tidak ada waktu lagi, maka guru yang murah hati akan memberi separuh nilai. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;         &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal6e.jpg" width="552" height="184" /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bentuk Soal: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;blockquote&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#pg"&gt;a. Pilihan Ganda (Multiple Choise)&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#ps"&gt;b. Jawaban Singkat &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#essay"&gt;c. Essay&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/blockquote&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;3.  Essay&lt;a name="essay"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sebelum mengikuti tes atau ujian yang berbentuk essay, maka Anda perlu menebak pertanyaan yang akan muncul, tuliskan jawaban Anda sebelumnya seakan Anda sedang mengikuti tes. Beri waktu sama dengan waktu Anda di kelas.&lt;br /&gt;   Ketika tes atau ujian berlangsung, baca baik-baik pertanyaan, jika diizinkan garis bawahi kata-kata kunci dalam pertanyaan itu. Jika pertanyaan punya banyak bagian, gunakan peta belajar untuk menyusun kembali pertanyaan dan bagian-bagiannya.&lt;br /&gt;   Pada tes yang berbentuk essay, guru akan mencari tiga unsur utama, yaitu ; pengetahuan Anda akan subyek, kemampuan Anda mengorganisasikan pikiran, dan keterampilan Anda dalam menulis. Untuk itu maka jawaban yang harus Anda berikan harus juga memilki tiga bagian utama, yaitu: pengantar, tubuh/isi, kesimpulan.&lt;br /&gt;   Pada bagian pengantar, nyatakanlah kembali atau tafsirkan pertanyaan dengan menggunakan beberapa kata dari pertanyaan. Kemudian lanjutkan jawaban Anda dengan tubuh / isi, dengan menggunakan kata-kata atau kalimat peralihan yang dapat berasal Dari pengantar. Nyatakan ide-ide Anda dengan jelas dan ringkas. Dukung ide-ide pikiran utama Anda dengan contoh atau penjelasan yang lebih kongkrit. Setelah itu nyatakan kembali ide pokok Anda secara ringkas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal6f.jpg" width="525" height="256" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;blockquote&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#pg"&gt;a. Pilihan Ganda (Multiple Choise)&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#ps"&gt;b. Jawaban Singkat &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#essay"&gt;c. Essay&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/blockquote&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;G.  Lakukan Latihan Yang Tepat &lt;a name="ltyt"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;table border="0" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="41%"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal4.jpg" width="393" height="322" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="2%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="57%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Setiap soal memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Sehingga apabila kita sering mengerjakan soal-soal dengan pola dan bentuk yang sama kita akan menjadi terbiasa dan relatif lebih mudah mengerjakannya. Pengalaman mengikuti ujian nasional SMA, misalnya, hanya sekali kita alami, akan tetapi kita tetap dapat mengenali karakteristik soal dengan mengerjakan soal-soal sejenis tahun-tahun sebelumnya. Semakin kita sering mengerjakan soal-soal tersebut maka, semakin terlatih kita mengerjakan soal-soal pada tes atau ujian nasional tersebut. Demikian juga pada tes atau ujian di sekolah. Kita dapat memiliki pengalaman mengerjakan tes atau ujian sekolah apakah itu ulangan umum, atau tes yang lainnya dengan berlatih mengerjakan soal-soal pada periode sebelumnya. Misalnya akan ada ulangan umum pada mata pelajaran matematika di sekolah, maka pinjamlah soal-soal terdahulu dari kakak kelas untuk dipelajari dan coba mengerjakannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td colspan="4" align="left" valign="top"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Berikan tanda pada soal-soal yang tidak dapat Anda selesaikan, carilah orang&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;yang dapat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;memberikan penjelasan pada Anda misalnya guru atau kakak kelas. Setelah Anda berlatih mengerjakan soal-soal tersebut, kemudian ajaklah teman Anda untuk belajar bersama. Berikan jawaban atas soal-soal yang telah Anda kerjakan pada teman, kemudian mintalah tanggapan teman, apakah jawaban yang Anda buat sudah benar menurut teman Anda. Hal ini penting, karena Anda akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar karena melakukan hal itu. Keuntungan yang pertama adalah kekuatan Anda mengingat soal yang telah Anda kerjakan menjadi lebih kuat dengan Anda menjelaskannya pada teman. Informasi itu akan bertambah kuat dalam ingatan kita manakala informasi itu kita sampaikan pada orang lain. Keuntungan yang kedua adalah bahwa dengan Anda menceritakan jawaban Anda atas soal-soal tersebut mungkin saja disalahkan teman Anda, sehingga membuat Anda berpikir ulang, dan meninjau kembali jawaban Anda. Masalah itu mungkin saja terjadi ketika Anda mengerjakan soal pada tes atau ujian yang sesungguhnya. Kita akan lebih ingat ketika mengerjakan soal yang sejenis, kesalahan yang pernah kita buat sebelumnya tentunya akan kita ingat betul, sehingga kita dapat menjawab dengan benar pada tes atau ujian yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#ltyt"&gt;atas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;H.  Baca Petunjuk Soal&lt;a name="baca"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Pada waktu Anda mengerjakan soal-soal pada pelaksanaan tes atau ujian maka ada beberapa hal yang Anda harus perhatikan agar Anda mengerjakan soal tes atau ujian dengan baik. Pada saat-saat awal janganlah terpancing untuk langsung melihat soal dan mengerjakan soal. Anda harus membaca terlebih dahulu petunjuk pengsisian soal. Hal ini penting dilakukan agar Anda tidak menyalahi perintah dari soal tersebut. Selain itu dengan membaca secara teliti Anda menjadi lebih yakin karena tahu bagaimana akan mengerjakan soal-soal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal14.jpg" width="387" height="424" /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#baca"&gt;atas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;I.  Gunakan Teknik Scanning dan Scamming&lt;a name="scanning"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;table border="0" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td align="left" valign="top" width="46%"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_217/images/hal17.jpg" width="399" height="237" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="4%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="50%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Setelah membaca dengan teliti petunjuk pengisian jawaban, maka kegiatan yang harus dilakukan adalah membaca soal dengan cepat (scamming). Membaca dengan cepat (scamming) sebenarnya biasa dilakukan apabila kita mencari nomor telepon pada buku telepon, atau mencari satu kata di kamus. Selain scamming, kita juga melihat soal secara sekilas atau scanning seperti kita membaca Koran. Kelompokkanlah soal yang telah dibaca secara cepat tadi pada kelompok soal yang termasuk sangat sulit, sulit, sedang, dan mudah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td colspan="4" align="left" valign="top"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Anda dapat mengelompokkan soal yang tidak tahu sama sekali, tidak ada bayangan bagaimana menjawabnya pada kelompok soal kelompok sangat sulit atau beri tanda SS.   Untuk soal yang Anda hanya tahu sedikit dan masih sangat ragu akan kebenaran jawabannya maka masukkan ia ke dalam soal yang termasuk sulit atau beri tanda S. Untuk soal yang Anda rasa tahu dan bisa menjawabnya akan tetapi masih agak ragu apakah benar, masukkan soal tersebut dalam kelompok soal yang sedang atau Anda beri tanda SD. Sedangkan soal yang dirasa dapat Anda jawab dengan yakin benar maka masukkan ke dalam kelompok soal yang mudah atau beri tanda M. setelah semua soal diberi tanda, maka barulah isi jawaban mulai dari soal yang mudah, kemudian soal yang sedang, kemudian soal yang sulit, baru terakhir soal yang sangat sulit. Hal ini penting dilakukan karena seringkali peserta tes memulai mengerjakan tes berurut dari soal nomor 1 sampai nomor terakhir. Tentu saja peserta tes kan sangat rugi, pertama karena soal ujian atau tes biasanya memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda antara soal yang satu dengan yang lain. Apalagi, soal-soal tersebut kemudian diacak dan tersebar. Jika peserta tes mengerjakan tes mulai dari nomor 1 maka bisa jadi ia mengerjakan soal-soal dengan kategori yang sulit, bahkan sangat sulit. Hal ini jelas merugikan peserta tes. Karena peserta tes akan kehabisan waktu karena mengerjakan soal yang sulit atau sangat sulit terlebih dahulu, karena bisa jadi ia mnemukan jawabnnya akan tetapi bisa jadi tidak meneukan jawabannya. Hal ini tentunya akan mebuat peserta tes kelelahan secara mental karena ia tidak dapat menjawab soal, sehingga apabila ia mendapatkan soal yang sesungguhnya mudah karena konsentrasinya sudah mulai pecah, soal yang mudah itupun akan sulit dijawab oleh peserta tes. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=217&amp;amp;fname=#scanning"&gt;atas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;J.  Penutup&lt;a name="penutup"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;      Dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika sekolah, kuliah, akan bekerja, kita selalu dihadapkan dengan seprangkat ujian atau tes yang menjadi syarat untuk mencapai sesuatu. Untuk itu, setiap otang tentunya ingin agar mereka dapat mengerjakan tes dengan baik agar dapat mencapai apa yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;   Keberhasilan menghadapi tes atau ujian tentunya harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari sebelum tes, serta pada saat tes berlangsung. Untuk persiapan sebelum tes, meliputi persiapan mental seperti mengatur rasa khawatir yang muncul, kemudian berdoa, serta persiapan fisik seperti berolahraga, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Sedangkan persiapan ketika tes berlangsung meliputi, latihan soal, mengenali bentuk-bentuk soal, dan mempelajari teknik-teknik mengerjakan soal seperti scamming, ataupun scanning.&lt;br /&gt;   Banyak orang yang mempunyai predikat sebagai orang pandai akan tetapi gagal dalam menghadapi suatu ujian atau tes. Hal disebabkan oleh faktor persiapan yang kurang baik, mereka memandang mengerjakan tes merupakan hal yang biasa sehingga tidak terlalu penting mempersiapkan diri menghadapi tes atau ujian tersebut.&lt;br /&gt;   Dengan mempersiapkan diri menghadapi tes atau ujian sesungguhnya membuat kita lebih yakin bahwa kita akan bisa mengerjakan tes atau ujian dengan baik. Keyakinan inilah kemudian yang menggerakkan energi yang ada pada kita untuk berupaya mengerjakan tes atau ujian dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Referensi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;De Porter, Bobbi &amp;amp; Mike, Hernacki (Penerjemah  Alwiyah Abdurrahman). 2000. Quantum Learning (terjemahan). Bandung : Kaifa.&lt;br /&gt;Jensen, Eric &amp;amp; Karen, Markowitz. (Penerjemah Lala  Herawati Dharma). Otak Sejuta Gigabyte. Bandung  : Kaifa.&lt;br /&gt;Tolley, harry &amp;amp; Ken, Thomas (Penerjemah Tutun  Harsono). 2001. How To Pass Numeracy Tests. Jakarta : Erlangga.&lt;br /&gt;……..2004. Kekuatan Mantra. ……………………………&lt;br /&gt;Madden, Thomas L (Penerjemah Ivonne Suryana ). 2000.  Fire Up Your Learning. Jakarta  : PT. Gramedia Pustaka Utama.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-5032201024222210637?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/5032201024222210637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/tips-menghadapi-ujian-tes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/5032201024222210637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/5032201024222210637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/tips-menghadapi-ujian-tes.html' title='TIPS MENGHADAPI UJIAN / TES'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-6363355345962260366</id><published>2009-08-23T14:12:00.001+08:00</published><updated>2009-08-23T14:14:16.883+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPA'/><title type='text'>METODE ILMIAH</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNanum%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:929702256; 	mso-list-template-ids:437278490;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:1555502296; 	mso-list-template-ids:326418938;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:1605846110; 	mso-list-template-ids:-139174374;} @list l2:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3 	{mso-list-id:2114011881; 	mso-list-template-ids:1098839890;} @list l3:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Metode Ilmiah&lt;/b&gt; adalah suatu cara memecahkan masalah yang melalui langkah langkah ilmiah , diluar persangkaan , kemungkinan ataupun dugaan. Dalam Sains perlu di adakannya pembuktian. Ketika seseorang mengungkapkan suatu ilmu maka dia tidak lagi menduga tetapi selalu disertai oleh bukti-bukti yang telah di amati.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan jika belum dibuktikan maka ilmu tersebut masih  kita katakan sebagai teori.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan Metode Ilmiah, ketekunan dan ketelitian inilah sains berkembang, kemajuan tekhnologi  diberbagai bidang semakin pesat  pertanian, industri, kedokteran, ilmu dasarnya adalah Biologi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebetulnya apakah  Biologi itu ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Biologi mempelajari tentang kehidupan. &lt;em&gt;Bios&lt;/em&gt; artinya kehidupan &lt;em&gt;logos &lt;/em&gt;artinya ilmu . Mempelajari segala sesuatu tentang kehidupan , proses kehidupan tersebut ( fisiologinya) susunan makhluk hidup,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;( anatomi ) interaksinya dengan lingkungan ( ekosistem ) dan peningkatan kualitas kehidupan makhluk hidup tersebut ( kesehatan)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sangatlah menarik jika kamu mempelajari biologi secara mendalam dan teliti, abad sekarang adalah abad biologi dimana para ilmuwanpun berfikir bagaimana menghasilkan makhluk hidup di dalam laboratorium, tentu saja itu sudah bisa dilakukan saat ini . menanam tidak semata-mata dari  biji, menanam dari daun, dari akar bahkan batang. Yang dalam waktu singkat dapat menghasilkan ribuan tanaman atau yang kita kenal dengan &lt;em&gt;kultur jaringan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan manusia pun ada bayi tabung. Tetapi semua itu tentunya  bisa dilakukan dengan bahan yang ada di alam sendiri. Bahan yang ada pada makhluk hidup. Bahan kehidupan inilah yang tidak dapat diciptakan oleh manusia. Manusia hanya merekayasa saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Langkah-langkah metode Ilmiah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun langkah-langkah metode ilmiah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;em&gt;Masalah&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;em&gt;Mengumpulkan teori&lt;/em&gt; atau pengetahuan dasar tentang masalah tersebut&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menduga berdasarkan teori yang telah dikumpulkan atau kita namakan menyusun &lt;em&gt;Hipotesis&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melakukan &lt;em&gt;eksperimen&lt;/em&gt; atau percobaan untuk membuktikan masalah tersebut&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menarik kesimpulan sementara &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melakukan eksperimen ulang&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menarik kesimpulan.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Contoh :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masalah :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Misalnya Kesuburan tanaman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda ingin tahu tentang  mengapa ada tanaman tomat yang subur dan ada yang lebih subur. Jadi masalahnya adalah : &lt;em&gt;Kesuburan tanaman tomat&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengumpulkan Teori :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentu anda harus bertanya kepada &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;nara&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sumber  orang yang lebih tahu, berpengalaman , membaca buku, membaca artikel., pergi keperpustakaan,  surfing di internet mengenai kesuburan tanaman tomat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menarik Hipotesis :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil diskusimu, hasil bacaanmu misalnya ada yang&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;menyatakan tanaman subur kalau di beri pupuk yang cocok&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanaman busuk kalau di siram terlalu banyak&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanaman mati kalau  terkena asap pembakaran&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan yang sesuai dengan masalahmu adalah  tanaman subur kalau diberi pupuk&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda dapat Menyususn Hipotesis&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanaman tomat akan subur jika diberi pupuk ……..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda juga harus menentukan pupuk apa yang digunakan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mulai dari masalah  sampai hipotesis jangan lupa untuk di tulis dengan rapi dan disimpan baik- baik karena tidak jarang catatan tersebut hilang sehingga menyulitkanmu untuk membuat laporan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikutnya untuk melakukan eksperimen tentunya anda harus mulai menyiapkan alat dan bahannya bahkan sampai menghitung perkiraan biaya yang akan dikeluarkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tuliskan alat dan bahan yang anda perlukan untuk menguji tentang kesuburan tanaman tomat. Pilihlah alat dan bahan yang terjangkau dan ada disekitarmu. Tidak perlu semuanya yang baru.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setelah semua alat dan bahan disiapkan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda dapat melakukan percobaan, dalam melakukan percobaan ini tentu saja anda siapkan minimal dua perlakuan terhadap tanaman&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;1 pot      tanaman yang di beri pupuk&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;1 pot      tanaman yang tidak di beri pupuk&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi dalam melakukan percobaan kita perlu mengantisipasi kalau-kalau tanaman kita tersebut mati dan perlu kita lakukan lebih dari 1 kali untuk membuktikan apakah kejadian tersebut memang seperti yang kita coba  tidak terjadi sekali saja atau kebetulan. Atau dengan kata lain perlakuan yang sama menghasilkan hasil yang sama atau tidak jauh berbeda&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi sebaiknya kita menyiapkan lebih dari 1 pot  misalnya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3 pot tanaman yang di beri pupuk&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3 pot tanaman yang tidak di beri pupuk&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Langkah berikutnya tentu saja kita amati terus tanaman kita dan catat perubahannya setiap hari, jumlah daun , daun yang layu, l dan lebar daun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk lebar daun catalah 3 hari sekali&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Amati tanamanmu selama 1 bulan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu susunlah laporanmu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Boleh disertakan foto dari tanaman tersebut agar laporanmu menjadi lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Komunikasi Ilmiah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebetulnya Hasil dari laporan pengamatan adalah komunikasi secara tertulis yang anda lakukan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Laporan tertulis yang baik berisi&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Masalah&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Landasan      teori&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Hipotesis&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Eksperimen      &lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;alat       dan Bahan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;cara       kerja&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;hasil       pengamatan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 18pt; text-align: justify;"&gt;5.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Pembahasan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan berisi tentang mengapa hasil yang anda dapatkan menjadi demikian&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau tanamannya subur mengapa. Kalau tanamannya mati mengapa&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kesimpulan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Saran&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Daftar      Pustaka&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;berisi tentang sumber buku yang sudah anda baca untuk menulis laporan tersebut atau artikel lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disamping laporan sebetulnya anda bisa menyebarluaskan tulisan ( yang berarti menyebarluaskan ilmu pengetahuan ) melalui mading yang ada di sekolahmu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam sains kemampuan berkomunikasi secara tertulis sangat diperlukan karena tak jarang hasil yang sangat bagus karena tak pernah di tuliskan atau disebarluaskan menjadi tidak bermanfaat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-6363355345962260366?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/6363355345962260366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/08/metode-ilmiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/6363355345962260366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/6363355345962260366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/08/metode-ilmiah.html' title='METODE ILMIAH'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-1903042919331011798</id><published>2009-08-22T21:09:00.000+08:00</published><updated>2009-08-22T21:28:53.067+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPA'/><title type='text'>ABRASI</title><content type='html'>&lt;p class="judul"&gt;ABRASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!--M E N U --&gt; &lt;div id="menu"&gt;   &lt;div class="kotakmenu"&gt;    &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=index.html"&gt;1. Pendahuluan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=materi2.html"&gt;2. Pengertian Abrasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=materi3.html"&gt;3. Proses Terjadinya Abrasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;       &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=materi4.html"&gt;4. Dampak Abrasi&lt;br /&gt;     &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=materi5.html"&gt;5. Pencegahan Abrasi &lt;/a&gt;         &lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;         &lt;div class="kotakmenu2"&gt;    &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=latihan.html"&gt;6. Latihan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=team.html"&gt;7. Team&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;          &lt;div class="kotakmenu3"&gt;    &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=semua.html"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/printable.png" border="0" width="16" height="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;     &lt;!--Content --&gt; &lt;div class="isi" id="content"&gt;   &lt;!--materi1 --&gt;   &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p class="isi" align="justify"&gt;Abrasi yang terjadi terus menerus akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Kerusakan akibat abrasi itu menyebabkan terkikisnya daratan dan semakin luas lautan gerusan air.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Abrasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abrasi adalah suatu proses perubahan bentuk pantai atau erosi pantai yang disebabkan oleh gelombang laut, arus laut dan pasang surut laut. Abrasi yang terjadi terus menerus akan menibulkan kerusakan lingkungan. Menurut berita dari koran “ Pikiran Rakyat”  tanggal 31 Mei 2004 bahwa sedikitnya 40 kilometer kawasan pantai di Kabupaten Indramayu terus digerus abrasi. Kerusakan akibat gerusan air laut yang tersebar di tujuh wilayah kecamatan di Indramayu itu sangat memprihatinkan, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.&lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/h1.jpg" align="top" width="221" height="165" /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="isi" align="justify"&gt;Pada gambar tersebut terlihat sebuah bangunan  yang ditinggalkan karena terkena abrasi di Pantai Eretan Kabupaten Indramayu.&lt;/p&gt;   &lt;p class="" align="left"&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Proses Terjadinya Abrasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Abrasi dapat terjadi karena:&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li class="isi"&gt;Faktor Alam,  dan &lt;/li&gt;&lt;li class="isi"&gt;Faktor  manusia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Proses terjadinya abrasi karena faktor alam disebabkan oleh  angin  yang bertiup di atas lautan yang menimbulkan gelombang dan arus laut mempunyai kekuatan untuk mengikis daerah pantai. Gelombang yang tiba di pantai dapat menggetarkan tanah atau batuan  yang lama kelamaan akan terlepas dari daratan. &lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/h3.jpg" align="middle" width="243" height="173" /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;Gambar di atas menunjukkan skema arah gelombang laut yang mengikis pantai. &lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Abrasi terjadi ketika angin yang bergerak di laut menimbulkan gelombang dan arus menuju pantai. Arus dan angin tersebut lama kelamaan menggerus pinggir pantai. Gelombang di sepanjang pantai menggetarkan tanah seperti gempa kecil. Kekuatan gelombang terbesar terjadi pada waktu terjadi badai sehingga dapat mempercepat terjadinya proses abrasi.&lt;br /&gt;             &lt;/p&gt;   &lt;p class="" align="center"&gt;Contoh abrasi karena faktor alam, misalnya adalah Pura  Tanah Lot di pulau Bali yang terus terkikis&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/h4.jpg" width="189" height="131" /&gt;         &lt;/p&gt;   &lt;p class="isi" align="justify"&gt;Selain faktor alam, abrasi juga disebabkan oleh faktor manusia, misalnya  penambangan pasir. Penambangan pasir sangat berperan banyak terhadap abrasi pantai, baik di daerah tempat penambangan pasir maupun di daerah sekitarnya karena terkurasnya pasir laut akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan dan arah arus laut yang menghantam pantai.&lt;/p&gt;   &lt;p class="" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/h5.jpg" width="250" height="226" /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt; Gambar aktivitas  penambangan pasir liar di Magelang, Jateng.&lt;/p&gt;      &lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Dampak Abrasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt; Dampak  negatif yang diakibatkan oleh abrasi antara lain:&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li class="isi"&gt;Penyusutan lebar pantai sehingga  m&lt;span class="isi"&gt;enyempitnya lahan bagi penduduk yang tinggal di pinggir pantai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="isi"&gt;Kerusakan  hutan bakau di sepanjang pantai, karena terpaan ombak yang didorong angin  kencang begitu besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="isi"&gt;Kehilangan  tempat berkumpulnya ikan i&lt;/span&gt;kan perairan pantai karena terkikisnya hutan bakau&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/h6.jpg" width="217" height="165" /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Gambar di atas menunjukkan kerusakan pantai di &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=http://en.wikipedia.org/wiki/Happisburgh" title="Happisburgh"&gt;Happisburgh&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=http://en.wikipedia.org/wiki/Norfolk" title="Norfolk"&gt;Norfolk&lt;/a&gt;,  Inggeris.yang terjadi akibat abrasi.      &lt;/div&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Usaha Pencegahan Abrasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="isi"&gt;Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah  terjadinya abrasi, diantaranya yaitu:&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Penanaman kembali hutan bakau&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="isi" align="justify"&gt;Yaitu melalui rehabilitasi lingkungan pesisir yang hutan bakaunya sudah punah, baik akibat dari abrasi itu sendiri maupun dari pembukaan lahan tambak.&lt;/p&gt;   &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/h7.jpg" width="242" height="182" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="isi"&gt; Gambar penanaman  pohon bakau, di tepian Desa Lemo-lemo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang dipelopori oleh Muhammad Tayib.&lt;br /&gt;     &lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;2. Pelarangan penggalian pasir pantai&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; Perlu peraturan baik tingkat pemerintah  daerah maupun pusat yang mengatur pelarangan pasir pantai secara besar besaran yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/h8.jpg" width="180" height="144" /&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="isi" align="left"&gt;Gambar beberapa warga dan Tim Gabungan Pemkot memasang papan yang melarang warga mengambil pasir laut dan mendirikan bangunan di pantai Pekalongan.&lt;/p&gt;         &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p class="subjudul"&gt;3. Pembuatan  pemecah gelombang&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;Pemecah gelombang perlu dibuat di pesisir-pesisir  karena dapat mengurangi kekuatan gelombang yang menerjang pantai.&lt;/p&gt;         &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/h9.jpg" width="266" height="189" /&gt;&lt;br /&gt;       Gambar Pemecah Gelombang&lt;br /&gt;     &lt;/p&gt;         &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;         &lt;strong&gt;4. Pelestarian  terumbu karang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Terumbu karang juga dapat berfungsi mengurangi kekuatan gelombang yang sampai ke pantai. Oleh karena itu perlu pelestarian terumbu karang dengan membuat peraturan untuk melindungi habitatnya. &lt;/p&gt;         &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/h10.jpg" width="238" height="237" /&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p class="subjudul"&gt;Latihan&lt;/p&gt;         &lt;p class="isi" align="center"&gt;           &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=7,0,19,0" class="gambar_tengah" width="650" height="400"&gt;             &lt;param name="movie" value="anim/latabrasi.swf"&gt;             &lt;param name="quality" value="high"&gt;             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/anim/latabrasi.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="650" height="400"&gt;&lt;/embed&gt;           &lt;/object&gt;         &lt;/p&gt;         &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p class="subjudul"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;p&gt; &lt;/p&gt;            &lt;blockquote&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;      &lt;!--end content --&gt;  &lt;!--Menu Footer  --&gt;   &lt;div id="menu"&gt;      &lt;div class="kotakmenu"&gt;      &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=index.html"&gt;1. Pendahuluan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;        &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=materi2.html"&gt;2. Pengertian Abrasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;        &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=materi3.html"&gt;3. Proses Terjadinya Abrasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;         &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=materi4.html"&gt;4. Dampak Abrasi&lt;br /&gt;           &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=materi5.html"&gt;5. Pencegahan Abrasi &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;          &lt;br /&gt;               &lt;/div&gt;         &lt;div class="kotakmenu2"&gt;    &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=latihan.html"&gt;6. Latihan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=team.html"&gt;7. Team&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;          &lt;div class="kotakmenu3"&gt;    &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=281&amp;amp;fname=semua.html"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_281/image/gbr%20abrasi/printable.png" border="0" width="16" height="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-1903042919331011798?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/1903042919331011798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/abrasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/1903042919331011798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/1903042919331011798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/abrasi.html' title='ABRASI'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-7649654351158817362</id><published>2009-08-12T17:32:00.000+08:00</published><updated>2009-08-22T14:21:46.046+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MENYEIMBANGKAN OTAK KIRI &amp; OTAK KANAN</title><content type='html'>Pendahuluan         &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span class="style17"&gt;Manusia merupakan mahluk yang mulia yang diberikan berbagai kelebihan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Manusia diberikan akal, sehingga dengan akal tersebut manusia dapat berpikir. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita mengetahui bahwa pusat manusia dalam berpikir ada pada otak yang dimiliki manusia. Berbagai studi menunjukkan begitu hebatnya otak yang dimiliki manusia.&lt;br /&gt;Penelitian mutakhir menunjukan bahwa otak manusia terdiri atas dua belahan otak, belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi dan peran yang berbeda, akan tetapi kedua belahan otak tersebut saling melengkapi satu sama lainnya. Walaupun demikian setiap orang biasanya memiliki kecenderungan untuk dominan pada salah satu belahan otak tersebut. Kondisi yang merugikan adalah apabila dominansi itu menyebabkan fungsi belahan otak yang lainnya menjadi lemah, hal ini tentunya akan membuat kemampuan berpikir kita akan menjadi kurang optimal. Yang paling bagus adalah dapat memanfaat kedua belahan otak tersebut secara keseluruhan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table align="center" border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;th scope="col"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h1.jpg" width="334" height="176" /&gt;&lt;/th&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style17"&gt;Sayangnya, sistem pendidikan formal yang ada, umumnya cenderung lebih menghargai kemampuan otak kiri. Hal ini tentunya akan merugikan para siswa yang otak kanannya lebih dominan. Pendidikan formal merugikan sebagaian besar siswa, kerena hanya 15 % dari semua anak yang diteliti diketahui dominan belahan otak kirinya. &lt;/span&gt; &lt;span class="style17"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini kita akan mendapati bagaimanakah kita dapat menggunakan otak kita secara optimal, yaitu dengan menggunakan seluruh belahan otak kita, baik belahan otak kiri, maupun belahan otak kanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;span class="style17"&gt;&lt;span class="style14"&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagian-Bagian Otak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;         &lt;table align="center" border="0" width="439"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;th scope="row" width="578"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h3.jpg" width="433" height="245" /&gt;&lt;/th&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="style17"&gt;Untuk memahami bagaimana kita dapat mengoptimalkan kerja dua belahan otak yang kita miliki, tentunya kita harus mengetahui dan memahami bagian-bagian apa sajakah yang ada dalam otak kita.&lt;br /&gt;Otak manusia adalah benda yang paling kompleks yang pernah dikenal di alam semesta. Inilah satu-satunya organ yang sangat berkembang sehingga dapat mempelajari dirinya sendiri. Jika dirawat oleh tubuh yang sehat dan lingkungan yang menimbulkan rangsangan, otak yang berfungsi dapat tetap aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun. Apabila kita lihat otak dari depan atau muka maka kita akan dapat melihat bahwa otak kita mempunyai tiga bagian dasar: batang otak atau otak reptil, sistem limbik atau otak mamalia, dan neokorteks.&lt;br /&gt;Perilaku yang ada dalam otak repril berkaitan dengan insting mempertahankan hidup, dorongan untuk mengembangkan spesies. Perhatiannya adalah pada makanan, tempat tinggal, reproduksi, dan perlindungan wilayah. Ketika kita merasa tidak aman, otak reptil ini spontan bangkit dan bersiaga atau melarikan diri dari bahaya. Inilah yang kita namakan reaksi “hadapi atau lari”.&lt;br /&gt;Di sekeliling otak reptil ini terdapat sistem limbik yang sangat kompleks dan luas. Sistem limbik ini dikenal juga dengan otak mamalia, hal ini dikarenakan otak ini juga dimiliki oleh semua mamalia. Sistem limbik ini terletak di bagian tengah dari otak kita. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif; yaitu ia menyimpan perasaan kita, pengalaman kita yang menyenangkan, dan kemana pun belajar kita. Selain itu, sistem ini juga mengendalikan bioritme (pengaturan biologis tubuh) kita, seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, detak jantung, gairah seksual, temperatur dan kimia tubuh, metabolisme, dan sistem kekebalan. Sistem limbik ini jelas merupakan bagian yang penting dalam mempertahankan kehidupan manusia. Kenyataan bahwa bagian otak kita yang mengendalikan emosi, juga mengendalikan fungsi tubuh kita. Hal ini menjelaskan mengama emosi dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan. Sistem limbik adalah kontrol utama kita yang menggunakan informasi dari indera penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, indera peraba, dan penciuman, kemudian informasi tersebut didistribusikan ke bagian pemikir di dalam otak kita, yaitu neokorteks.&lt;/span&gt; &lt;span class="style17"&gt;&lt;br /&gt;Neokorteks terbungkus di sekitar bagian atas dan sisi-sisi limbik, yang membentuk 80% dari seluruh materi otak. Bagian otak ini merupakan tempat bersemayamnya kecerdasann kita. Inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran, perabaan, dan penciuman. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan, perilaku waras, bahasa, kendali motorik sadar, dan penciptaan gagasan. Neokorteks terdiri dari 12 – 15 juta sel saraf yang disebut neuron. Sel-sel ini dapat berinteraksi dengan sel-sel lain melalui vibrasi di sepanjang cabang-cabang yang disebut dendrit. Setelah kita melihat bagian-bagain otak apabila kita lihat dari arah depan, maka, otak juga dapat kita lihat dari arah atas. Jika kita melihat dari arah atas maka kita akan mendapati otak seperti terdiri atas dua belahan, yaitu belahan otak kiri, dan belahan otak kanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;blockquote&gt;           &lt;p class="style14" align="left"&gt;Karakteristik   Otak Kiri&lt;/p&gt;           &lt;/blockquote&gt;         &lt;table align="center" border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;th scope="col" width="284"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h6.jpg" width="284" height="369" /&gt;&lt;/th&gt;               &lt;th scope="col" width="37"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;               &lt;td scope="col" width="369"&gt;&lt;span class="style17"&gt;Proses pada belahan otak kiri lebih lambat. Berpikir otak kiri sering terlihat berlawanan dengan emosi dan lebih dekat dengan prose-proses yang bersifat objektif. Belahan otak kiri lebih peka terhadap “saya” dalam suatu proses dan sering dipersepsikan lebih rasional. Belahan otak kiri juga merupakan pusat pengambilan keputusan, berpikir abstrak. Belahan otak kiri menitikberatkan kerjanya pada proses yang berkaitan dengan sesuatu yang intelek. Intelek tentunya berbeda dengan kreatif, karena intelek biasanya mengarahkan kita untuk lebih spesifik, sedangkan kreatif meluaskan atau melebarkannya pada suatu konteks.&lt;br /&gt;Proses pada belahan otak kiri lebih lambat. Berpikir otak kiri sering terlihat berlawanan dengan emosi dan lebih dekat dengan prose-proses yang bersifat objektif. Belahan otak kiri lebih peka terhadap “saya” dalam suatu proses dan sering dipersepsikan lebih rasional. Belahan otak kiri juga merupakan pusat pengambilan keputusan, berpikir abstrak. Belahan otak kiri menitikberatkan kerjanya pada proses yang berkaitan dengan sesuatu yang intelek. Intelek tentunya berbeda dengan kreatif, karena intelek biasanya mengarahkan kita untuk lebih spesifik, sedangkan kreatif meluaskan atau melebarkannya pada suatu konteks. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;           &lt;blockquote&gt;             &lt;p class="style14"&gt;Fungsi Otak Kiri&lt;/p&gt;           &lt;/blockquote&gt;           &lt;table align="center" border="0" width="690"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td scope="row" width="230" height="317"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h7.jpg" width="186" height="315" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td scope="row" width="24"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td scope="row" valign="top" width="422"&gt;&lt;span class="style12 style27"&gt;Kedua belahan otak yang dimiliki manusia merupakan dua bagian yang tidak terpisah tanpa ada hubungan. Kedua belahan otak tersebut tetap saja memiliki hubungan (koneksi), walaupun setiap belahan otak tentunya memiliki fungsi yang berbeda satu dengan yang lain. Proses berpikir otak kiri bersifat: logis, linier (searah), rasional, sistematis, dan detail. &lt;/span&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span class="style12 style27"&gt;Kedua belahan otak yang dimiliki manusia merupakan dua bagian yang tidak terpisah tanpa ada hubungan. Kedua belahan otak tersebut tetap saja memiliki hubungan (koneksi), walaupun setiap belahan otak tentunya memiliki fungsi yang berbeda satu dengan yang lain. Proses berpikir otak kiri bersifat: logis, linier (searah), rasional, sistematis, dan detail.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;br /&gt;        &lt;span class="style17"&gt;Sifat Proses Berpikir&lt;/span&gt;:   &lt;ol class="style24"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span class="style17"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=#logis"&gt;Logis&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="style17"&gt; &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=#linier"&gt;Linear   (Searah)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="style17"&gt; &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=#rasional"&gt;Rasional&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="style17"&gt; &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=#sistimatis"&gt;Sistematis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="style17"&gt; &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=#detail"&gt;Detail&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                            &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;!--    @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }    H4 { margin-left: 1in; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%; text-align: justify }    H4.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt }    H4.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 12pt }    H4.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 12pt }    P { margin-bottom: 0.08in }   --&gt;&lt;/ol&gt;           &lt;span class="style17"&gt;1.   Logis&lt;a name="logis" id="logis"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Logis merupakan suatu cara berpikir di mana bentuk dari berpikir itu sudah terpola dengan baku. Sebuah kesimpulan dalam cara berpikir logik didapat melalui suatu proses yang taat/terikat pada pola tersebut. Misalnya ada sebuah pernyataan bahwa semua manusia pasti mati (premis mayor). Kemudian ada pernyataan berikutnya yang mengatakan bahwa Tono adalah manusia (premis minor). Dari dua pernyataan tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Tono pasti mati. Pada cara berpikir logis, sebuah kesimpulan didapat melalui sebuah penalaran yang sudah berpola. &lt;/span&gt; &lt;span class="style17"&gt;   &lt;!--    @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }    H4 { margin-left: 1in; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%; text-align: justify }    H4.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt }    H4.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 12pt }    H4.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 12pt }    P { margin-bottom: 0.08in }   --&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Linier&lt;a name="linier" id="linier"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;table align="center" border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th scope="col" width="196" height="280"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h9.jpg" width="126" height="280" /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="col" width="39"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;td scope="col" valign="top" width="455"&gt;&lt;span class="style17"&gt;Linier merupakan suatu cara berpikir di mana apa yang dipikirkan selalu searah. Misalnya apabila kita masuk ke dalam suatu ruangan yang gelap maka kita tidak akan dapat melihat, semakin gelap maka semakin tidak dapat melihat. Berpikir linier selalu melihat suatu hubungan berjalan searah.&lt;!--    @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }    H4 { margin-left: 1in; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%; text-align: justify }    H4.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt }    H4.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 12pt }    H4.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 12pt }    P { margin-bottom: 0.08in }   --&gt;       &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;span class="style17"&gt;&lt;br /&gt;3.   Rasional&lt;a name="rasional" id="rasional"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;table align="center" border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th scope="col" width="298"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=7,0,19,0" width="298" height="298"&gt;       &lt;param name="movie" value="image/h10.swf"&gt;       &lt;param name="quality" value="high"&gt;       &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h10.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="298" height="298"&gt;&lt;/embed&gt;     &lt;/object&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="col" width="34"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;td scope="col" valign="top" width="358"&gt;&lt;span class="style17"&gt;Rasional merupakan berpikir dengan menggunakan rasio sebagai dasar berpikirnya. Ide atau gagasan yang diperoleh didapat melalui suatu proses pertama informasi di tangkap oleh indera, kemudian diolah di otak, dihubungkan dengan pengetahuan sebelumnya, kemudian menghasilkan sebuah ide atau gagasan. Ini berbeda dengan berpikir intuitif di mana ide atau gagasan tiba-tiba muncul entah dari mana asalnya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;table width="510"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;!--    @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }    H4 { margin-left: 1in; margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%; text-align: justify }    H4.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt }    H4.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 12pt }    H4.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 12pt }    P { margin-bottom: 0.08in }   --&gt;&lt;span class="style17"&gt;4.  Sistematis&lt;a name="sistimatis" id="sistimatis"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;   &lt;table align="center" border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;       &lt;th scope="col" width="249"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h11.jpg" width="211" height="260" /&gt;&lt;/th&gt;       &lt;th scope="col" width="44"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;       &lt;td scope="col" valign="top" width="397"&gt;&lt;span class="style17"&gt;Sistematis merupakan proses berpikir di mana berpikir merupakan tahapan, dari tahap yang paling awal, kemudian, dan akhir. Dalam berpikir sistematis tidak diperkenan melewati satu tahapan dalam berpikir (loncat-loncat).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;     &lt;br /&gt;&lt;span class="style17"&gt;5.  Detail &lt;a name="detail" id="detail"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="style17"&gt;Berpikir detail merupakan berpikir di mana apa yang kita pikirkan kita bagi pada bagian yang rinci. Kemudian kita telaah secara spesifik dan mendalam. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="style14"&gt;Dominasi Otak Kiri&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;table align="center" border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th scope="col" width="264"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h12.jpg" width="264" height="242" /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="col" width="28"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;td scope="col" width="398"&gt;&lt;span class="style17"&gt;Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa, setiap individu memiliki kecenderungan untuk dominan pada salah satu dari dua belahan otak yang ada, bisa dominan pada fungsi belahan otak kanan, atau dominan pada fungsi belahan otak kiri. Individu yang dominan pada belahan otak kiri merupakan individu yang akan nampak teratur, mengerjakan sesuatu dengan aturan yang jelas, ia akan mengerjakan sesutu secara bertahap sebagaimana yang telah ia buat. Individu dengan dominasi otak kiri merupakan individu yang berpikir secara detail. Dalam melihat suatu masalah biasanya ia menganalisa secara mendalam dan rinci. Orang-orang dengan dominan pada belahan otak kiri biasanya merupakan pemikir yang serius dengan mengkaitkan pada logika dan penalaran yang rasional.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="style14"&gt;Karakteristik   Otak Kanan&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;table align="center" border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th scope="col" width="318"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h13.jpg" width="272" height="272" /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="col" width="26"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;td scope="col" width="346"&gt;&lt;p class="style17" align="justify"&gt;Kebanyakan anak-anak lahir dengan kecenderungan dominan pada otak  kanan. &lt;span lang="fi-FI"&gt;Belahan otak kanan ini lebih bermanfaat ketika mereka membentuk peristiwa-peristiwa ke dalam suatu pola selama mereka menemukan dunia. Anak-anak pada tahan awal belajar memberikan respon pada bentuk, bau, dan suara yang sudah dikenalinya. Ketika mereka tumbuh dan hubungan antara dua belahan otak mulai dibangun, mereka mulai memperlihatkan kemampuan kognitif yang lebih kuat pada belahan otak kanan baru kemudian belahan otak kiri. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="style26" align="justify" lang="fi-FI"&gt; Belahan otak kanan adalah sumber intuisi, insight, kiasan, imajinasi. Belahan otak kanan ini memiliki banyak muatan dalam keterlibatannya pada proses kretaifitas. Suka melucu adalah salah satu ciri dari belahan otak kanan. Karakteristik itu juga yang kita dapat temui pada orang-orang yang kreatif. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=karekter_kanan2.html"&gt;Fungsi Otak Kanan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="style17" align="justify"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt; &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=karekter_kanan3.html"&gt;Dominasi  Otak Kana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="style14"&gt;Fungsi   Otak Kanan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table align="center" border="0" width="700"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th scope="row" width="308"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h14.jpg" width="269" height="241" /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row" width="35"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;td scope="row" valign="top" width="343"&gt;&lt;span class="style26"&gt;Belahan otak kanan memiliki fungsi yang khusus yang berlainan dengan belahan otak kiri. Belahan otak kanan memiliki fungsi: acak, tidak teratur, intuitif, dan menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p class="style17" align="justify"&gt;Fungsi Otak Kanan:&lt;/p&gt; &lt;ol class="style17"&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=#acak"&gt;Acak&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=#tdkteratur"&gt;Tidak Teratur&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=#intuitif"&gt;Intuitif&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;     &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=#menyeluruh"&gt;Menyeluruh&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;h5 class="style17"&gt;1. Acak&lt;a name="acak" id="acak"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p class="style17" align="justify"&gt; Acak yang dimaksud di sini adalah bahwa belahan otak kanan bekerja menghasilkan suatu ide, atau suatu kesimpulan tidak melalui suatu proses berpikir yang kaku. Dalam menghasilkan suatu lukisan yang indah seorang pelukis menemukan idenya tanpa harus berpikir logik. &lt;span lang="fi-FI"&gt;Ia  berimajinasi dari suatu peristiwa pada peristiwa yang lain, dari  suatu keadaan kepada keadaan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h5 class="style17"&gt;2.Tidak teratur&lt;a name="tdkteratur" id="tdkteratur"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p class="style17" align="justify" lang="nb-NO"&gt; Belahan otak kanan memiliki karakterisik untuk berpikir tidak teratur. Ia dapat langsung pada ide pokoknya baru pada bagian lain yang lebih kecil, atau memulai sesuatu tanpa ada tahapan yang jelas.&lt;/p&gt; &lt;p class="style17" align="justify" lang="nb-NO"&gt;         &lt;!--    @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }    H1 { margin-bottom: 0.04in }    H1.western { font-family: "Arial", sans-serif; font-size: 16pt }    H1.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 16pt }    H1.ctl { font-family: "Arial", sans-serif; font-size: 16pt }    P { margin-bottom: 0.08in }   --&gt;    &lt;/p&gt; &lt;h5 class="style17"&gt;3.  Intuitif&lt;a name="intuitif" id="intuitif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p class="style17" align="justify"&gt; Berpikir intuitif adalah berpikir di mana ide atau gagasan didapat tanpa melalui proses berpikir yang rasional. Ide atau gagasan itu muncul saja dari dalam pikirannya tanpa ia mengetahui dari mana asal pikiran itu. Ketika berada dalam kamar mandi terkadang muncul solusi atas permasalahan yang sebelumnya tidak kita ketemukaan jawabannya. &lt;span lang="fi-FI"&gt;Atau tiba-tiba kita ingin sekali pergi menemui ibu kita di rumah tanpa ada sesutu yang terjadi sebelumnya. Itulah berpikir intuitif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h5 class="style17"&gt;4.  Menyeluruh&lt;a name="menyeluruh" id="menyeluruh"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p class="style17" align="justify"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt;Berpikir menyeluruh adalah berpikir dengan mempertimbangkan banyak hal. Melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berbagai aspek. Dengan fungsi otak kanan ini, manusia dapat berpikir bahwa yang menyebabkan banjir bukan hanya karena hujan besar, akan tetapi banyak faktor lain lagi, seperti perilaku membuang sampah di kali, hilangnya daerah serapan air, banyaknya bangunan, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="style17" align="justify"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt;Cara berpikir otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan menyeluruh. Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan, dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (perasaan kehadiran suatu benda atau orang), kesadaran ruang, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas, dan visualisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="style14"&gt;Dominasi Otak Kanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="style26" align="justify"&gt;Individu yang dominan pada belahan otak kanan merupakan individu yang acak dalam berpikir. Tidak seperti individu dengan dominan pada otak kiri yang linier (searah), individu dengan dominan pada belahan otak kanan lebih dapat melihat suatu pada sisi yang berbeda-beda. Dalam melihat suatu masalah individu dengan dominan pada otak kanan melihat masalah lebih luas dan menyeluruh. Karena mereka berpikir acak, iasanya mereka memiliki punya banyak ide. Ide-ide tersebut bermunculan dari pikiran mereka secara intuitif (langsung dari dalam dan tidak melalui proses berpikir yang logis). Kekurangannya tentu saja terkadang mereka memiliki banyak sekali ide atau gagasan akan tetapi tidak fokus. Individu dengan dominasi pada otak kanan biasanya memiliki kreatifitas yang tinggi. Mereka dapat menghubungkan hal-hal yang ada untuk memunculkan hal-hal yang baru. Seorang yang kreatif ketika melihat kursi, melihat ban bekas, akan dapat menghubungkannya dengan membuat kursi dengan ban bekas tersebut.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="style14"&gt;Teknik Menyeimbangkan Otak Kiri dan Otak Kanan&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;      &lt;span class="style17"&gt;Kedua belahan otak penting artinya. Orang yang memanfaatkan kedua belahan otak ini secara simbang, maka belajar terasa sangat mudah karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang sedang dihadapi. Orang yang masuk dalam kategori otak kiri dan ia tidak melakukan upaya tertentu memasukkan beberapa aktivitas otak kanan dalam hidup kita, ketidak seimbangan tersebut dapat mengakibatkan orang tersebut stress dan juga kesehatan mental dan fisik yang buruk. Kita dapat menggunakan beberapa strategi untuk menyeimbangkan fungsi belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Menyeimbangkan di sini tentu berarti membuat kedua belahan otak tersebut berfungsi ketika kita melakukan sesuatu. Strartegi yang dapat kita gunakan seperti menggunakan musik dalam melakukan aktifitas berpikir, serta berolahraga teratur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span class="style17"&gt;   &lt;table align="center" border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th scope="col"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h18.jpg" width="500" height="176" /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;table align="center" border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th scope="col" width="262"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=7,0,19,0" width="253" height="294"&gt;       &lt;param name="movie" value="image/h19.swf"&gt;       &lt;param name="quality" value="high"&gt;       &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h19.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="253" height="294"&gt;&lt;/embed&gt;     &lt;/object&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="col" width="33"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;td scope="col" valign="top" width="395"&gt;&lt;span class="style26"&gt;Yang terpenting dalam kedua teknik tersebut adalah memunculkan keadaan yang relaks. Karena dengan keadaan relaks tersebut akan membuat koneksi atau hubungan antara kedua belahan otak menjadi cepat. Hal ini dapat kita lihat pada pemikir-pemikir bagaimana mereka menemukan ide dan inspirasi yang menghasilkan teori dan penemuan. Pada saat logika proses mengalami kemandegan, maka relaksasi dari sebuah kerja yang serius pun diperlukan. Enstein telah menulis banyak ide terbaik yang datang ketika bermimpi atau sedang bercukur. &lt;/span&gt;&lt;span class="style26" lang="nb-NO"&gt;Seorang  pemain drama terkenal Yunani, Euripides, ketika berendam dalam bak  mandi, menemukan &lt;em&gt;displacement teori&lt;/em&gt;. Newton, menemukan bayak  ide-ide hebat ketika bermanja dalam kasih sayang ibunya. Dalam  contoh-contoh di atas &lt;em&gt;insight&lt;/em&gt; tidak datang pada saat  konsentrasi penuh pada apa yang kita pikirkan, walaupun tahap  berpikir &lt;em&gt;focus&lt;/em&gt; merupakan hal yang penting untuk perisapan  berpikir. &lt;/span&gt;&lt;span class="style26" lang="fi-FI"&gt;Hal ini memberikan gambaran pada  kita pentingnya belahan otak kanan pada kehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=penyeimbang2.html"&gt;Menggunakan  Musik&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="style17" lang="sv-SE"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=penyeimbang3.html"&gt;Membiasakan  Olahraga&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="style14"&gt;Menggunakan Musik &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;table align="center" border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th scope="col" width="285"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=7,0,19,0" width="261" height="292"&gt;       &lt;param name="movie" value="image/h20.swf"&gt;       &lt;param name="quality" value="high"&gt;       &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h20.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="261" height="292"&gt;&lt;/embed&gt;     &lt;/object&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="col" width="24"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;td scope="col" width="381"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="style26"&gt;Musik tentunya adalah sesuatu yang dekat dengan kehidupan manusia. Musik merupakan ekspresi perasaan manusia, sehingga biasanya manusia menyukai musik karena hal itu seperti merefleksikan perasaannya, dan hal itu membuat manusia menjadi senang, dan nyaman. Hal inilah yang mungkin membuat manusia menyukai musik dan menjadikan musik bagian dari kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="style26" align="justify"&gt; Untuk menyeimbangkan kecenderungan masyarakat terhadap otak kiri, perlu dimasukkan musik dan estetika dalam pengalaman belajar kita, dan memberikan umpan balik positif bagi diri kita. &lt;span lang="fi-FI"&gt;Semua itu menimbulkan emosi positif, yang membuat otak kita lebih efektif. Emosi yang positif mendorong ke arah kekuatan otak, yang berujung kepada keberhasilan, sehingga kita memperoleh kehormatan diri yang lebih tinggi, yang membuat emosi menjadi lebih positif. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="style26" align="justify" lang="fi-FI"&gt; Dalam belajar misalnya, kita dapat berpikir sambil mendengarkan musik yang memang kita sukai. Dengan kita mendengarkan musik yang kita sukai membuat kita merasa senang, relaks sehingga merangsang fungsi belahan otak kanan, yang akan sangat membantu dalam proses belajar yang menggunakan belahan otak kiri.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt;   &lt;span class="style15"&gt;Menggunakan  Musik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="style17" lang="sv-SE"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=penyeimbang3.html"&gt;Membiasakan  Olahraga&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="style14"&gt;Membiasakan Berolah raga &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p class="style17" align="justify"&gt; Cobalah eksperimen kecil ini. Berikanlah pertanyaan ini kepada teman kita”apa maksudnya ketika kita berkata fakta adalah cara mempermudah memahami pengetahuan”. Apakah mata teman kita bergerak ke kanan? Jika ya, maka berikanlah pertanyaan “bayangkanlah rumahmu dan hitunglah berapa jumlah jendela yang ada?”. Apakah matanya melihat kearah kiri ?. pada umumya, terutama pada orang-orang yang menggunakan tangan kanannya, sesunguhnya ia mengaktifkan fungsi belahan otak kiri (berhubungan dengan bahasa), maka akan dibarengi oleh aktifitas tubuh bagian kanan atau yang berorientasi pada bagian kaanan. Ketika belahan otak kanan berfungsi (berhubungan dengan gambar, atau tugas-tugas yang berhubungan dengan ruang) maka akan dibarengi oleh aktifitas tubuh bagian kiri.&lt;/p&gt; &lt;table border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th scope="col"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h21.jpg" width="500" height="194" /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p class="style17" align="justify"&gt;Eksperimen di atas memberikan gambaran adanya koneksi atau hubungan antara belahan otak kiri dengan tubuh bagian kanan, dan belahan otak kanan dengan tubuh bagian kiri. Agar otak kita dapat berfungsi secara optimal dalam arti kita memfungsikan kedua belahan otak tersebut, maka penting sekali kiranya kita terbiasa menggerakan kedua bagian tubuh kita dengan sama baiknya. &lt;span lang="fi-FI"&gt;Misalnya tidak selalu menulis dengan tangan kanan, dan sama sekali tidak memberikan latihan pada tangan kiri untuk beraktifitas. Menggerakkan seluruh angota tubuh baik pada bagian kanan, mapun pada bagian kiri akan terasa mudah apabvila itu dilakukan dalam konteks berolahraga. Senam misalnya, merangsang seluruh bagian tubuh untuk bergerak dan hal baik untuk otak karena merangsang berfungsinya kedua belahan otak, baik otak kiri, maupun otak kanan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="style17" lang="sv-SE"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=312&amp;amp;fname=penyeimbang2.html"&gt;Menggunakan  Musik&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="style18" lang="sv-SE"&gt;Membiasakan  Olahraga&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="style14"&gt;Penutup&lt;/p&gt;   &lt;table border="0" width="690" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;       &lt;th scope="col" height="274"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_312/image/h23.jpg" width="367" height="288" /&gt;&lt;/th&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="style17" lang="fi-FI"&gt;Menyeimbangkan kerja kedua belahan otak tentunya tidak sama dengan menggunakannya separuh-separuh dalam setiap pekerjaan, akan tetapi artinya mengaktifkan kedua belahan otak pada saat mengerjakan suatu pekerjaan. Menyeimbangkan belahan otak kanan dan belahan otak kiri ini, menjadi penting karena dalam kehidupan sehari-hari kita selalu dihadapkan pada suatu tugas yang beragam, yang menuntut kerja otak yang melibatkan seluruh belahan otak. Sekarang bagaimanakah cara kita menyeimbangkan kerja belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Pertama yang perlu diingat adalah bahwa, kedua belahan otak yang kita memiliki tidak merupakan bagian yang terpisah, akan tetapi terdapat hubungan (koneksi) antara kedua belahan otak tersebut. Terdapat dua cara yang dapat kita lakukan untuk menyeimbangkan kerja kedua belahan otak kita, pertama ciptakan sebuah kondisi yang nyaman, relaks sehingga otak dapat bekerja secara lepas dan bebas. Hal ini dapat kita lakukan dengan mengerjakan sesuatu sambil mendengarkan musik yang kita sukai. Kedua, untuk dapat menyeimbangkan kerja kedua belahan otak kita, olah raga merupakan alternatif yang sangat baik. Pertama, karena olah raga membuat fisik kita lebih sehat, dan kedua adalah karena dengan berolahraga kita membiasakan menggerakan seluruh anggota badan kita baik, bagian kiri, maupun bagian kanan dengan kecepatan yang tinggi. Pada era sekarang, orang mulai tidak terlalu mendudukan otak kiri lebih dari otak kanan. Orang semakin percaya kedua belahan otak tersebut bukanlah merupakan sesuatu yang lebih tinggi dari yang lain akan tetapi memiliki fungsi yang sama pentingnya. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana menyeimbangkan kedua belahan otak tersebut sehingga kerja otak itu lebih optimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="style14"&gt;Referensi&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;         Glickman,  Rosalene. 2002 Optimal Thinking. New York: John Wiley &amp;amp; Sons,  Inc. &lt;/p&gt; &lt;p class="style17"&gt;Solso et  al.2005. Cognitive Psychology. Boston : Pearson Education, Inc.&lt;/p&gt; &lt;p class="style17"&gt;Eiffert, Stephen  D. 1999. Cross -Train  your Brain. New York: AMA Publication&lt;/p&gt; &lt;p class="style17"&gt;De Porter, Bobbi  &amp;amp; Mike, Hernacki (Penerjemah Alwiyah Abdurrahman). 2000. Quantum  Learning (terjemahan). Bandung : Kaifa.&lt;/p&gt; &lt;p class="style17"&gt;Jensen, Eric &amp;amp;  Karen, Markowitz. (Penerjemah Lala Herawati Dharma). Otak Sejuta  Gigabyte. Bandung : Kaifa.&lt;/p&gt; &lt;p class="style17"&gt;Rose, Colin.  (penerjemah femmi Syahrani ). 1999. Accelerated Learning. Bandung:  Kaif&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;   &lt;p class="style14"&gt;Kerabat Kerja &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;    &lt;table border="0" width="396"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th scope="row" width="25" height="21"&gt;&lt;span class="style17"&gt;1&lt;/span&gt;.&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row" width="133"&gt;&lt;div class="style17" align="left"&gt;Penulis&lt;/div&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row" width="20"&gt;:&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row" width="200"&gt;&lt;div class="style12 style32" align="left"&gt;Aip Badrujaman, S.Pd &lt;/div&gt;&lt;/th&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;th scope="row" height="21"&gt;&lt;span class="style17"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;&lt;div class="style17" align="left"&gt;Pengkaji Materi &lt;/div&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;:&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;&lt;div align="left"&gt;Aip Badrujaman, S.Pd &lt;/div&gt;&lt;/th&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;th scope="row" height="21"&gt;&lt;span class="style17"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;&lt;div align="left"&gt;Pengkaji Media &lt;/div&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;:&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;&lt;div class="style17" align="left"&gt;Anas Sabayasa, S.Pd &lt;/div&gt;&lt;/th&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;th scope="row" height="21"&gt;&lt;span class="style17"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;&lt;div class="style17" align="left"&gt;Pemprogram&lt;/div&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;:&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;&lt;div class="style17" align="left"&gt;Aryo G. Suropati &lt;/div&gt;&lt;/th&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;th scope="row" height="21"&gt;&lt;span class="style17"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;&lt;div class="style17" align="left"&gt;Grafis&lt;/div&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;:&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;&lt;div class="style17" align="left"&gt;Dwi&lt;/div&gt;&lt;/th&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;th scope="row" height="21"&gt;&lt;span class="style17"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;&lt;div class="style17" align="left"&gt;Unit&lt;/div&gt;&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;:&lt;/th&gt;     &lt;th scope="row"&gt;&lt;div class="style17" align="left"&gt;Neli Legia Susiani &lt;/div&gt;&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-7649654351158817362?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/7649654351158817362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/menyeimbangkan-otak-kiri-otak-kanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/7649654351158817362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/7649654351158817362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/menyeimbangkan-otak-kiri-otak-kanan.html' title='MENYEIMBANGKAN OTAK KIRI &amp; OTAK KANAN'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-6428672748845200343</id><published>2009-08-11T20:22:00.000+08:00</published><updated>2009-08-21T17:46:02.772+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPA'/><title type='text'>PENGARUH REVOLUSI BUMI</title><content type='html'>&lt;div class="judul" id="titleStyle"&gt;      &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_274/images/line_title.png" width="600" height="2" /&gt;&lt;/div&gt;                 &lt;!--Akhir Judul &amp; Subjudul --&gt;   &lt;!--Text Isi --&gt;   &lt;p class="text_isi"&gt; Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Bumi mengelilingi matahari pada orbitnya sekali dalam waktu 365¼.waktu 365¼ atau satu tahun surya disebut kala revolusi bumi. Ternyata poros bumi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi. Revolusi ini menimbulkan beberapa gejala alam yang berlangsung secara berulang tiap tahun diantaranya perbedaan lama siang dan malam, gerak semu tahunan matahari, perubahan musim, dan perubahan penampakan rasi bintang, serta kalender masehi.&lt;/p&gt;     &lt;ol type="A"&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;&lt;strong&gt;Perbedaan Lama Siang dan Malam &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya. Peristiwa ini nampak jelas diamati di sekitar kutub utara dan kutub selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September&lt;/li&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi selatan.&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; ke utara.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Antara tanggal  23 September s.d 21 Maret &lt;/li&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih menjauhi matahari.&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi utara.&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 22 Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; ke selatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember&lt;/li&gt;&lt;ul type="square"&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas  kepala.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;&lt;strong&gt;Gerak Semu Tahunan Matahari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember ) disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;&lt;strong&gt;Perubahan Musim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah musim semi, musim panas, musim gugur,, dan musim dingin. Berikut ini adalah tabel musim pad waktu dan daerah tertentu di belahan bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;table class="text_isi" bgcolor="#ffff99" border="0" bordercolor="#ff6600" width="339" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td colspan="2" class="judultopik"&gt;Musim-musim  dibelah bumi utara&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td width="121"&gt;Musim  semi &lt;/td&gt;       &lt;td width="211"&gt;: 21 Maret – 21 Juni&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;Musim  panas &lt;/td&gt;       &lt;td&gt;: 21 Juni – 23 September&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;Musim  gugur&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;: 23 September – 22 Desember&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; Musim Dingin &lt;/td&gt;       &lt;td&gt; :  22 Desember – 21 Maret &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="text_isi" bgcolor="#ffff99" border="0" bordercolor="#ff6600" width="339" cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td colspan="2" class="judultopik"&gt;Musim-musim dibelah bumi selatan&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td width="121"&gt;Musim  semi &lt;/td&gt;       &lt;td width="211"&gt;: 23 September – 22 Desember&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;Musim  panas &lt;/td&gt;       &lt;td&gt;: 22 Desember – 21 Maret&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;Musim  gugur&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;: 21 Maret – 22 Juni&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td&gt; Musim Dingin &lt;/td&gt;       &lt;td&gt; :  21 Juni – 23 September&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;&lt;strong&gt;Perubahan Kenampakan Rasi Bintang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk pola-pola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan. Karena letak bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolah-olah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang berada di bumi hanya dapat melihat bintang pada malam hari. Ketika bumi berada disebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah utara matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang nampak dari bumi selalu berubah. Berarti rasi bintang yang nampak dari bumi juga berubah. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;&lt;strong&gt;Kalender Masehi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pembagian bujur, yaitu bujur barat dan bujur timur, maka batas penaggalan internasional ialah bujur 180&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; , akibatnya  apabila dibelahan timur bujur 180&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; tanggal 15 maka di belahan barat bujur 180&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; masih tanggal 14, seolah-olah melompat satu hari. Hitungan kalender masehi berdasarkan pada kala revolusi bumi, dimana satu tahun sama dengan 365 ¼ hari. Kalender masehi yang mula-mula digunakan adalah kalender Julius Caesar atau kalender Julian. Kalender julian berdasarkan pada selang waktu antara satu musim semi dengan musim semi berikutnya dibelahan bumi utara. Selang waktu ini tepatnya adalah 365,242 hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46 sekon. Julius Caesar menetapkan perhitungan kalender sebagai berikut. &lt;ul type="square"&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Lama waktu dalam setahun adalah 365 hari&lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Untuk menampung kelebihan ¼ hari pada tiap tahun maka lamanya satu tahun diperpanjang 1 hari menjadi 366 hari pada setiap empat tahun. Satu hari tersebut ditambahkan pada bulan februari. Tahun yang lebih panjang sehari ini disebut tahun kabisat &lt;/li&gt;&lt;li class="text_isi"&gt;Untuk mempermudah mengingat, maka dipilih sebagai tahun kabisat adalah tahun yang habis di bagi empat. Contohnya adalah 1984,2000, dan lain-lain &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;        &lt;!--Gambar Garis yang dibawah --&gt;        &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_274/images/line_title.png" width="600" height="2" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-6428672748845200343?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/6428672748845200343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/pengaruh-revolusi-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/6428672748845200343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/6428672748845200343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/pengaruh-revolusi-bumi.html' title='PENGARUH REVOLUSI BUMI'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-836955796848797109</id><published>2009-06-23T19:19:00.000+08:00</published><updated>2009-08-22T21:30:12.659+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SANG AKU'/><title type='text'>BELAJAR MENCINTAI SESEORANG YANG TIDAK SEMPURNA DENGAN CARA YANG SEMPURNA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjeA_1RkfZI/AAAAAAAAAFA/WZJ42gz3NN0/s1600-h/IMG_0041.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjeA_1RkfZI/AAAAAAAAAFA/WZJ42gz3NN0/s200/IMG_0041.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347884916646641042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;pilihan, Itupun adalah kesempatan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;kesempatan, itu adalah  pilihan. Ketika kita memilih&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;font-family:arial;" class="yshortcuts" id="lw_1234507558_3" &gt;Perasaan cinta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;, simpatik, tertarik, Datang bagai&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;kesempatan pada kita. Tetapi &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;font-family:arial;" class="yshortcuts" id="lw_1234507558_4" &gt;cinta sejati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; yang abadi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tetapi  mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-836955796848797109?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/836955796848797109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2008/11/ketika-kita-bertemu-orang-yang-tepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/836955796848797109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/836955796848797109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2008/11/ketika-kita-bertemu-orang-yang-tepat.html' title='BELAJAR MENCINTAI SESEORANG YANG TIDAK SEMPURNA DENGAN CARA YANG SEMPURNA'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjeA_1RkfZI/AAAAAAAAAFA/WZJ42gz3NN0/s72-c/IMG_0041.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-2937739393252565428</id><published>2009-06-18T19:24:00.002+08:00</published><updated>2009-06-18T20:04:15.638+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SANG AKU'/><title type='text'>APA YANG MESTI KU LAKUKAN</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Apa yang mesti kulakukan, O Muslim? Aku tak mengenal                diriku sendiri&lt;br /&gt;             Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, bukan Gabar, bukan Muslim&lt;br /&gt;             Aku bukan dari Timur, bukan dari Barat, bukan dari darat, bukan                dari laut,&lt;br /&gt;             Aku bukan dari alam, bukan dari langit berputar,&lt;br /&gt;             Aku bukan dari tanah, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari                api,&lt;br /&gt;             Aku bukan dari cahaya, bukan dari debu, bukan dari wujud dan bukan                dari hal&lt;br /&gt;             Aku bukan dari India, bukan dari Cina, bukan dari Bulgaria, bukan                dari Saqsin,&lt;br /&gt;             Aku bukan dari Kerajaan Iraq, bukan dari negeri Korazan.&lt;br /&gt;             Aku bukan dari dunia in ataupun dari akhirat, bukan dari Sorga ataupun                Neraka&lt;br /&gt;             Aku bukan dari Adam, bukan dari Hawa, bukan dari Firdaus bukan dari                Rizwan&lt;br /&gt;             Tempatku adalah Tanpa tempat, jejakku adalah tak berjejak&lt;br /&gt;             Ini bukan raga dan jiwa, sebab aku milik jiwa Kekasih&lt;br /&gt;             Telah ku buang anggapan ganda, kulihat dua dunia ini esa&lt;br /&gt;             Esa yang kucari, Esa yang kutahu, Esa yang kulihat, Esa yang ku                panggil&lt;br /&gt;             Ia yang pertama, Ia yang terakhir, Ia yang lahir, Ia yang bathin&lt;br /&gt;             Tidak ada yang kuketahui kecuali :Ya Hu" dan "Ya man Hu"&lt;br /&gt;             Aku mabok oleh piala Cinta, dua dunia lewat tanpa kutahu&lt;br /&gt;             Aku tak berbuat apa pun kecuali mabok gila-gilaan&lt;br /&gt;             Kalau sekali saja aku semenit tanpa kau,&lt;br /&gt;             Saat itu aku pasti menyesali hidupku&lt;br /&gt;             Jika sekali di dunia ini aku pernah sejenak senyum,&lt;br /&gt;             Aku akan merambah dua dunia, aku akan menari jaya sepanjang masa.&lt;br /&gt;             O Syamsi Tabrizi, aku begitu mabok di dunia ini,&lt;br /&gt;             Tak ada yang bisa kukisahkan lagi, kecuali tentang mabok dan gila-gilaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Aku mati sebagai mineral&lt;br /&gt;             dan menjelma sebagai tumbuhan,&lt;br /&gt;             aku mati sebagai tumbuhan&lt;br /&gt;             dan lahir kembali sebagai binatang.&lt;br /&gt;             Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.&lt;br /&gt;             Kenapa aku harus takut ?&lt;br /&gt;             Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Sekali lagi,&lt;br /&gt;             aku masih harus mati sebagai manusia,&lt;br /&gt;             dan lahir di alam para malaikat.&lt;br /&gt;             Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,&lt;br /&gt;             aku masih harus mati lagi;&lt;br /&gt;             Karena, kecuali Tuhan,&lt;br /&gt;             tidak ada sesuatu yang kekal abadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Setelah kelahiranku sebagai malaikat,&lt;br /&gt;             aku masih akan menjelma lagi&lt;br /&gt;             dalam bentuk yang tak kupahami.&lt;br /&gt;             Ah, biarkan diriku lenyap,&lt;br /&gt;             memasuki kekosongan, kasunyataan&lt;br /&gt;             Karena hanya dalam kasunyataan itu&lt;br /&gt;             terdengar nyanyian mulia;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;"Kepada Nya, kita semua akan kembali"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;El Jalaluddin Rumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-2937739393252565428?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/2937739393252565428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/apa-yang-mesti-ku-lakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/2937739393252565428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/2937739393252565428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/apa-yang-mesti-ku-lakukan.html' title='APA YANG MESTI KU LAKUKAN'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-5011992799283703926</id><published>2009-06-17T20:52:00.003+08:00</published><updated>2009-06-17T21:06:22.830+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SANG AKU'/><title type='text'>TAKUT</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/Sjjpp-StI_I/AAAAAAAAAFY/3_-8qop1LeQ/s1600-h/IMG_0042.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348281464807826418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/Sjjpp-StI_I/AAAAAAAAAFY/3_-8qop1LeQ/s200/IMG_0042.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:130%;"&gt;Takut&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Terkadang sesuatu sulit diucapkan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Entah kenapa enggan keluar dan berkembang berujud kejujuran...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mungkin riak yang mengikat berupa ketakutan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Takut, jika diucapkan akan berujung ketidakbahagiaan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Takut, jika terbongkar akan membuat kesedihan berlipat...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Takut, jika terlepas tidak akan membebaskan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Takut, tidak lagi punya rahasia yang bisa disimpan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Takut,...Karena kata hati mesti melewati lorong panjang...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mendapat persetujuan dari setiap saraf dan sel darah dalam tubuh...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Disahkan setiap denyut...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tak apa, biarlah tersimpan, jauh di dasar… menjadi harta karun, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sampai tiba saatnya ditemukan...!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-5011992799283703926?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/5011992799283703926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/takut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/5011992799283703926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/5011992799283703926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/takut.html' title='TAKUT'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/Sjjpp-StI_I/AAAAAAAAAFY/3_-8qop1LeQ/s72-c/IMG_0042.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-7019771007375418042</id><published>2009-06-17T20:36:00.003+08:00</published><updated>2009-06-17T20:48:48.548+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SANG AKU'/><title type='text'>PEREMPUAN BERKALUNG SURBAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/Sjjl9pJgZwI/AAAAAAAAAFQ/kohq75WU2D0/s1600-h/IMG_0169.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348277404682970882" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/Sjjl9pJgZwI/AAAAAAAAAFQ/kohq75WU2D0/s200/IMG_0169.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Perempuan...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Rimba hati,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Rumit diselami,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Susah ditelusuri,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Bahkan sampai mati,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Perempuan...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Haruskah aku mengakui,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Haruskah aku terbuka,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Haruskah aku perlihatkan,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Haruskah aku bicarakan,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Ungkapan hati...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Kenapa harus dengan kepastian,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Kenapa harus dengan jelas,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Kenapa harus diungkapkan,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Kenapa hati ini harus diperlihatkan,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku malu...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Pada Diriku...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Pada Engkau...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Pada NYA...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Pada Mereka...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Untuk Ungkapan Hati...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Perempuan Berkalung Surban...!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-7019771007375418042?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/7019771007375418042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/perempuan-berkalung-surban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/7019771007375418042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/7019771007375418042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/perempuan-berkalung-surban.html' title='PEREMPUAN BERKALUNG SURBAN'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/Sjjl9pJgZwI/AAAAAAAAAFQ/kohq75WU2D0/s72-c/IMG_0169.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-6736894860770406823</id><published>2009-06-15T18:07:00.000+08:00</published><updated>2009-06-15T18:08:11.843+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>TEKNIK MEMBACA CEPAT</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Pendahuluan&lt;a name="1"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                       &lt;table width="100%" border="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                           &lt;td width="40%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="125"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="anim/hal_1b.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_1b.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="125"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="60%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pernahkan Anda bingung menghadapi buku tebal atau tumpukan buku yang harus dipahami dalam waktu cepat. Hal ini biasanya dialami ketika kita menghadapi ujian sekolah/kuliah, membuat karya ilmiah, menyiapkan bahan presentasi, atau mempelajari dokumen-dokumen penting. Padahal waktu Anda sangat terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Rasanya tak mungkin buku itu bisa dibaca seluruhnya. Sementara Anda dituntut harus paham isi buku itu. Kondisi ini tak jarang membuat kita panik bahkan mungkin stress.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                       &lt;table width="100%" border="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                           &lt;td width="40%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="60%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="125"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="anim/hal_1a.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_1a.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="125"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tahukan Anda bahwa kekuatan mata manusia sangat luar biasa dalam menangkap simbol-simbol verbal dan non verbal dalam tulisan. Bahkan berkat kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa, mata kita mampu mengalahkan kamera secanggih apapun. Oleh karena itu sesungguhnya mata kita mampu menangkap cepat tulisan yang berupa simbol-simbol. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Potensi inilah yang bias dikembangkan untuk memahami isi bacaan secara cepat atau sering disebut membaca cepat (speed reading). Permasalahannya adalah apa kiat dan melatih membaca cepat Dalam membaca cepat ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                       &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=255&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Hambatan membaca&lt;a name="2"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Karena berbagai tuntutan tadi, mungkin Anda pernah mencoba berusaha untuk bisa membaca cepat. Berbagai cara sudah dilakukan tetapi belum berhasil. .Padahal setiap orang berpotensi untuk bisa membaca cepat. Coba Anda renungkan, barangkali ada beberapa kesalahan yang Anda lakukan ketika membaca cepat. Ada beberapa kesalahan yang umumnya dilakukan orang ketika membaca cepat, antara lain: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sub Vokalisasi&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                         &lt;td valign="middle" width="40%"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="125"&gt;                             &lt;param name="movie" value="anim/hal_2b.swf"&gt;                             &lt;param name="quality" value="high"&gt;                             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_2b.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="125"&gt;&lt;/embed&gt;                         &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td valign="top" width="60%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kesalahan &lt;i&gt;sub vokalisasi&lt;/i&gt; ini dimaksudkan adalah ketika membaca mulut dan hati sama-sama ikut berujar. Biasanya kendala ini muncul ketika Anda terbiasa mengulangi bacaan, mengeluarkan suara atau membaca dalam hati. Menurut pakar membaca cepat, kebiasaan membaca seperti ini disebabkan oleh kesalahan metode yang kita gunakan ketika pada masa kecil belajar membaca. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Misalnya metode Phonic yang memperkenalkan abjad dari A s.d. Z yang dilanjutkan dengan mengulang kata-kata. Ada juga metode Lokk say, misalnya kata “Budi” langsung disebut Budi. Biasanya guru bisa mengontrol dan mengoreksi pengucapan siswa. Menurut para ahli bahwa hal ini merupakan salah satu kendala dalam membaca cepat (speed reading), sehingga perlu dihindari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Finger Panting&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                         &lt;td width="60%"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mungkin Anda pernah mengalami atau melihat ketika membaca menggunakan pointer/penunjuk. Di sisi lain ada mitos yang mengatakan bahwa ketika membaca tak boleh menggunakan penunjuk atau jari tangan. Mitos ini dipercayai juga oleh banyak pendidik dan para orang tua yang mengajari anaknya dalam membaca. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td width="40%"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="125"&gt;                             &lt;param name="movie" value="anim/hal_3.swf"&gt;                             &lt;param name="quality" value="high"&gt;                             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_3.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="125"&gt;&lt;/embed&gt;                         &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kebiasaan membaca menggunakan penunjuk seperti ini merupakan kesalahan dalam membaca cepat yang disebut &lt;i&gt;Finger panting&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dalam perkembangannya para pakar membaca cepat justru membolehkan teknik membaca cepat menggunakan pointer/penunjuk. Alasannya adalah menggunakan penunjuk atau jari tangan dalam membaca justru dapat meningkatkan konsentarsi dan mempercepat proses membaca, karena dapat langsung mengarahkan mata pada bahan bacaaan. Jika Anda tak percaya, silahkan buktikan membaca menggunakan cara seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Regretio&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td align="center"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="162"&gt;                       &lt;param name="movie" value="anim/hal_4a.swf"&gt;                       &lt;param name="quality" value="high"&gt;                       &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_4a.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="162"&gt;&lt;/embed&gt;                   &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Secara sadar ketika membaca kadang-kadang mata kita tertuju pada kata-kata atau kalimat yang sudah di baca. Ada kalanya ketika membaca pikiran atau otak memikirkan bacaan yang lalu atau memikirkan hal lain di luar isi bacaan. Cara seperti ini dapat berakibat pada penglihatan mata kita tidak konsen pada bahan bacaan (kalimat) sehingga membaca menjadi lamban. Kebiasaan salah dalam membaca ini disebut hambatan&lt;i&gt; regretio&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;back skippin &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td align="center"&gt;&lt;div align="center"&gt;                       &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="162"&gt;                         &lt;param name="movie" value="anim/hal_4b.swf"&gt;                         &lt;param name="quality" value="high"&gt;                         &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_4b.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="162"&gt;&lt;/embed&gt;                       &lt;/object&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ketika membaca secara tidak sadar kadang-kadang kita mengulang-ulang bahan bacaan (kata atau kalimat) sebelum topik yang dibaca diselesaikan. Cara ini merupakan kesalahan membaca yang disebut &lt;i&gt; back skippin&lt;/i&gt;. Cara seperti ini dapat mengakibatkan penglihatan mata kita terhadap bahan bacaan menjadi lamban, sehingga sulit melakukan speed reading.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=255&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Model membaca cepat&lt;a name="3"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sebelum berlatih membaca cepat, kita harus paham beberapa model membaca cepat. Ada tiga model yang biasa digunakan dalam membaca cepat, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                       &lt;table width="100%" border="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                           &lt;td width="6%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="94%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Model line by line&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                               &lt;table width="100%" border="0"&gt;                                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                   &lt;td width="43%"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="125"&gt;                                       &lt;param name="movie" value="anim/hal_5a.swf"&gt;                                       &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                       &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_5a.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="125"&gt;&lt;/embed&gt;                                   &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td valign="top" width="57%"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Model line by line&lt;/i&gt; atau sering disebut model garis per garis. Membaca model ini kata-kalimat dalam bahan bacaan dibaca secara berurutan dari baris pertama hingga baris terakhir secara beurutan. Model ini biasanya digunakan untuk bacaan yang bersifat padat, materi bacaan yang relative baru &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                   &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;(masih asing), atau banyak menggunakan kata-kata atau istilah asing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Model Spiral&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                               &lt;table width="100%" border="0"&gt;                                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                   &lt;td width="43%"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="125"&gt;                                       &lt;param name="movie" value="anim/hal_5b.swf"&gt;                                       &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                       &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_5b.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="125"&gt;&lt;/embed&gt;                                   &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td width="57%"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Membaca cepat Model Spiral. Ketika membaca kita tidak membaca seluruh isi bacaan, tetapi dibaca secara gigzag seperti spiral. Penggabungan kata/kalimat dalam bacaan menggunakan rasio dan pemikiran kita, sehingga kita mengimpulkan sendiri dari kata-kata kunci yang dibaca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                   &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                                   &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Model Melingkar&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                               &lt;table width="100%" border="0"&gt;                                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                   &lt;td width="43%"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="125"&gt;                                       &lt;param name="movie" value="anim/hal_5.swf"&gt;                                       &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                       &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_5.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="125"&gt;&lt;/embed&gt;                                   &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;td valign="top" width="57%"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Model melingkar atau mencari kata kunci. Di sini pembaca tidak membaca semua kata/kalimat dalam bacaan tetapi dicari kata kunci (key word). Kata-kata kunci ini menjadi acuan untuk memahami isi bacaan dan dihubungkan melalui logika dan pemikiran si pembaca. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                                 &lt;tr&gt;                                   &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Model ini biasanya digunakan untuk membaca informasi yang sifatnya ringan. Milsanya membaca Koran, majalah, dll. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                 &lt;/tr&gt;                               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=255&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                     &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Teknik membaca cepat&lt;a name="4"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Untuk bisa membaca cepat memang perlu teknik tertentu. Secara umum ada dua teknik membaca yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                       &lt;table width="100%" border="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                           &lt;td width="6%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="94%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Teknik Scanning &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="162"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="anim/hal_2b.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_2b.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="162"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Teknik membaca scanning adalah membaca suatu informasi dimana bacaan tersebut dibaca secara loncat-loncat dengan melibatkan asosiasi dan imajinasi, sehingga dalam memahami bacaan tersebut kita dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan kata-kata sendiri. Jadi dalam teknik ini tidak seluruh kata/kalimat dibaca. Biasanya kata-kata kunci yang menjadi perhatian pembaca. Sebagai gambaran nyata, teknik ini bias diilustrasikan seperti kita sedang membaca Koran, mencari judul-judul atau topic berita yang dianggap menarik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Teknik Skimming &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="162"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="anim/hal_6.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_6.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="162"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Teknik membaca Skimming adalah membaca secara garis besar (sekilas) untuk mendapatkan gambaran umum isi buku. Setelah itu kita melacak informasi yang ingin kita ketahui secara mendalam. Untuk memperlancar proses skimming maka lakukanlah terlebih dahulu membaca daftar isi, kata pengantar, pendahuluan, judul atau sub judul, serta kesimpulan. Dari bagian-bagian buku ini minimal kita bisa menafsirkan apa inti dari isi buku yang akan kita baca tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Teknik ini biasanya dilakukan ketika kita mencari sesuatu yang khusus dalam teks. Sebagai gambaran teknik ini bisa diilustrasikan seperti kita mencari arti kata dalam kamus, atau mencari nomor telpon dalam buku telpon. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;table width="510"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;          &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt; &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=255&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Langkah-langkah membaca cepat&lt;a name="5"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sebelum melatih membaca cepat, kita perlu paham beberapa langkah membaca cepat, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                       &lt;table width="100%" border="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                           &lt;td width="6%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="94%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Langkah pertama adalah persiapan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tahap persiapan ini dimulai dengan membaca judul. Judul ini kita coba menafsirkannya sesuai dengan asosiasi dan imajinasi serta pengalaman yang telah kita alami. Kita bisa menafsirkan isi bacaan dari judul yang dibaca. Hubungkan pengalaman/wawasan yang kita miliki sengan judul bahan bacaan yang akan dibaca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kemudian perhatikan gambar dan keterangan gambar dari materi yang akan dibaca. Biasanya gambar atau ilustrasi dalam buku mengilustrasikan isi bacaan. Oleh karena itu symbol visual ini dapat membandtu kita memahami isi bacaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="125"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="anim/hal_8.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_8.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="125"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Selanjutnya kita perlu memperhatikan huruf cetak tebal/huruf miring. Huruf yang dicetak berbeda ini melambangkan kata/kalimat penting dalam isi bacaan. Langkah selanjutnya adalah membaca alinea awal dan akhir. Alinea awal mengantarkan pembaca pada isi bacaan, sedangkan aliena akhir biasanya berupa pokok pikiran dari isi bacaan. Melalui aliena awal dan akhir ini dapat membantu kita menafsirkan keseluruhan isi bacaan. Kemudian kita perlu baca juga rangkuman bacaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Langkah kedua adalah pelaksanaan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="125"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="anim/hal_9.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_9.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="125"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Jika kita telah melaksanakan tahap persiapan tadi, kita sudah bisa membayangkan gambaran umum isi bacaan dalam buku yang akan kita baca. Selanjutnya kita dapat memulai membaca cepat dengan menggunakan dua teknik tadi yaitu scaning dan skimming. Di sini kita bisa mencari kata-kata kunci yang ada dalam kalimat, selanjutnya dihubungkan melalui asosiasi dan imajinasi kita sehinga bisa dengan cepat mengambil inti sari isi bacaan tampa harus membaca seluruh isi buku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt; &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=255&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Latihan membaca cepat&lt;a name="6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Untuk menguasai keterampilan membaca cepat, kita perlu latihan. Latihan ini meliputi latihan otot mata, pheriperial mata, dan latihan pernapasan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                       &lt;table width="100%" border="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                           &lt;td width="6%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="94%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Melatih Otot Mata &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="162"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="anim/hal_10a.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_10a.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="162"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Melatih otot mata dapat dilakukan dengan cara gerakan bola mata dalam keadaan terpejam ke atas ke bawah, lalu samping kiri dan kanan. Latihan ini harus dilakukan secara continue minimal selama 14 hari, masing-masing selama lima menit tanpa harus putus. Apabila satu hari saja tidak latihan, maka otot mata akan kembali ke keadaan sebelum latihan. Animasi Melatih Otot Mata &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Melatih Pheriperal Mata&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="162"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="anim/hal_10b.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_10b.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="162"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Melatih pheriperal mata dapat dilakukan dengan cara pandangan mata mengikuti gerakan telunjuk di depan mata. Tujuannya agar mata kita dapat menjangkau seluruh bacaan tanpa menggeleng-gelengkan kepala, karena menggelengkan kepala itu menghambat membaca cepat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Melatih Pernapasan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                             &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="162"&gt;                               &lt;param name="movie" value="anim/hal_10c.swf"&gt;                               &lt;param name="quality" value="high"&gt;                               &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_10c.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="162"&gt;&lt;/embed&gt;                             &lt;/object&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Melatih prnapasan dapat dilakukan dengan cara tarik napas panjang keluarkan secara perlahan. Kemudian latihan konsentrasi yang berhubungan dengan sikap duduk, tegak, libatkan asosiasi dan imajinasi. Di sini usahakan seolah-olah sedang berkomunikasi dengan sang penulis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=255&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Penutup&lt;a name="7"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tentunya Anda sudah paham dengan penjelasan tadi. Hakekat membaca cepat adalah memahami isi bacaan secara cepat. Ternyata memahami sebuah buku, tidak harus membaca seluruh isi buku. Melalui teknik membaca cepat yang dijelaskan di atas kita bisa memahami sebuah buku dengan relatif cepat tanpa harus membaca seluruh isi buku. Untuk bisa membaca cepat ini kadang-kadang dihadapkan kepada beberapa hambatan. Kunci utama mengatasi hambatan-hambatan ini adalah ada keinginan untuk merubah kebiasaan membaca yang merugikan tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Selanjutnya kita perlu memahami model membaca cepat, seperti model line by line, model spiral, dan model melingkar. Yang lebih penting lagi kita perlu paham teknik membaca cepat, baik skimming maupun scanning, serta langkah-langkah dalam membaca cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                       &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="162"&gt;                         &lt;param name="movie" value="anim/hal_4b.swf"&gt;                         &lt;param name="quality" value="high"&gt;                         &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_255/anim/hal_4b.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="162"&gt;&lt;/embed&gt;                       &lt;/object&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pemahaman tentang teori membaca cepat ini belumlah cukup karena membaca cepat merupakan aspek keterampilan. Oleh karena itu kita harus berlatih menerapkan model dan teknik membaca cepat tersebut. Melatih membaca perlu dilakukan secara rutin dan kontinue. Dengan cara ini Anda akan terbiasa membaca cepat. Selanjutnya Anda akan senang membaca walaupun dihadapkan kepada tumpukan buku banyak dan tebal. Selamat berlatih!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt; &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=255&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-6736894860770406823?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/6736894860770406823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/teknik-membaca-cepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/6736894860770406823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/6736894860770406823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/teknik-membaca-cepat.html' title='TEKNIK MEMBACA CEPAT'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-7760039395369264192</id><published>2009-06-15T17:58:00.000+08:00</published><updated>2009-06-15T17:59:04.464+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>PERSIAPAN MENGHADAPI UJIAN</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;               &lt;table id="table1" width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;           &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Menurut Bertens, dosen filsafat salah satu perguruan tinggi di Jakar,              proses beajar seperti proses memasang paku. Proses menancapkan paku              di balok tidak cukup sekli, tetapi perlu berulang kali mengetok hingga              paku menancap dengan kokoh. Belajar juga begitu. Menurut dia, penancap              paku pertama adalah guru/dosen. Selanjutnya proses mengetok hingga              ilmu menancap perlu dilakukan sendiri oleh pelajar/mahasiswa. Tidak              cukup sekali namun perlu berulang kali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;                        &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr1hal1.jpg" width="220" height="220" /&gt;                             &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="220"&gt;                           &lt;param name="movie" value="anim/anim2.swf"&gt;                           &lt;param name="quality" value="high"&gt;                           &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/anim/anim2.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="220"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                         &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;            Selain belajar giat, bagaimana caranya agar ujian nanti anda tidak              gagal?&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Sukses atau gagalnya ujian yang anda hadapi tergantung dari kesiapan              fisik dan mental anda. Berikut ini diberikan tiga langkah untuk mempersiapakan              fisik dan mental anda dalam menghadapi ujian, yaitu: teknik mengulang              pelajaran, langkah-langkah sebelum ujian, dan teknik pada saat ujian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Teknik     Mengulang Pelajaran&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;table id="table4" width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;       &lt;table style="border-collapse: collapse;color:#111111;" id="table5" width="100%" border="0" border cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;M&lt;span lang="IN"&gt;ereview            semua bahan yang akan diujikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;U&lt;span lang="IN"&gt;payakan            untuk mempelajari semua materi yang akan diujikan dari awal hingga            akhir. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengetahui dan menyimpan            memori materi pelajaran dengan lebih terorganisasi. Ingat!, jangan            berlama-lama mempelajari materi yang sudah Anda kuasai.            Berlama-lamalah memperlajari materi yang belum Anda fahami, pelajari            terus sampai akhirnya Anda bisa membuat konsep dengan bahasa Anda            sendiri&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mengingat            ide utama dan hal-hal penting dalam setiap topik materi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;               &lt;td width="95%"&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Upayakan                    untuk mencatat ide utama dan hal-hal penting dari setiap topik                    materi yang akan diujikan. Tinggalkan catatan pelajaran yang                    panjang dan bertele-tele. Selama 10 hari sebelum ujian, sediakan                    waktu 15 menit setiap hari untuk membaca ulang catatan tersebut.                    Fahami seluruh materi ujian sehari sebelum ujian dimulai. Dengan                    cara ini , Anda secara phsykologis sudah siap mental, karena                    meskipun belum terhafalkan secara konsep, tetepi tidak ada materi                    yang belum Anda fahami. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;                    &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="220"&gt;                     &lt;param name="movie" value="anim/anim3.swf"&gt;                     &lt;param name="quality" value="high"&gt;                     &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/anim/anim3.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="220"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                  &lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;M&lt;span lang="IN"&gt;emperbanyak            frekwensi belajar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;elajar                    10 kali 1 jam lebih baik dari 1 kali 10 jam. Artinya: orang                    yang sama-sama menghabiskan waktu untuk belajar 10 jam, hasilnya                    akan lebih baik apabila dilakukan selama 10 hari dengan 1 jam                    setiap hari dari pada 10 jam langsung dihabiskan dalam sehari                    belajar. Belajar tanpa istirahat juga dilarang. Menurut neoroscience                    kemampuan otak berknsentrasi penuh kurang lebih 30 menit. Oleh                    karena itu, setelah 30 menit belajar, Anda harus berdiri, berjalan                    keliling ruangan, atau menari juga boleh. Kalau mau ngemil,                    juga boleh asal jangan terlalu banyak. Setelah itu, kembali                    lagi belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                   &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="220"&gt;                     &lt;param name="movie" value="anim/anim4.swf"&gt;                     &lt;param name="quality" value="high"&gt;                     &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/anim/anim4.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="220"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;          &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;table style="border-collapse: collapse;color:#111111;" id="table6" width="100%" border="0" border cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;   4.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;   Memilih waktu belajar yang            tepat.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Sering kali Anda tidur            dulu 1-2jam sebelum bangun dan belajar. Salah besar, kenapa? Karena            apabila Anda belajar pada saat badan masih segar proses belajar akan            lebih cepat. Waktu belajar yang paling bagus adalah sebelum makan            malam dan beberapa jam sesudahnya. Anda tidak perlu belajar sampai            larut malam. Karena tidur cukup, pada saat mengikuti ujian keesokan            harinya, dijamin badan Anda jauh lebih segar dan ingatan Anda jauh            lebih lancar.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Memilih tempat belajar            yang tenang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;               &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kunci lainya dalam belajar                  adalah jangan pilih tempat belajar yang berisik dan banyak gangguan.                  Satu lagi yang penting matikan televisi dan radio sewaktu Anda                  belajar.&lt;br /&gt;    &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr5hal3.jpg" width="400" height="282" /&gt;&lt;br /&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Memperkirakan pertanyaan            yang akan keluar.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan yang            akan keluar dalam ujian harus Anda perkirakan. Pilih jumlah pertanyaan            yang paling maksimal jangan sebaliknya.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Berdiskusi dengan teman            dalam kelompok belajar.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Walau kedengarannya kuno,                    metode belajar kelompok tetap efektif. Kumpulkan 4-5 orang teman                    dalam satu kelompok belajar. Kemudian, bagi rata materi yang                    akan dikeluarkan dalam ujian kepada setiap anggota. Setiap anggota                    diharuskan mempelajari materi yang telah dipilih hingga faham                    dan mengajarkannya ke anggota kelompok belajar lainya. Setiap                    anggota harus benar-benar mengerti topik yang diajarkan salah                    seorang temanya, sebelum pindah giliran. Dengan cara ini, suasana                    belajar akan lebih menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;    &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr6hal3.jpg" width="270" height="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;     Langkah-langkah Sebelum Ujian&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table id="table8" width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Hindari tidur hinggal            larut malam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Jangan memporsir diri                    pada malam hari sebelum ujian berlangsung. Karena waktu yang                    sangat pendek tidak akan bisa memaksakan masuknya memori atas                    apa yang mesti Anda fahami dalam jangka waktu yang panjang.                    Pemaksaan diri seperti ini justru bisa menimbulakan kepanikan                    dan sangat mungkin membuat Anda “blank” pada saat ujian berjalan.                    &lt;/span&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                   &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="220"&gt;                     &lt;param name="movie" value="anim/anim7.swf"&gt;                     &lt;param name="quality" value="high"&gt;                     &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/anim/anim7.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="220"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                  &lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Jangan lupa menjaga            kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Jangan sampai Anda sakit                    pada saat mengikuti ujian. Bila itu terjadi, semua yang sudah                    Anda lakukan bisa buyar. Kalaupun bisa mengikuti ujian, Anda                    akan tetap sulit konsentrasi penuh dalam kondisi tubuh yang                    kurang nyaman. Hasilnya tidak akan memuaskan. Anda tahu kan                    bagai mana menjaga kesehatan? Jangan biarkan perut kosong dan                    jangan kurang tidur.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;    &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr8.jpg" width="300" height="200" /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Siapkan peralatan yang            dibutuhkan dalam ujian dengan baik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Setiap ujian membutuhkan                    peralatan yang berbeda, misalkan ujian gambar berbeda dengan                    ujian tertulis biasa. Peralatan ujian yang bisa disiapakan adalah                    pensil, pulpen, kalkulator, kamus, penghapus, tip ex dan penggaris.&lt;/span&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;    &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr9.jpg" width="300" height="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;                 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;table style="border-collapse: collapse;color:#111111;" id="table9" width="100%" border="0" border cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Usahakan datang lebih            awal sebelum ujian dilaksanakan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Dengan datang lebih awal                    (minimal 15 menit sebelum ujian dilaksanakan) Anda akan punya                    waktu untuk mempersiapkan mental dan fisik Anda yang akhirnya                    akan membantu Anda untuk lebih konsentrasi selama mengerjakan                    ujian. &lt;/span&gt;                 &lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;     &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr10.jpg" width="350" height="200" /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Hindari stress/gugup,            bersikaplah tenang dan berdo’a.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Stress dalam menghadapi                    ujian dapat menyebabkan sakit perut, pusing dan badan berkeringat.                    Hal ini dapat mengganggu konsentrasi Anda pada saat menjalani                    ujian. Setelah semua udah dilakukan, jangan luap untuk berdoa                    kepada Tuahn Yang Maha Kuasa atsa upaya tyang telah Anda lakukan.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;    &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr11.jpg" width="350" height="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;     Teknik Pada Saat Ujian&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table id="table11" width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;       &lt;table style="border-collapse: collapse;color:#111111;" id="table12" width="100%" border="0" border cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Awali dengan do’a&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Sebelum mengerjakan soal                    ujian, biasakalah untuk berdoa. Dengan berdoa Anda akan menjadi                    tenang, santai dan tidak tegang, lebih percaya diri, serta siap                    dfalam mengerjakan setiap soal ujian. Kondisi tegang pada saat                    ujian akan merusak konsentrasi Anda.&lt;/span&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;    &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr12.jpg" width="350" height="183" /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Bacalah petunjuk/perintah            pengerjaan soal ujian dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Sebelum mulai mengerjakan            soal ujian, bacalah petunjuk pengerjaan soal ujian ayng terdapt dalam            naskah ujian dengan baik dan tidak terburu-buru. Pada beberapa ujian,            petunjuk pengerjaan soal ujian disampakan oleh pengawas. Dengarkanlah            penjelasan pengawas dengan baik dan saksama, sebab sering kali            petunjuk untuk menjawab soal ujian yang satu berbeda dengan soal ujian            yang lain.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kerjakan dahulu soal            ujian yang Anda anggap mudah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Dengan mengerjakan            terlebih dahulu soal yang Anda anggap mudah/bisa dengan cepat            dikerjakan, maka Anda akan mengemat waktu dalam menawab soal ujian.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Bacalah soal ujian            dengan teliti, pahami maksudnya, baru kemudian Anda menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Jangan pernah mengerjakan                    soal ujian secara terburu-buru, karena akan menyebabkan jawaban                    Anda tidak maksimal.bacalah soal ujian dengan teliti kemudian                    pahami maksud soal tersebut, setelah itu baru Anda jawab.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                   &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="250" height="130"&gt;                     &lt;param name="movie" value="anim/anim13.swf"&gt;                     &lt;param name="quality" value="high"&gt;                     &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/anim/anim13.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="250" height="130"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;                  &lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kerjakan sendiri sesuai            dengan kemampuan Anda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;jangan pernah menyontek                    jawaban teman Anda, karena mungkin jawaban teman Anda salah.                    Oleh karena itu kerjakan soal ujian sesuai dengan keyakinan                    dan kemampuan Anda sendiri. Yakilah bahwa Anda lebih siap dari                    teman Anda.&lt;/span&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;    &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr14.jpg" width="350" height="200" /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Ikuti teknik menjawab            soal pilihan ganda.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Langsung abaikan pilihan            jawaban yang Anda tahu salah. Jika hukuman pengurangan nilai            digunakan(ada nilai minus), jangan menebak suatu pilihan ketika Anda            tidak tahu secara pasti. Tetapi jika tidak ada nilai minus, pilihlah            salah satu jawaban yang menurut Anda benar walaupun tidak tahu secara            pasti. Pilihan Anda yang pertama biasanya benar, jangan menggantinya            kecuali Anda yakin akan koreksi yang dilakukan.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Ikuti teknik menjawab            soal esai.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pikirkan dahulu sebelum                    Anda menulis. Buatlah kerangka jawaban singkat untuk esai dengan                    mencatat dulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Kemudian beri                    nomor ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak dituliskan                    lebih dahulu. Usahakan untuk menuliskan secara langsung point                    pertama dari jawaban sehingga jawaban Anda tidak akan melenceng                    kemana-mana. Usahakan dijawab sekalipun tidak tahu secara pasti,                    penilai akan memberi nilai penghargaan atas jawaban/usaha Anda.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;    &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr15.jpg" width="350" height="200" /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="5%"&gt; &lt;/td&gt;           &lt;td width="95%"&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td valign="top" width="5%"&gt;8&lt;/td&gt;           &lt;td rowspan="2" width="95%"&gt;       &lt;table style="border-collapse: collapse;color:#111111;" id="table13" width="100%" border="0" border cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="100%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Periksa kembali seluruh            jawabanmu.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="100%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Bila semua soal ujain                    telah selesei Anda kerjakan, jangan terburu-buru keluar ruangan.                    Pergunakan sisa waktu yang ada untuk memeriksa dan membaca kembali                    jawaban Anda sehingga bila ada kekurangan dapat segera Anda                    perbaiki.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;    &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_254/images/gbr16.jpg" width="350" height="200" /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="100%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Akhiri dengan do’a.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td width="100%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Sebagaimana Anda berdo’a            untuk mulai mengerjakan soal ujian, beroalah juga setelah selesai            mengerjakan soal ujian. Semoga apa yang sudah Anda kerjakan benar dan            mendapat nilai yang baik&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;         &lt;tr&gt;           &lt;td valign="top" width="5%"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   9&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;        &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;     Penutup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table id="table14" width="100%" border="0"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                   &lt;td&gt;       &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;       &lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Bila tiga langkah untuk        mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi ujian sudah Anda lakukan,        sebenarnya Anda sudah memperbesar peluang untuk bisa mencapai nilai ujian        yang memuaskan.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Ingat!&lt;br /&gt;      Keberhasilan atau kesuksesan merupakan suatu yang membahagiakan. Untuk        meraihnya Anda harus belajar dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu        tanamkan dalam diri Anda bahwa belajar adalah suatu kewajiban, karena        dengan belajar Anda dapat mengembangkan diri.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Selamat belajar semoga sukses!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-7760039395369264192?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/7760039395369264192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/persiapan-menghadapi-ujian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/7760039395369264192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/7760039395369264192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/persiapan-menghadapi-ujian.html' title='PERSIAPAN MENGHADAPI UJIAN'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-1135020955421531166</id><published>2009-06-15T17:20:00.004+08:00</published><updated>2009-06-15T17:28:29.468+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FISIKA'/><title type='text'>DI BALIK KEDAHSYATAN ENERGI NUKLIR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjYSxeNFjuI/AAAAAAAAAEo/pDfw7Ek9A6w/s1600-h/nuclear-bomb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjYSxeNFjuI/AAAAAAAAAEo/pDfw7Ek9A6w/s320/nuclear-bomb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347482248679886562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemboman dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, yang menandai berakhirnya perang dunia kedua. Begitu besar dan luasnya dampak bom atom (tepatnya bom nuklir) secara fisik dan politik terhadap dunia dan bahkan masih tersisa sampai saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;" class="entry"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita juga mungkin sulit untuk menghilangkan trauma atas musibah meledaknya reaktor nuklir Chernobyl yang menimbulkan dampak sosial ekonomi yang sangat besar. Dan bahkan, kerugian yang besar akibat hancurnya reaktor chernobyl sampai saat ini masih dijadikan alasan bagi penggiat lingkungan untuk terus menghalang-halangi upaya pengembangan energi nuklir dalam bentuk pembangkit listrik.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada baiknya kita memahami skema atau teori yang tersembunyi di balik dahsyatnya energi nuklir sebagaimana yang efeknya telah bersama-sama kita ketahui. Dari sini kita dapat melihat potensi lain pengembangan energi nuklir yang dapat dimanfaatkan bagi kemaslahatan umat manusia ketimbang menggunakannya untuk tujuan-tujuan yang tidak bijaksana dan tidak bertanggung jawab.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Gaya Inti dan Defek Massa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Telah kita ketahui bersama bahwa inti atom merupakan bagian inti dari suatu atom sebagai penyusun materi. Inti atom terdiri atas dua partikel, yaitu proton dan neutron atau secara bersama disebut nukleon, yang terikat dan bergabung bersama. Gaya tolak antara proton-proton yang bermuatan positif di dalam inti atom seharusnya dapat memisahkan nukleon-nukleon di dalam inti atom. Namun pada kenyataannya proton-proton dan neutron dapat bergabung di dalam inti atom. Ini menunjukkan ada gaya lain yang lebih kuat yang bekerja di antara nukleon yang membuat nukleon-nukleon dapat bersatu di dalam inti atom. Gaya ini disebut gaya ikat inti atau gaya nuklir.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Fakta lain dari inti atom adalah massa inti atom selalu lebih kecil daripada massa partikel-partikel penyusunnya, yaitu jumlah massa proton dan massa neutron. Jadi, terdapat selisih massa antara jumlah massa proton dan neutron dengan massa inti keseluruhan. Selisih massa ini disebut defek massa.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Kesetaraan Massa dan Energi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam mengembangkan teorinya tentang relativitas, Einstein sampai kepada satu kesimpulan yang di kemudian hari menjadi begitu penting. Einstein menyimpulkan bahwa terdapat kesetaraan antara massa dan energi yang dirumuskan dalam persamaannya yang terkenal, yang sangat identik dengan dirinya&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 3pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2889" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/einstein01.gif" alt="einstein01" width="56" height="21" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Persamaan ini menyiratkan adanya kaitan antara massa sebuah benda dan energinya, dimana dapat dikatakan bahwa massa dapat diubah menjadi energi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada mulanya, kesetaraan massa dan energi belum menjadi prinsip penting. Sampai disadari bahwa terdapat hubungan antara gaya ikat inti dan defek massa di dalam inti atom. Jika prinsip kesetaraan massa dan energi ini diterapkan pada inti atom, bisa dikatakan bahwa massa yang hilang (defek massa) telah diubah menjadi energi untuk mengikat nukleon-nukleon di dalam inti atom. Jadi, defek massa bersesuaian dengan energi ikat inti.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Demikian halnya dengan reaksi nuklir, teramati berkurangnya sejumlah massa dalam reaksi nuklir dimana sebuah inti atom dapat diubah menjadi inti atom lain disertai dengan pelepasan energi yang sangat besar. Energi yang sangat besar yang dihasilkan dari reaksi nuklir berasal dari perubahan sejumlah massa inti yang bereaksi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Energi Nuklir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi, bisa disimpulkan bahwa energi nuklir dihasilkan dari perubahan sejumlah massa inti atom ketika berubah menjadi inti atom yang lain dalam reaksi nuklir.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mekanisme di dalam inti atom melibatkan berkurangnya sejumlah massa dari inti atom yang diubah menjadi energi nuklir. Ketika inti atom bereaksi atau mengalami pembelahan dan berubah menjadi inti atom yang lain disertai pelepasan sejumlah partikel, sebagian massa inti atom menjadi berkurang yang ditandai dengan pelepasan energi yang besar dari dalam inti berupa panas atau energi kinetik. Dalam setiap mekanisme dimana massa berkurang maka telah terjadi perubahan massa menjadi energi nuklir. Hal ini sesuai dengan prinsip kesetaraan massa-energi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Energi nuklir yang dihasilkan dalam mekanisme inti atom dan reaksi nuklir begitu besar. Ini tidak lepas dari kenyataan bahwa inti atom merupakan bagian dari atom sebagai penyusun materi, dimana jumlah atom di dalam materi adalah jumlah yang sangat besar yang diwakili oleh suatu bilangan yang dinamakan bilangan avogadro. Bilangan ini adalah bilangan yang sangat besar, yaitu&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="position: relative; top: 5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2888" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2009/03/avogadro.gif" alt="avogadro" width="70" height="24" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bayangkan, 1 kg massa inti yang mengalami pembelahan dapat menghasilkan energi sebesar puluhan juta kilowatt jam (kWh). Ini sama saja dengan energi yang dapat digunakan untuk menyalakan lampu 100 W selama 30 ribu tahun, wow! Tidak heran jika efek dari bom nuklir demikian dahsyatnya, karena energi yang dihasilkan memang sangat besar.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan jumlah energi yang demikian dahsyat, sebagaimana yang kita lihat dalam bom nuklir, energi nuklir menyimpan potensi yang luar biasa. Jika energi yang dahsyat ini dapat dikendalikan dan dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih bijaksana, tentu potensi energi nuklir layak untuk dipertimbangkan dan dikembangkan sebagai salah satu alternatif sumber energi selain minyak bumi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;foto:encefalus.com&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-1135020955421531166?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/1135020955421531166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/di-balik-kedahsyatan-energi-nuklir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/1135020955421531166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/1135020955421531166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/di-balik-kedahsyatan-energi-nuklir.html' title='DI BALIK KEDAHSYATAN ENERGI NUKLIR'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjYSxeNFjuI/AAAAAAAAAEo/pDfw7Ek9A6w/s72-c/nuclear-bomb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-1485272514678211310</id><published>2009-06-15T17:06:00.004+08:00</published><updated>2009-06-15T17:12:37.569+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FISIKA'/><title type='text'>NUKLEOAKTIVITAS DAN PERCOBAAN TERBESAR DI BUMI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjYQFLXuY7I/AAAAAAAAAEg/zOrZCCqL9zc/s1600-h/jpgnukleo-300x252.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 252px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjYQFLXuY7I/AAAAAAAAAEg/zOrZCCqL9zc/s320/jpgnukleo-300x252.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347479288686732210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:arial;"&gt;Fisikawan Ernst Rutherford tampil ke permukaan setelah perbincangan tentang struktur atom memanas. Beliau adalah seorang eksperimentalis gigih yang hanya bersedia mengajukan model teori berdasarkan percobaan dan berbagai perhitungan handal yang ia pahami. Ketika itu, beliau sedang menjabat sebagai profesor fisika di Universitas Manchester, dan bersama mahasiswa-mahasiswanya, beliau mengadakan riset untuk menyelidiki radioaktivitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada tahun 1908, Rutherford mendapatkan     ilham: jangan-jangan penembakan partikel alfa ke suatu bahan akan memberi petunjuk dalam mempelajari struktur atom. Bersama dengan Hans Geiger dan Marsden, ia mempelajari penghamburan partikel alfa ketika ditembakkan ke selaput tipis emas. Mikroskop mengamati percikan-percikan sinar kecil pada saat partikel alfa menumbuk layar berpendar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada percobaan pertama ditemukan bahwa sebagian besar hamburan bersudut kecil, sekitar 10&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;. Tapi ada juga partikel-partikel alfa yang dihamburkan dengan sudut yang mencapai 100&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; bahkan lebih. Hal itu jauh lebih besar dari perkiraan model kismis, model atom yang diterima ketika itu. Pada mulanya Rutherford tidak yakin ada partikel yang dihamburkan dengan sudut yang lebih besar lagi, namun ia pun tak menutup kemungkinan untuk mencobanya. Eksperimen pun dikembangkan dengan meliputi layar berpendar pada sisi-sisi objek selaput tipis emas, sehingga semua kemungkinan hamburannya bisa diselidiki. Bukan main kagetnya ketika mereka menemukan ternyata ada partikel alfa yang dipantulkan. “Betul-betul tidak masuk akal! Itu seperti menembakkan peluru 15 inchi ke selembar kertas tisu, tapi peluru tersebut justru memantul balik”, demikian Rutherford berkomentar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Atom Nuklir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berbagai penafsiran selanjutnya memunculkan model atom nuklir. Pantulan-pantulan balik tersebut dipastikan akibat tumbukkan tunggal. Berdasarkan perhitungan matematis yang matang, hasil sebesar itu mustahil didapatkan kecuali jika massa atom terkumpul pada inti yang kecil di pusatnya. Dari percobaan hamburan itu, ukuran inti bisa diperkirakan. Kalau partikel alfa bergerak lurus mendekati inti, energi kinetiknya akan diubah menjadi anergi potensial listrik, sehingga gerakannya akan melambat, melambat, dan akhirnya berhenti. Oleh karena itu, jarak terdekat antara partikel alfa dan inti bisa dihitung dengan hukum kekekalan energi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari perhitungan Rutherford didapatkan bahwa inti hanya menempati 1×10&lt;sup&gt;-9&lt;/sup&gt; atau seper-semiliar ruang atom. Jadi, atom hampir kosong sama sekali. Sebagian besar partikel, misalnya alfa, beta, gama, elektron, neutron, dan sebagainya, mampu menembus ribuan lapisan atom dalam selaput logam, dan sesekali akan terjadi pemantulan balik. Berdasar hal ini, Rutherford selanjutnya memberanikan diri untuk mengajukan model atom yang mirip tata surya. Ia berasumsi bahwa atom tersusun atas elektron-elektron yang selalu mengitari inti, seperti planet-planet yang selalu mengelilingi matahari. Tarikan listrik menimbulkan gaya sentripetal yang mempertahankan elektron bergerak pada orbitnya, seperti planet-planet yang senantiasa mempertahankan diri terhadap gravitasi matahari sehingga membentuk orbit-orbit tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Model Rutherford menimbulkan persoalan lain, jika elektron bergerak mengelilingi inti, berarti ada percepatan yang timbul. Kalau demikian adanya, mengapa atom tidak memancarkan radiasi kontinyu sebagaimana diperkirakan Teori Elektromagnetisme? Elektron akan bergerak spiral terhadap inti, sehingga ia akan jatuh ke dalam inti. Dengan begitu, elektron akan kehilangan energinya, runtuh-hancur berkeping-keping, dalam sepersekian detik. Hal itu menunjukkan bahwa asumsi-asumsi fisika klasik terutama Teori Elektromagnetisme tidak bisa diterapkan, dan bahkan karena ukuran massa partikel-partikel subatomik terlampau kecil, gravitasi dan mekanika Newton pun bisa diabaikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;strong&gt;Nukleoaktivitas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Arus fisika yang berkembang seabad terakhir ini bersumber dari mata air ini. Bagaimana jika sekarang ada mata air baru yang berpotensi jauh lebih deras? Mata air itu bernama “Nukleoaktivitas”. Nukleoaktivitas adalah sistem yang terletak pada pusat setiap partikel, termasuk elektron. Nukleoaktivitas memiliki tungku energi yang menjadikan elektron-elektron mandiri dalam aktivitasnya, termasuk dalam berinteraksi dengan partikel-partikel lain. Oleh karena itu, dalam model Rutherford, elektron tidak perlu bergerak spiral dan akhirnya jatuh ke dalam inti. Elektron memiliki energi untuk mempertahankan diri terhadap tarikan gravitasi dan elektromagnetisme inti, seperti planet-planet terhadap matahari. Dan nukleoaktivitas adalah sumber dari energi yang dimaksud. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam hal ini, nukleoaktivitas memiliki dua peran penting, di samping sebagai sumber kekuatan inti juga sebagai dapur pembentukan partikel. Setelah nukleoaktivitas teraktivasi, ia akan menyerap gelombang-gelombang yang berada di sekitarnya terus-menerus. Gelombang-gelombang yang berfrekuensi sama akan berkumpul dalam unit nukleoaktivitas untuk kemudian membentuk unit-unit nukleoaktivitas yang lebih kecil lagi. Mereka akan membuat sistem sendiri, dan menyerap gelombang-gelombang yang frekuensinya sama. Unit-unit itu terus memadat sampai suatu kelembaman tertentu sehingga terbentuklah partikel definitif. Jenis partikel ditentukan oleh seberapa besar frekuensi gelombang yang terlibat, misalnya elektron terbentuk dari frekuensi x Hertz dan kuark dibentuk dari frekuensi y Hertz, dengan variabel-variabel lain yang mungkin ikut berperan. Dengan kemampuan berinteraksinya, partikel-partikel yang telah terbentuk akan bergeser menjauhi pusat hingga mereka akan keluar dari sistem nukleoaktivitas induk. Mereka akan menempel di luar dinding nukleoaktivitas dan saling berinteraksi. Semakin waktu berjalan, semakin banyak partikel-partikel pengotor menempel di dinding nukleoaktivitas. Akumulasinya akan membentuk selubung yang terus bertumbuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada selubung yang sangat dinamis tersebut, beberapa partikel membentuk struktur yang lebih kompleks dan beberapa yang lain tetap menyendiri. Aktivitas pembentukan struktur tersebut dikenal sebagai reaksi fusi, yang diyakini para fisikawan sebagai satu-satunya sumber energi bintang, dan reaksi fisi. Tiga kuark tipe tertentu bergabung melalui suatu reaksi membentuk proton atau inti hidrogen. Proton, elektron, dan neutrino bergabung melalui suatu reaksi membentuk neutron. Empat inti hidrogen dan beberapa neutron bergabung melalui reaksi-reaksi rumit membentuk satu inti helium. Dua puluh inti hidrogen dan beberapa neutron melalui reaksi yang lebih rumit bergabung satu sama lain membentuk inti magnesium. Dan seterusnya semakin massif unsur yang terbentuk, semakin rumit reaksi-reaksinya. Beberapa struktur massv memiliki isotop yang tidak stabil, misalnya Uranium dan Plutonium. Jika misalnya ada neutron yang menabrak mereka, maka akan terjadi reaksi fisi sehingga mereka akan mengkonfigurasikan strukturnya menjadi beberapa inti yang lebih sederhana. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setiap reaksi yang terjadi akan disertai pelepasan energi yang memenuhi hukum kekekalan energi-massa. Setiap reaksi fusi maupun fisi terdapat kehilangan kelembaman, karena beberapa gelombang bisa lolos dari ikatan nukleoaktivitas. Gelombang-gelombang yang lolos itu dipancarkan sebagai energi dalam bentuk cahaya, sinar gamma, dan gelombang elektromagnetik lain. Energi inilah yang akan menyebar di seantero antariksa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bagaimanakah nukleoaktivitas terbentuk? Gelombang elementer tersebar secara homogen dalam ruang-waktu. Usikan-usikan energi, misalnya petir dan tumbukan antarpartikel, akan mengganggu konsentrasi gelombang elementer. Gangguan-gangguan itu menyebabkan gelombang-gelombang melakukan polarisasi, interferensi, superposisi, dan sebagainya. Beberapa aktivitas serentak menciptakan &lt;em&gt;spot&lt;/em&gt; kecil dalam ruang-waktu. Dalam kondisi tertentu, &lt;em&gt;spot&lt;/em&gt; itu akan menarik gelombang-gelombang di sekitarnya, seperti tarikan osmosis garam terhadap cairan yang ada di sekitarnya. Besar-kecilnya &lt;em&gt;spot&lt;/em&gt; yang terjadi tergantung usikan awalnya, semakin besar energi yang diberikan, semakin besar &lt;em&gt;spot&lt;/em&gt; yang akan terjadi. &lt;em&gt;Spot&lt;/em&gt; inilah yang kelak menjadi cikal-bakal nukleoaktivitas. Setiap detik triliunan &lt;em&gt;spot&lt;/em&gt; mungkin terbentuk di lingkungan bumi. Namun, untuk membuat spot yang mampu menciptakan nukleoaktivitas, diperlukan usikan dengan energi yang sangat besar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada awal tahun 2009, tim fisika dari CERN akan melakukan percobaan tumbukan hadron dalam mesin raksasa &lt;em&gt;Large Hadron Collider (LHC)&lt;/em&gt;. Percobaan ini dinyatakan sebagai percobaan terbesar fisika di planet ini. Energi yang diproduksi dalam mesin LHC dalam perhitungan kasar cukup untuk membentuk nukleoaktivitas. Apakah mungkin percobaan tersebut berhubungan dengan subjek ini? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;*Disarikan dari: Seri Mengenal dan Memahami Teori Kuantum (JP. McEvoy dan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Oscar Zarate)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span  lang="IN" style="font-family:arial;"&gt;foto:www.araucaria2000.cl&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-1485272514678211310?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/1485272514678211310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/nukleoaktivitas-dan-percobaan-terbesar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/1485272514678211310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/1485272514678211310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/nukleoaktivitas-dan-percobaan-terbesar.html' title='NUKLEOAKTIVITAS DAN PERCOBAAN TERBESAR DI BUMI'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjYQFLXuY7I/AAAAAAAAAEg/zOrZCCqL9zc/s72-c/jpgnukleo-300x252.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-5651333386775790117</id><published>2009-06-14T23:28:00.000+08:00</published><updated>2009-06-15T17:30:42.513+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>KENALI TIPE BELAJAR ANDA</title><content type='html'>&lt;table width="100%" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table width="99%" align="center" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="59%"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="41%"&gt; &lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                           &lt;td&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                               &lt;td rowspan="3" width="332"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Cara belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap, mengatur dan mengolah informasi. Ada sebagian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui indera penglihatan. Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar visual. Ada sebagian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui indera pendengaran (audio/suara). Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar audiotory. &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Ada pula sebagaian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;dan mengolah informasi melalui gerakan tubuh atau demonstrasi.&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar kinestetik . Ada dua kenderungan lain yang mungkin hanya dimiliki sebagian kecil orang, yaitu: 1) tipe &lt;em&gt;olfactory &lt;/em&gt;, melalui indera penciuman; dan 2) tipe &lt;em&gt;gustatory &lt;/em&gt;, melalui indera perasa.&lt;br /&gt;Mengetahui karakteristik tipe belajar visual, uditori dan kinestetik akan membantu anda menemukan strategi atau cara terbaik Anda dalam belajar.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;        &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=hal2.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;Tipe Belajar Visual dan Karakteristiknya&lt;br /&gt;        &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=hal3.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;Tipe Belajar Auditori dan Karakteristiknya&lt;br /&gt;        &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=hal4.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;Tipe Belajar Kinestetik dan Karakteristiknya &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=hal3.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt; &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=hal2.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt; &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;        &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=hal5.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;Mengenali Tipe Belajar Sendiri &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;                                 &lt;div align="center"&gt;                                   &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="159" height="159"&gt;                                     &lt;param name="movie" value="Anim/anim1hal1.swf"&gt;                                     &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                     &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_253/Anim/anim1hal1.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="159" height="159"&gt;&lt;/embed&gt;                                   &lt;/object&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                               &lt;td width="176"&gt;                                 &lt;div align="center"&gt;                                   &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="159" height="159"&gt;                                     &lt;param name="movie" value="Anim/anim2hal1.swf"&gt;                                     &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                     &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_253/Anim/anim2hal1.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="159" height="159"&gt;&lt;/embed&gt;                                   &lt;/object&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr valign="top"&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_253/images/gambar1hal1.jpg" width="159" height="159" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                         &lt;tr&gt;                           &lt;td bg style="color:#ffffff;"&gt; &lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bg style="color:#ffffff;"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;ke atas&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bg style="color:#ffffff;"&gt;                     &lt;div align="justify"&gt;                       &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                      Tipe Belajar Visual&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bg style="color:#ffffff;"&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bg style="color:#ffffff;"&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Apakah Anda suka mencorat-coret ketika berbicara ditelepon? Apakah Anda lebih suka melihat peta dari pada mendengar penjelasan tentang rute jalan? Jika Anda cenderung seperti ini, tipe belajar Anda adalah visual. Orang yang memiliki tipe belajar visual cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui indera penglihatan (melihat). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Karakteristik Umum: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                               &lt;td width="59%"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Lebih suka membaca daripada dibacakan; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada harus berpidato; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Mengingat dari apa yang dilihat daripada dari yang didengar; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sulit untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sering lupa menyampaikan pesan yang sifatnya verbal (ucapan) kepada orang lain, kecuali pesan tertulis;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="middle" width="41%"&gt;&lt;div align="center"&gt;                                   &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="200"&gt;                                     &lt;param name="movie" value="Anim/anim1hal2.swf"&gt;                                     &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                     &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_253/Anim/anim1hal2.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="200"&gt;&lt;/embed&gt;                                   &lt;/object&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Teliti terhadap detail; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Lebih suka seni lukisan atau patung dari pada musik; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum yakin tentang suatu masalah atau proyek; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Tips: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                           &lt;td width="58%"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Jangan ragu untuk selalu membawa buku catatan, catatlah segala bentuk informasi yang ingin diketahui;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Kuasailah keterampilan teknik mencatat cepat dan efektif; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="42%"&gt;&lt;div align="center"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="200"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="Anim/anim2hal2.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_253/Anim/anim2hal2.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="200"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bg style="color:#ffffff;"&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bg style="color:#ffffff;"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;ke atas&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bg style="color:#ffffff;"&gt;                     &lt;div align="justify"&gt;                       &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                      Tipe Belajar Auditory&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Orang yang memiliki tipe belajar auditori cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui indera pendengaran (mendengar). Misalnya, ia lebih suka berbicara sendiri, mengikuti ceramah/seminar daripada membaca buku, atau lebih suka berbicara dari pada menulis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Karakteristik Umum: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                           &lt;td width="58%"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Mudah terganggu oleh keributan; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Senang membaca dengan keras dan mendengarkan; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Pembicara atau orator yang fasih; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sulit untuk menulis, tapi hebat dalam bercerita; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Lebih suka gurauan lisan dari pada membaca komik;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; Lebih suka seni musik daripada lukisan, atau patung;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td valign="middle" width="42%"&gt;&lt;div align="center"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="200" height="220"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="file:///D|/pengpop/Kenali/Anim/anim1hal3.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_253/file:///D%7C/pengpop/Kenali/Anim/anim1hal3.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="220"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Tips: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Buatlah kelompok diskusi; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Tidak usah ragu untuk selalu membawa tape-recorder. Putar ulang informasi/pelajaran yang telah Anda dapat;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Jangan ragu untuk selalu bertanya atau meminta penjelasan verbal lebih jauh;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Carilah suatu tempat belajar khusus yang bebas dari gangguan keributan; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;ke atas&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                  Tipe Belajar Kinestetik &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Orang yang memiliki tipe belajar kinestetik cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui sentuhan dan gerakan tubuh. Misalnya, ia lebih suka berpikir tentang sesuatu sambil berjalan (mondar-mandir), menggerak-gerakan anggota tubuh sambul berbicara/menjelaskan, atau ia paling tidak suka berlama-lama duduk dan diam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Karakteristik Umum: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                           &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;                             &lt;td width="47%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Belajar melalui simulasi dan praktek;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Menghafal dengan cara berjalan-jalan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                             &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                 &lt;table width="100%" border="0"&gt;                                   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                     &lt;td width="8%"&gt; &lt;/td&gt;                                     &lt;td width="92%"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="200"&gt;                                         &lt;param name="movie" value="Anim/anim1hal4.swf"&gt;                                         &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                         &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_253/Anim/anim1hal4.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="200"&gt;&lt;/embed&gt;                                     &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                 &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr valign="top"&gt;                             &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Banyak menggunakan isyarat tubuh ketika bicara atau menjelaskan sesuatu; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sulit mengingat tempat kecuali jika pernah ke tempat tersebut; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Menyukai permainan yang menyibukan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Tips: &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                           &lt;td height="145"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Siapkan makanan kecil ketika belajar atau mengerjakan PR; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Upayakan untuk mensimulasikan kembali segala sesuatu yang ingin dipelakari/kuasai; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Jangan ragu untuk selalu meminta guru/Anda sendiri untuk mensimulasikan atau mempraktekkan apa yang sedang dipelajari; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Carilah suatu tempat belajar khusus yang luas sehingga Anda dapat bebas bergerak;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;ke atas&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;    Mengenali Tipe Belajar Sendiri &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;table width="100%" border="0"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                         &lt;td&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Tipe belajar manakah yang lebih menonjol pada diri Anda? Visual, auditory ataukah kinestetik?&lt;br /&gt;            Dengan mengisi tes spektrum dibawah ini, Anda akan mengetahuinya! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td&gt;&lt;table width="100%" border="3" border style="color:#0066ff;"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span class="style4"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=hal6.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;                                 &lt;marquee&gt;                 Tes Spektrum : Visual - Auditory - Kinestetik, Klik disini !!!                                 &lt;/marquee&gt;                               &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td&gt;&lt;table width="91%" align="center" border="1"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="148" height="148"&gt;                                   &lt;param name="movie" value="Anim/anim2hal1.swf"&gt;                                   &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                   &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_253/Anim/anim2hal1.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="148" height="148"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_253/images/gambar1hal1.jpg" width="161" height="148" /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="148" height="148"&gt;                                   &lt;param name="movie" value="Anim/anim1hal1.swf"&gt;                                   &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                   &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_253/Anim/anim1hal1.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="148" height="148"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr&gt;                         &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;a name="5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=253&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;ke atas&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-5651333386775790117?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/5651333386775790117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/kenali-tipe-belajar-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/5651333386775790117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/5651333386775790117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/kenali-tipe-belajar-anda.html' title='KENALI TIPE BELAJAR ANDA'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-6220460322232078452</id><published>2009-06-14T17:56:00.000+08:00</published><updated>2009-06-14T17:57:42.042+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MENULIS ITU INDAH</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;         &lt;table border="0" width="100%"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td class="style2"&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top" width="65%"&gt;&lt;p align="justify"&gt;                   &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_252/images/01.jpg" width="352" height="254" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top" width="35%"&gt;&lt;p&gt; Kata orang menulis itu perlu bakat. Kata saya menulis itu perlu latihan. Menulis ibarat orang belajar naik sepeda. Pada awalnya mengerikan kalau dibayangkan, sebab takut jatuh, susah, nabrak, dan lain sebagainya, tetapi begitu sudah lancar, begitu mudah dan menyenangkan. Begitu juga menulis, pada awalnya susah keluar kata-kata, tidak tahu harus memulai dari mana? &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td colspan="2"&gt;&lt;p class="style2"&gt;Tetapi kalau sudah terbiasa akan iengan mudah dan menyenangkan? Jadi permasalahannya hanya masalah biasa atau tidak? Ketika kita akan memulai menulis, bakat menjadi urusan nomor entah keberapa, tetapi yang paling penting kita terus mencoba, latihan dan latihan terus sampai kita merasa sudah bisa. Setelah terbiasa, nantinya tinggal kita memupuk intuisi kebahasaan agar karangan menjadi indah. &lt;/p&gt;                     &lt;p class="style2"&gt; Menulis intinya mengolah kata-kata yang didasarkan pada realitas atau imajinasi, atau gabungan keduanya. Menulis juga bisa diibaratkan membuat masakan, bumbu dan cara memasak setiap orang pasti berbeda, tetapi kalau ada cara yang lebih baik itulah yang perlu kita tiru dan pelajari. Jadi jangan takut mencoba.&lt;/p&gt;                     &lt;p class="style2"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;table border="0" width="540"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td&gt;               &lt;div align="justify"&gt;                                  &lt;div align="justify"&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="02"&gt;&lt;/a&gt;Menulis tak Perlu Bakat &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;/div&gt;                 &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;p&gt; Setiap orang pasti bisa menulis. Mengapa? Karena menulis itu sebenamya mudah. Syaratnya juga gampang. Kalau Anda bisa membaca pasti bisa menulis. Arswendo Atmowiloto pernah mengatakan bahwa "menulis itu gampang". Andreas Harefa mengatakan bahwa menulis merupakan keterampilan tingkat dasar. Contohnya Adam Malik, tokoh yang pernah menjadi Wakil Presiden RI, temyata sekolahnya hanya sampai kelas lima SD, tetapi Beliau sangat pandai menulis. Ini sebuah bukti bahwa untuk bisa menulis hanya masalah latihan dan kemauan. &lt;/p&gt;                     &lt;table border="0" width="540"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                         &lt;td width="362"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_252/images/02.jpg" width="352" height="254" /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="style2" valign="top" width="168"&gt;Lalu mengapa masih banyak orang yang mengatakan bahwa menulis itu sulit? Jawabannya sederhana saja mungkin karena ia tidak mau mencoba, atau usahanya belum sungguh-sungguh, atau mungkin juga karena ia tidak tahu caranya menulis. Kalau Anda ingin bisa menulis, maka Anda harus mau mencoba secara sungguh-sungguh dan tahu cara menulis dengan baik.&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                     &lt;p&gt;Ingatlah teori Thomas Alfa Edison yang menyatakan bahwa sukses itu adalah 1 persen karena bakat dan 99 persen karena kerja keras. Di sini jelas bahwa untuk menuju tangga kes'iksesan dalam bidang apa saja, sebenamya bakat tidak memegang peranan sukses tetapi yang paling penting adalah usaha yang sungguh-sungguh. Jadi untuk bisa menulis harus terus mencoba, mencoba, dan mencoba, menulis, menulis, dan terus menulis. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td height="49"&gt;&lt;p class="style2"&gt; &lt;/p&gt;                   &lt;p class="style2"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="03"&gt;&lt;/a&gt;Yang Penting Motivasi &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;p&gt; Menulis sebagai keterampilan hidup yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: menulis surat, menulis artikel, menulis bahan pidato, puisi, menulis karya ilmiah, dan Iain-lain. &lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; Untuk bisa menulis dengan baik yang penting dimiliki oleh calon penulis adalah motivasi menulis itu sendiri. Motivasi menulis ibarat lokomotif yang akan menjadi pendorong dan penggerak bagi penulis untuk menghasilkan tulisan. Motivasi adalah alasan yang melatarbelakangi mengapa sebuah tindakan atau perbuatan dilakukan. Dengan motivasi yang tinggi maka akan dengan mudah mengha cilkan tulisan. Namun bisanya seseorang mempunyai hambatan ketika akan menulis. Hambatan paling besar di dalam menulis adalah mengalahkan kemalasan. Jadi kalau rasa malas sudah bisa diatasi, yang lain bisa dipelajari.&lt;/p&gt;                     &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_252/images/03.jpg" width="405" height="255" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span class="style2"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="04"&gt;&lt;/a&gt;Hambatan yang sering Ditemui Di Dalam Menulis &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;p&gt; Ketika Anda akan menulis, Anda sering menemui hambatan. Hambatan itu antara lain:&lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; 1. kesulitan dalam memulai menulis;&lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; 2. kesulitan dalam menuangkan ide; &lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; 3. kesulitan merangkai kalimat/kata dengan tepat; &lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; 4. keterbatasan perbendaharaan kata/istilah; &lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; 5. rendahnya minat dan motivasi; &lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; 6. rendahnya minat baca, akibatnya wawasan menjadi sempit&lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; 7. dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;                     &lt;table border="0" width="540"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                         &lt;td width="320"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_252/images/04.jpg" width="303" height="207" /&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;td class="style2" valign="top" width="210"&gt;Dari berbagai hambatan tersebut untuk mengatasinya dimulai dengan biasakan membaca apa saja, ingat ada ungkapan, "&lt;strong&gt;buku yang belum pernah Anda baca buku baru&lt;/strong&gt;". Dari ungkapan ini bisa diartikan bahwa semua informasi baik itu ditulis tahun berapapun dan ditemukan tahun berapapun selama Anda belum mengetahuinya artinya itu hal yang baru bagi Anda. &lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas" class="style2"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;               &lt;div align="justify"&gt;                 &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="05"&gt;&lt;/a&gt;Mencari Ide Penulisan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/div&gt;             &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top" width="55%"&gt;&lt;p&gt; Satu hal yang perlu dimiliki seorang yang akan menjadi penuiis disaraping rajin membaca adalah rajin mengamati peristiwa yang sedang terjadi, misalnya masalah sosial, politik, ekonomi, agama, kebudayaan, olahraga, militer, pendidikan, kesehatan, bencana alam, korupsi, sampah, banjir, dan lain sebagainya. Dengan berawal dari pengamatan atau bacaan itulah biasaanya ide penulisan muncul dengan mudah. Dengan banyak membaca, Anda akan menjadi kaya perbendaharaan kata. Dengan membaca Anda akan mengetahui cara merangkai kalimat yang runtut dan bisa memilih kata dengan tepat untuk menginformasikan sesuatu. Dengan berbagai kemampuan tersebut, maka hambatan yang disebutkan di atas akan sedikit demi sedikit teratasi, dan Anda akan dengan mudah menulis ibarat air mengalir dengan lancar, kata-kata meluncur dengan mudah dan lancar. Dari uraian tersebut, kelihatannya menulis itu memang mudah. Ya memang mudah, artinya tidak sesulit seperti yang pernah Anda bayangkan asalkan Anda mau belajar dan berusaha, dan juga melatih insting dan kepekaan terhadap hal-hal baru. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top" width="45%"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_252/images/05.jpg" width="251" height="353" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td colspan="2"&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas" class="style2"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="06"&gt;&lt;/a&gt;Langkah-langklah Penulisan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;p&gt; Untuk memudahkan Anda menulis, Anda perlu mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memulai menulis. Berikut ini akan Anda temukan langkah praktis untuk membuat tulisan. &lt;/p&gt;                     &lt;table border="0" width="100%"&gt;                       &lt;tbody&gt;&lt;tr class="style2" valign="top"&gt;                         &lt;td width="3%"&gt;1.&lt;/td&gt;                         &lt;td width="55%"&gt;menentukan topik&lt;/td&gt;                         &lt;td rowspan="5" width="42%"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_252/images/06.jpg" width="352" height="254" /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr class="style2" valign="top"&gt;                         &lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;mengumpulkan bahan sesuai dengan topik&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr class="style2" valign="top"&gt;                         &lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;menuangkan ide yang berhubungan dengan topik dalam bentuk kerangka besamya.&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr class="style2" valign="top"&gt;                         &lt;td&gt;4.&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;mengembangkan kerangka menjadi uraian kalimat yang lengkap.&lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                       &lt;tr class="style2" valign="top"&gt;                         &lt;td&gt;5.&lt;/td&gt;                         &lt;td&gt;membaca kembali tulisan sekaligus membetulkan dan merapikan urutan sajian secara logis dan berurutan. &lt;/td&gt;                       &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;span class="style2"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="07"&gt;&lt;/a&gt;1. Menentukan Topik &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;p&gt; Sebelum melangkah menulis, pertama-tama tentukan topik apa yang akan Anda tulis. Topik adalah pokok bahasan yang akan menjadi ide utama sebuah tulisan. Apa saja bisa menjadi topik tulisan. Yang penting Anda menguasai masalah tersebut dan menarik bagi Anda. Jika topik tulisan sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat batasan terhadap topik tersebut. Sebab kadang topik yang Anda tentukan itu masih sangat umum dan luas, sehingga kalau nanti dikembangkan menjadi kurang fokus. Untuk itu perlu dilakukan pembatasan terhadap topik tersebut agar tulisan yang Anda kembangkan menjadi lebih jeias dan fokus dan jangan lupa sudut pandang Anda membuat tulisan tersebut. Maksud iya posisi Anda ini sebagai apa? Apakah sebagai anak remaja yang sekedar ingin menyampaikan pendapat, atau sebagai orang yang memahami masalah tersebut, atau menyampaikan fakta yang ada, dan lain sebagainya. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;p class="style2"&gt; &lt;/p&gt;                   &lt;p class="style2"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;               &lt;div align="justify"&gt;                 &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="08"&gt;&lt;/a&gt;2. Mengumpulkan Bahan Sesuai Dengan Topik &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/div&gt;             &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top" width="43%"&gt;&lt;p&gt;Setelah topik sudah ditentukan dan sudut pandang Anda sudah jelas, maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan sesuai dengan topik tersebut. Di dalam mengumpulkan bahan ini, Anda dapat melakukan dengan berbagai cara, misalnya mencari buku-buku yang membicarakan masalah tersebut, membaca jurnal atau tulisan ilmiah yang pernah diterbitkan, melakukan pengamatan, melakukan wawancara dengan nara sumber, mencari informasi dari surat kabar, atau dari internet, dan bisa juga cara-cara lain yang pe nting bahan untuk penulisan Anda didapatkan. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top" width="57%"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_252/images/08.jpg" width="304" height="306" /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td colspan="2"&gt;&lt;span class="style2"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;                 &lt;div align="justify"&gt;                 &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="09"&gt;&lt;/a&gt;3. Menuangkan Ide yang Berhubungan Dengan Topik &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt; &lt;/p&gt;             &lt;/div&gt;              &lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;p&gt; Ketika Anda akan memulai menulis, bisaanya bingung harus memulai dari mana? Itu pertanyaan yang selalu dilontarkan orang, dan memang itulah masalah yang pertama kali muncul ketika akan menulis. Jawabannya yaitu dari mana saja. Saat Anda ingin menulis, sebaiknya Anda tidak terkungkung oleh struktur, sistematika, metodologi, atau apa pun namanya. Pokoknya yang ada di pikiran Anda saat itu apa? kemudian yang betul-betul Anda pahami itulah yang pertama Anda tuliskan. Menulislah apa yang terlintas di pikiran Anda? Mengalir, mengalir begitu saja yang Anda ketahui sampai semuanya tuntas. Pokoknya jangan dipusingkan oleh urutannya. Bahkan kalau itu juga masih sulit, Anda bisa mencoba dengan cara lain. Misalnya topik yang sudah Anda tentukan tadi Anda ceritakan kepada orang lain, siapa saja misalnya teman Anda, orangtua, dan lain sebagainya. Ketika Anda bercerita, cobalah Anda rekam dengan kaset, kalau tidak punya tape dan kasetnya untuk merekam, bisa juga cerita Anda itu ditulis di kertas sampai tuntas. Tidak sulit kan? Saya yakin dengan kedua cara ini Anda bisa melakukannya. Kedua cara ini hampir sama, artinya Anda bisa memulai dari mana saja yang penting yang Anda sampaikan itu yang terpikirkan saat itu dan Anda memahaminya. &lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; Baru setelah semua tertulis langkah selanjutnya yaitu menata ulang tulisan Anda sesuai dengan urutan yang Anda inginkan. Bagaimana caranya untuk mengurutkan tulisan yang sudah ditulis tadi? Caranya yaitu baca kembali semua yang sudah Anda tuliskan, kemudian setiap paragraf Anda beri tanda misalnya diberi garis bawah, diberi warna lain, atau dicatat di sebelah kiri atau kanan tulisan, inti dari paragraph tersebut. Setelah semua paragraph Anda temukan intinya, baru Anda urutkan dengan cara memberi nomor unit paragraf atau urutan inti paragraf. Itulah yang bisaa orang sebut outline atau kerangka karangan/tulisan. Jadi ada orang yang ketika ingin menulis membuat kerangka karangan/tulisan terlebih dahulu ini yang bisaa orang sebut secara konvensional, tetapi ada juga yang memulai menulis apa saja, baru kemudian menemukan kerangka karangan/tulisan. Ketika sudah menemukan kerangka tulisan inilah, Anda bisa memikirkan mana yang harus didahulukan, mana yang di bagian tengah, dan sebagai penutup. Dengan cara ini proses menulis menjadi begitu mudah. Kita tidak terikat oleh aturan-aturan yang baku yang kadang-kadang justru tnenghambat kelancaran kita dalam menyelesaikan tulisan.&lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; Memang ada penulis yang lebih suka menulis secara konevsnional. Artinya, proses penulisannya dilakukan dengan cara menuliskan pembukaan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan penjelasan awal masalah, dilanjutkan analisis-analisis yang diperlukan, dan terakhir sebagai kesimpulan atau penutup. Proses penulisan seperti ini bisaa seperti Anda lihat pada penulisan buku atau karya ilmiah lain. Anda boleh mencoba cara mana yang menurut Anda cocok. Apakah dengan cara menulis apa saja yang Anda pahami baru diurutkan atau memulai dengan kerangka yang sudah unit baru dikembangkan. &lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; Sebetulnya kedua cara itu sama saja. Sebab proses penulisan itu lebih sebagai suatu kebisaaan. Kalau orang sudah terbisaa dengan membuat outline atau kerangka, maka kalau belum ada kerangka tulisannya bisa tidak terarah dan melebar ke mana-mana. Kalau sudah terbisaa dengan kerangka tulisan, tentu tidak bisa dipaksakan untuk menulis dengan gaya bebas. Begitu juga dengan penulis yang lebih senang bergaya bebas, bisaanya justru merasa terbelenggu kalau harus membuat karangka. Nah termasuk yang manakah Anda?&lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; Memang ada penulis yang lebih suka menulis secara konevsnional. Artinya, proses penulisannya dilakukan dengan cara menuliskan pembukaan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan penjelasan awal masalah, dilanjutkan analisis-analisis yang diperlukan, dan terakhir sebagai kesimpulan atau penutup. Proses penulisan seperti ini bisaa seperti Anda lihat pada penulisan buku atau karya ilmiah lain. Anda boleh mencoba cara mana yang menurut Anda cocok. Apakah dengan cara menulis apa saja yang Anda pahami baru diurutkan atau memulai dengan kerangka yang sudah unit baru dikembangkan. &lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; Sebetulnya kedua cara itu sama saja. Sebab proses penulisan itu lebih sebagai suatu kebisaaan. Kalau orang sudah terbisaa dengan membuat outline atau kerangka, maka kalau belum ada kerangka tulisannya bisa tidak terarah dan melebar ke mana-mana. Kalau sudah terbisaa dengan kerangka tulisan, tentu tidak bisa dipaksakan untuk menulis dengan gaya bebas. Begitu juga dengan penulis yang lebih senang bergaya bebas, bisaanya justru merasa terbelenggii kalau harus membuat karangka. Nah termasuk yang manakah Anda?&lt;/p&gt; Namun demikian, pada umumnya kerangka tulisan bermanfaat bagi Anda untuk memandu tulisan agar tetap konsisten pada topik dan sudut pandang Anda. Pertanyaannya lalu bagaimana membuat outline/kerangka tulisan itu? Sebenamya tidak ada patokan yang baku bagaimana cara membuat kerangka. Anda bisa membuat sesuai dengan seiera dan kemampuan Anda yang tentu saja sesuai juga dengan kebutuhan tulisan Anda. Yang penting, outline itu bisa membuat Anda kebih mudah saat mengembangkan dan menyelesaikan tulisan. &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;p class="style2"&gt; &lt;/p&gt;                   &lt;p class="style2"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="10"&gt;&lt;/a&gt;4. Mengembangkan Kerangka/Outline &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;p&gt; Proses penulisan baik yang konvensional maupun gaya bebas, pada akhirnya tetap sama-sama membuat outline tulisan. Perbedaannya gaya konvensional membuat outline dulu baru dikembangkan dalam bentuk kalimat dan paragraph, sedangkan gaya bebas menulis dulu apa saja yang dikcthaui dan mengalir saja, baru setelah semua tertulis, kemudian ditentukan inti kalimatnya dan diurutkan sehingga menjadi outline. &lt;/p&gt; Untuk yang gaya konvesnional, outline tersebut dikembangkan tentu saja menjadi kalimat yang runtut dan dalam bentuk paragraph. Inti kalimat bias ada di awal paragraph, di akhir paragraph, atau bias di awal dan diakhir, bahkan ada juga yang ada diseluruh bagian paragraph. Kadang-kadang setelah outline tersebut dikembangkan, urutan saj'annya bisa diubah juga. &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;p class="style2"&gt; &lt;/p&gt;                   &lt;p class="style2"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="11"&gt;&lt;/a&gt;5. Edit Tulisan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;p&gt; Setelah yang Anda pahami dan ingin Anda tuangkan dalam tulisan sudah ditulis semua, langkah selanjutnya yaitu membaca kembali tulisan sekaligus membetulkan dan merapikan sajian agar urutannya lebih runtut dan logis. Urutan sajian ini perlu, sebab apabila tulisan Anda tidak runtut atau melompat-lompat, maka ketika orang lain membaca tulisan Anda akan sulit untuk memahaminya. Dengan demikian tujuan Anda untuk menyampaikan informasi kepada pembaca tidak sampai. &lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; Ketika membaca kembali tulisan, jangan lupa juga untuk membetulkan tata bahasa, ejaan, dan pilihan kata. Bahkan kalau perlu juga mengedit kalimatnya, atau urutan paragrafnya.&lt;/p&gt;                     &lt;p&gt; Dengan demikian setelah diteliti kembali, tulisan Anda menjadi lebih baik dan tentu saja mudah ditangkap informasi yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;p class="style2"&gt; &lt;/p&gt;                   &lt;p class="style2"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;               &lt;div align="justify"&gt;                 &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;a name="12"&gt;&lt;/a&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/div&gt;             &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                 &lt;td class="style2" valign="top"&gt;&lt;p&gt; Banyak orang bilang, menulis itu pekerjaan susah, tetapi bagi orang yang sudah terbiasa untuk menulis, menulis bukan pekerjaan susah. Menulis memang susah kalau Anda tidak pernah mencoba dan terus mencoba sampai Anda bisa. Orang yang biasa membaca (tidak buta huruf) pasti bisa menulis. Kesulitan yang sering ditemukan ketika menulis, karena bingung harus memulai dari mana? Bagi yang mengalami kesulitan demikian, maka caranya bias memulai dari mana saja, yang penting apa yang Anda ketahui Anda tulis sampai seperti air mengalir. Sedangkan yang sudah biasa menulis kesulitannya, karena sering terbelenggu oleh sistematika penulis. &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;p class="style2"&gt; &lt;/p&gt;                   &lt;p class="style2"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=252&amp;amp;fname=#atas"&gt;Ke atas &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-6220460322232078452?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/6220460322232078452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/menulis-itu-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/6220460322232078452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/6220460322232078452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/menulis-itu-indah.html' title='MENULIS ITU INDAH'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-5998712566091607369</id><published>2009-06-14T17:52:00.001+08:00</published><updated>2009-06-14T17:55:24.546+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI</title><content type='html'>&lt;p class="style4"&gt;Pendahuluan&lt;/p&gt;               &lt;table border="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td width="57%" height="252"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="300" height="250"&gt;                       &lt;param name="movie" value="anim/h_1.swf"&gt;                       &lt;param name="quality" value="high"&gt;                       &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_251/anim/h_1.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="250"&gt;&lt;/embed&gt;                   &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td valign="top" width="43%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap manusia dilahirkan dengan berbagai potensi yang luar biasa. Saya begitu meyakininya. Itu yang juga harus anda yakini. Setelah itu, Anda harus menyadari bahwa di dalam kepala Anda, dalam pikiran Anda, begitu banyak hambatan dan rintangan yang terasa membonsai berbagai potensi Anda. Mau betindak, takut gagal. Mau memutuskan, takut salah. Mau mencoba, takut resiko. Hasil sebuah survei di Selandia Baru menyebutkan bahwa 90 persen kekhawatiran manusia tidak pernah terbukti. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt;Apa yang harus Anda lakukan? Yang pertama, buang jauh-jauh rasa takut dan berbagai rintangan dan hambatan yang timbul dari diri Anda sendiri, yang telah membelenggu pikiran Anda. Rasa takut dan kawatir itu mungkin berupa lingkungan kawan-kawan yang berpikiran negatif. Bisa juga kondisi nyaman Anda yang sulit ditinggalkan. Bisa juga perasaan-perasaan Anda sendiri, atau tingkat pendidikan Anda. Mulai sekarang, mari, jangan batasi potensi dan kemampuan Anda. Bergaullah dengan orang-orang yang berpikiran positif. Jangan pernah berpikir gagal sebelum mencoba. &lt;/p&gt;              &lt;br /&gt;              &lt;p&gt;&lt;span class="style4"&gt;Pentingnya Rasa Percaya Diri (PD)&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;              &lt;/span&gt;Ada satu kisah yang menceritakan tentang seorang gadis buta. Suatu hari ia bertemu seorang pesulap yang kemudian mengajaknya bermain sulap. Ajaib sekali bahwa sang Gadis bisa menebak seluruh kartu yang diberikan sang Pesulap. Kok bisa? &lt;/p&gt;               &lt;table border="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td valign="top" width="36%" height="352"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_251/images/h_2.jpg" width="179" height="329" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td valign="top" width="64%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata rahasianya ada pada kecerdikan sang Pesulap. Dengan menggunakan beberapa tipuan, ia berhasil mengeluarkan potensi sang Gadis untuk bermain sulap bersamanya. Tanpa ragu sang Pesulap mengajak sang Gadis bermain di hadapan keluarganya, di hadapan orang banyak. Kepercayaan diri sang Pesulap yang begitu tinggi menular pada sang Gadis buta. Sejak saat itu sang Gadis merasa telah menjadi seorang bintang di rumahnya. Ini terjadi hanya karena ada orang yang memberinya kesempatan untuk bersinar sejenak dan merasa istimewa di depan keluarganya. Ia yang selama ini merasa menjadi beban dalam keluarganya kini merasa sejajar dengan mereka karena peristiwa itu.&lt;br /&gt;                         &lt;br /&gt;Cerita tersebut menggambarkan bagaimana pentingnya rasa percaya diri (PD). Tapi, sebenarnya kita perlu tahu dulu kenapa ada orang, ada teman kita yang sepertinya sangat tidak percaya kepada dirinya sendiri? Coba analisis juga, kira-kira hal apa sih yang membuat kita jadi minder? Apa sih yang menghambat diri untuk maju dan mengeluarkan seluruh potensi diri kita? Kenapa harus ada rasa ragu tiap kali ada keinginan untuk melakukan sesuatu?&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span class="style5"&gt;&lt;strong&gt;Pengaruh lingkungan terhadap Percata Diri &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Ternyata sikap tidak percaya diri ini muncul akibat kebiasaan-kebiasaan kita mengembangkan sikap dan pendapat negatif tentang diri kita. Mungkin juga sikap tidak percaya diri ini muncul sebagai akibat dari pengaruh lingkungan kita. Pengaruh yang seperti apa? Antara lain sikap lingkungan yang membuat kita takut untuk mencoba. Takut untuk berbuat salah. Semua harus seperti yang sudah ditentukan. &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Karena ada rasa takut, kita jadi malas untuk melakukan hal-hal yang berbeda dari orang kebanyakan. Mau tunjuk tangan waktu guru melemparkan pertanyaan di dalam kelas... takut! Kadang malah mau jalan di hadapan orang banyak saja, malu setengah mati! Apalagi mau mengajak orang kenalan, mau menyapa orang lain, mau ikutan kursus, bergaul... takut! Wah... kalau serba takut, serba ragu, serba malas begini, apa jadinya kita nanti? &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Sebelum terlalu jauh, tentu kita tahu berapa kali Thomas Alva Edison melakukan kesalahan sebelum akhirnya berhasil menemukan formula hebat untuk membuat lampu pijar. Dia kan tidak langsung berhasil ketika pertama kali mencoba, ya enggak? &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Lalu apa kuncinya? Mungkin perlu ratusan kali gagal sebelum mencapai satu keberhasilan. Kesalahan bukan akhir hidup kita. Kesalahan sebenarnya hanya merupakan langkah menuju keberhasilan. Setiap kesalahan membawa kita semakin dekat dengan keberhasilan. Kalau kita meyakini hal ini, pastinya percaya diri kita juga enggak gampang terpengaruh oleh pandangan atau sikap negatif dari lingkungan kita. &lt;/p&gt;               &lt;table border="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td valign="middle" width="40%"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_251/images/h_4.jpg" width="210" height="168" /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td valign="top" width="60%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya ada banyak cara untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri kita. Apa saja? Yang paling penting adalah banyak berhubungan sama orang-orang yang kita nilai punya percaya diri tinggi. Percaya diri ini bisa menular, lho! Kok bisa begitu? Ya, ternyata banyak-banyak bergaul dengan orang-orang yang pede bisa kita jadikan contoh buat kehidupan kita sehari-hari. Coba saja, kalau sehari-hari kita gaul sama mereka yang percaya dirinya tinggi, kita jadi tahu bagaimana ia bicara, bagaimana ia mengambil keputusan, dan perilaku-perilaku lain yang membuat ia tampak begitu meyakinkan. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt; Kalau kita enggak gaul sama mereka, bagaimana kita tahu aturannya? Bagaimana kita bisa dapat contoh untuk bersikap?Jadi kerasa banget kan kalau sebenarnya kita perlu banget bergaul dengan orang-orang yang PD kalau kita ingin meningkatkan rasa percaya diri kita. &lt;/p&gt;               &lt;p&gt; Sayangnya, banyak di antara kita yang enggak bisa bangkit, atau merasa sudah cukup puas dengan dirinya saat ini. Padahal, rasanya dia punya potensi yang jauh lebih besar andai saja ia berani berubah. Alasannya enggak beda jauh sama yang sebelumnya: ada faktor lingkungan yang berperan cukup besar di sana . Coba kita perhatikan, biasanya sikap ini muncul karena ia berada dalam satu lingkungan yang sepertinya enggak merasa PD. &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Meski begitu, cara yang paling utama untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri kita adalah kemauan untuk mengubah diri kita yang muncul tanpa ada paksaan. Fight to our live! Hanya kita yang bisa mengubah diri kita. Kalau kita mau meningkatkan percaya diri, coba bangkit dan keluarkan semua potensi diri Anda. Yang penting, mau! Berikutnya cari lingkungan yang kondusif. Sama persis seperti cerita di atas bahwa yang kemudian bisa membantu kita meningkatkan rasa percaya diri adalah bantuan orang lain. Coba bayangkan, seandainya sang gadis enggak ketemu tukang sulap, mungkin dia akan selamanya merasa bahwa dirinya adalah beban buat keluarganya. Padahal, keluarganya kan enggak merasa begitu. Karena ada bantuan orang lain, ia jadi tahu bahwa ia juga punya kemampuan berharga buat keluarganya. Jadi, kalau kita memang ingin mendapatkan sesuatu, kenapa harus ditunda? Mulai aja dari sekarang &lt;em&gt;.&lt;br /&gt;              &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span class="style4"&gt;Kiat Sukses Membangun Percaya Diri&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;/span&gt; Banyak ahli menilai, percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan spesialisasi yang terkenal hanyalah bagian dari penunjang kesuksesan. &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;               &lt;table border="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td width="44%" height="254"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_251/images/h_7.jpg" width="231" height="252" /&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td valign="top" width="56%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di luar kemampuan itu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam memprediksi kesuksesan seseorang; itulah yang kita sebut, antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, serta kebulatan tekad seumur hidup yang dimilikinya.&lt;br /&gt;                         &lt;br /&gt;Sebagian pakar menilai bahwa untuk mencapai sukses, kematangan pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakannya akan mudah diraih.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;Di sisi lain, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt; Ada kalanya seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;em&gt;&lt;span class="style5"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="style5"&gt;&lt;strong&gt;Teknik-teknik Membangkitkan Percaya Diri &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Berani menerima tanggung jawab&lt;br /&gt;                &lt;/strong&gt;Salah satu kunci untuk menumbuhkan rasa percaya diri yaitu berani menewrima resiko dampak atau akibat yang akan terjadi. Gerald Kushel, Ed.D., direktur &lt;em&gt;The Institute of Effective Thinking &lt;/em&gt;, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi.&lt;br /&gt;Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil "sempurna" tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kembangkan nilai positif. &lt;/strong&gt;                   &lt;table border="0" width="498"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td valign="top" width="228" height="253"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_251/images/h_9.jpg" width="228" height="251" /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td valign="top" width="260"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, "Saya tidak bisa," menjadi, "Saya bisa!" &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                  &lt;br /&gt;              &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bacalah potensi diri.&lt;br /&gt;                &lt;/strong&gt;Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;              &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt; Berani mengambil risiko.&lt;br /&gt;                &lt;/strong&gt;Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan.&lt;br /&gt;  Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah &lt;em&gt;Azza wa Jalla &lt;/em&gt;. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;              &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt; Tolaklah saran negatif &lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita.&lt;br /&gt;Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt; Ikuti saran positif.&lt;br /&gt;                &lt;/strong&gt;Rasa percaya diri merupakan sifat "menular". Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut.&lt;br /&gt;Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jadikan keresahan sebagai kawan &lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;                  &lt;table border="0" width="498"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td width="164" height="172"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_251/images/h_12.jpg" width="164" height="168" /&gt;&lt;/td&gt;                       &lt;td valign="top" width="324"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                  &lt;br /&gt;Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri.&lt;br /&gt;Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Mahacermat. Seperti di firmankan Allah SWT dalam Quran surat at-Tiin ayat 4, " &lt;em&gt;La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim &lt;/em&gt;" (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya) &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;span class="style5"&gt;Tip Tampil Percaya Diri &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Andapun bisa tampil percaya diri dengan menguasi beberapa skill berikut dalam setiap situasi: &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Masuk ruangan dengan mengesankan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buat nyaman dengan diri sendiri dan perhatikan keadaan Anda ketika masuk . Buatlah seolah-olah ruangan tersebut milik Anda dan menghadap ke belakang jika Anda tidak mengenal seseorang. Kesempatan Anda untuk berpapasan dengan wajah ramah. Dan jika tidak inilah waktunya untuk menilai orang tersebut sebelum mendekati mereka. &lt;/p&gt;               &lt;strong&gt;Kuasai ruangan&lt;/strong&gt;               &lt;table border="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td valign="top" width="40%" height="170"&gt;&lt;div align="justify"&gt;                       &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_251/images/h_13.jpg" width="210" height="168" /&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td valign="top" width="60%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika Anda gugup untuk bergaul, atasi dengan menjiwai diri sendiri ketika masuk ruangan. Jika Anda tidak kenal siapapun dikerumunan, carilah suatu kelompok, senyum lebar-lebar, kenalkan diri, dan katakan: “Saya tidak kenal siapun disini, bolehkah saya bergabung?” Ini biasanya mendapat tanggapan hangat dan simpatik dan orang akan mengajak ngomong Anda segera. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Imbangi kembali dengan indah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda membuat kesalahan dalam berbicara, tetapi hal penting adalah mengetahui bagaimana mengimbanginya. Jika Anda lupa nama seseorang, ingat ini terjadi pada setiap orang, dan merasa malu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal pertama yang dilakukan adalah mengakui bahwa Anda lupa nama orang tersebut, kedua, Anda katakan : “saya ingat wajah Anda, tetapi saya lupa dengan nama.” Ini biasanya mendorong orang lain untuk mengatakan nama mereka. Janjilah untuk tidak pernah lupa kembali. &lt;/p&gt;               &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Belajar mengatakan cerita &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda mengatakan suatu cerita, ceritakan dan hindari mencoba untuk mengutarakannya sebagai sebuah guyonan. Anda tidak perlu terlalu banyak menggunakan tangan saat bercerita, ini biasanya menunjukkan ketidaktenangan. Katakan suatu cerita dengan baik dan penuh pendirian. &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tetap tenang &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terlalu gugup cenderung membuat orang lain merasa sakit karena mereka tidak cukup tenang dan santai untuk berhubungan dengan seseorang. Buang energi tersebut dengan melakukan aktivitas peregangan, kemudian fokuskan. Tarik napas dan tersenyum. Ini artinya Anda telah menguasai setengah dari ruangan.&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span class="style4"&gt;PENUTUP &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Orang bilang, dengan percaya diri rasanya semua bisa dilakukan. Tetapi dengan percaya diri saja semua itu tidaklah cukup, harus ditambah dengan usaha yang sungguh-sungguh baru kemudian timbul percaya diri. Banyak orang yang sudah berusaha dengan sungguh-sungguh tetapi masih merasa takut untuk tampil. Hal ini biasa terjadi. Anda kalau mengalamai hal tersebut tidak perlu kawatir. Yang penting rasa takut itu justru menjadkan Anda untuk hati-hati sehingga tidak melakukan kesalahan. Jadi rasa takut tersebut dianggap sebagai pendorong, bukan penghambat. &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;               &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=251&amp;amp;fname=#pd"&gt;Kembali ke atas                &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-5998712566091607369?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/5998712566091607369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/membangun-rasa-percaya-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/5998712566091607369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/5998712566091607369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/membangun-rasa-percaya-diri.html' title='MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-1009967932005238948</id><published>2009-06-14T17:49:00.001+08:00</published><updated>2009-06-14T17:52:08.905+08:00</updated><title type='text'>GRAVITASI &amp; MEKANISME ALAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjTIF2PdaWI/AAAAAAAAAEY/VUkSATixP6c/s1600-h/03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 249px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjTIF2PdaWI/AAAAAAAAAEY/VUkSATixP6c/s320/03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347118660380879202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:arial;"&gt;Pada masa-masa permulaan, jutaan triliun nukleoaktivitas terbentuk di sepanjang kolong langit dengan berbagai ukuran. Merekalah cikal bakal semua benda langit, mulai dari planet, satelit, sampai pada galaksi yang paling besar. Reaksi-reaksi pada selubung nukleoaktivitas menyebabkan evolusi pada wajah jagat raya. Pada awalnya, selubung itu berbentuk plasma dengan temperatur yang luar biasa panas seperti pada permukaan bintang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Cahaya dan gelombang elektromagnetik yang terlepas dari reaksi fusi dan fisi bisa bergerak leluasa dalam media plasma, sehingga akhirnya tercerai-berai ke segala penjuru, yang salah satunya sampai ke bumi. Oleh pengamat di bumi, panjang gelombang cahaya tampak ditangkap retina mata, sehingga tampaklah benda langit itu bersinar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;strong&gt;Evolusi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Produksi partikel terjadi terus-menerus sehingga selubung akan semakin membesar dan terus membesar. Pada suatu jarak tertentu, hantaran panas semakin dipersulit, menyebabkan lapisan itu mendingin. Pendinginan itu membuat evolusi bentuk selubung dari plasma menjadi lebih padat. Semakin banyak produksi partikel semakin banyak pula pemadatan terjadi. Ini membuat bintang yang semula bisa dengan mudah diamati dari bumi, menjadi semakin redup, hingga akhirnya mati. Bintang yang mati itu kemudian kita kenal sebagai planet, satelit, dan asteroid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nukleoaktivitas terdapat pada pusat setiap partikel antariksa. Nukleoaktivitas memiliki tungku energi yang menjadikan planet-planet mandiri dalam interaksi dengan sekitarnya. Planet memiliki energi untuk mempertahankan diri terhadap tarikan gravitasi, sehingga mereka bisa bertahan terhadap matahari. Interaksi terjadi karena tarik-menarik gelombang antarnukleoaktivitas yang ekuivalen dengan potensial masing-masing. Apabila V&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; adalah potensial pada nukleoaktivitas pertama, dan V&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; adalah potensial pada nukleoaktivitas kedua, maka interaksi antara keduanya adalah perkalian antara V&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; dan V&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;. Kecenderungan nukleoaktivitas menarik gelombang-gelombang yang ada di sekitarnya seperti garam yang menyerap air yang ada di sekitarnya (gerak osmosis). Simulasi sederhana gerak osmosis adalah interaksi paling sederhana, dan semua interaksi alami terbentuk dari konfigurasi interaksi-interaksi sederhana tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;strong&gt;Sistem Pesan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam mekanika kuantum, interaksi merupakan hubungan gaya-gaya yang dipancarkan dalam bentuk kuanta-kuanta secara bolak-balik. Partikel materi atau fermion memiliki suatu sistem komunikasi yang berpindah-pindah diantara partikel-partikel tersebut, yang menyebabkan mereka berkelakuan dan berubah menurut cara-cara tertentu. Komunikasi antar fermion dibawa oleh sejenis partikel yang disebut boson. Para fisikawan mendefinisikan adanya empat gaya di alam, yang saling terkait satu sama lain, tapi belum diketahui bagaimana persisnya. Mereka antara lain gaya kuat, gaya lemah, elektromagnetisme, dan tentunya gravitasi. Kita memiliki sistem komunikasi dalam empat layanan yang berlainan: telepon, faksimili, ponsel, dan internet. Tidak semua orang akan mengirim dan menerima pesan dan saling mempengaruhi dengan menggunakan keempat layanan tersebut sekaligus, sedangkan keempat layanan tersebut sebetulnya berasal dari sebuah sistem yang sama. Maka tidaklah salah jika membayangkan sistem pesan antarpartikel sebagai empat layanan seperti itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gaya kuat bertanggung jawab atas pengikatan nukleon-nukleon menjadi inti atom, dengan boson bernama gluon. Gaya inilah yang terkuat diantara gaya-gaya yang lain dan berlaku pada jarak yang sangat dekat. Gaya lemah bertanggungjawab dalam peristiwa peluruhan radioaktif, dengan perantaranya boson W&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt; dan Z&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;. Elektromagnetisme bertanggungjawab dalam ikatan-ikatan kimia serta berbagai peristiwa dalam reaksi kimia, dengan boson bernama foton. Foton menghubungkan komunikasi antara proton-proton dalam inti atom dengan elektron-elektron yang mengelilinginya. Gaya ini menyebabkan elektron mengelilingi inti atom. Dalam kehidupan sehari-hari, yang jauh lebih besar daripada skala partikel subatomik, foton-foton muncul sebagai cahaya tampak. Yang terakhir adalah gravitasi, yang bertanggung jawab atas keselarasan dan keseimbangan benda-benda antariksa. Diduga ada boson bernama graviton, yang tak berbobot, yang bertanggung jawab menjadi agen gravitasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kegiatan keempat gaya tersebut menimbulkan semua interaksi diantara materi dalam jagat raya ini. Tanpa keberadaan mereka, materi-materi akan berada dalam keadaan terpencil, tanpa mekanisme untuk saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Dengan kata lain, tidak ada suatu peristiwa yang dapat terjadi tanpa campur tangan mereka. Memahami mereka selengkapnya berarti memahami asas-asas yang mendasari semua yang terjadi di semesta ini. Untuk itu, fisikawan modern mengembangkan model standar. Model standar telah menggabungkan tiga dari empat gaya yang ada menjadi sebuah &lt;em&gt;Grand Unification Theory&lt;/em&gt;. Namun sayangnya, mereka sama sekali melupakan gravitasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Para fisikawan membayangkan gravitasi yang menambatkan tubuh kita ke bumi sebagai pesan yang dibawa graviton, antara materi-materi dalam tubuh kita dengan materi bumi. Mereka tidak begitu kesulitan menyatukan gaya kuat dan gaya lemah, gaya lemah dan elektromagnetisme, ataupun gaya kuat dan elektromagnetisme, namun mereka sama sekali tidak bisa mengikutsertakan gravitasi. Ada apa ini? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;strong&gt;Percobaan-percobaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Newton, dalam percobaan tentang gravitasi, menggantungkan beberapa bola pendulum dengan tali sepanjang 11 kaki. Beliau mengamati seolah-olah pendulum-pendulum itu saling berinteraksi, dengan cara memelintirkan tali-talinya. Ketika itu orang-orang sepakat bahwa di dalam setiap jengkal jarak terdapat semacam partikel yang sangat halus dan sempurna. Aristoteles menyebutnya eter, yang kemudian digunakan Descartes dalam vorteks. Namun Newton meyakinkan diri bahwa aksi pada jarak sama sekali tidak memerlukan eter. Beliau lebih memerlukan aksi pada jarak yang murni. Aksi pada jarak dalam gravitasi kemudian direduksi oleh Einstein sebagai semata akibat kelengkungan ruang-waktu. Sekarang gravitasi telah dikembangkan sedemikian rupa dalam Relativitas Umum sebagai bagian yang sama sekali berbeda dari interaksi-interaksi yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Newton meyakini bahwa gravitasi berlaku umum di jagat raya ini, di langit, di bumi, dan di mana saja asalkan masih termasuk alam. Ia menyatakan bahwa apel yang jatuh dari pohonnya di taman—yang ia saksikan dari jendela kamarnya ketika ia mendapatkan inspirasi gravitasi, bulan yang mengorbit bumi, komet yang melintasi beberapa tata surya, dan sebagainya, disebabkan oleh gravitasi. Sebelum itu hanya hukum-hukum Kepler yang dianggap mampu menjelaskan fenomena tersebut. Dan gravitasi sangat cocok dengan hukum-hukum tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bayangkan gravitasi dalam kehidupan sehari-hari. Seandainya Anda ditanya, seberapa kuat gravitasi tersebut? Anda mungkin akan menjawab: luar biasa kuat. Jawaban ini tentunya keliru, karena sejauh ini gravitasi adalah gaya yang paling lemah diantara keempat gaya yang diyakini keberadaannya oleh para fisikawan. Gravitasi yang tampak begitu mencolok dalam kehidupan sehari-hari adalah gabungan gravitasi dari semua partikel yang ada di tubuh raksasa bumi. Diperlukan instrumen yang sangat peka untuk mendeteksi adanya gaya tarik-menarik yang sangat lemah antara benda-benda kecil yang kita jumpai sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Newton menemukan hukum-hukum yang menjelaskan bagaimana kerja gravitasi dalam situasi dan kondisi yang kurang-lebih normal. Benda-benda di jagat raya ini tidak benar-benar diam. Benda-benda tersebut tidak duduk tenang sampai ada gaya yang datang untuk mendorong atau menariknya, serta kemudian menggelinding dan duduk tenang lagi. Sesungguhnya sebuah benda yang tak diusik akan melanjutkan gerakannya dalam sebuah garis lurus tanpa mengubah laju geraknya. Paling baik jika kita membayangkan bahwa semua benda dalam jagat raya ini bergerak. Kita dapat mengukur lajunya dan arah geraknya dengan membandingkan ia dengan objek-objek lain, tetapi tidak dapat membandingkannya ke suatu keadaan diam mutlak. Ini adalah prinsip relativitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Misalnya, seandainya bulan satu-satunya benda di angkasa, ia tidak akan diam saja, melainkan bergerak dalam satu garis lurus tanpa mengubah lajunya. Tentu saja jika bulan satu-satunya benda di angkasa, tidak ada cara bagi kita (atau pengamat pada umumnya) untuk mengatakan bahwa bulan bergerak lurus, karena tidak ada benda lain untuk dibandingkan dengan gerakan bulan. Namun, bulan ternyata tidak sendirian. Sebuah gaya yang dikenal sebagai gravitasi bekerja terhadap bulan untuk mengubah laju dan arah geraknya. Gaya gravitasi tersebut datang dari bumi. Bulan berusaha menolak perubahan tersebut, agar ia tetap bergerak menurut garis lurus. Namun, kekuatannya lebih kecil dari bumi, sehingga ia terpaksa bergerak mengelilingi bumi. Sementara itu, gravitasi bulan juga mempengaruhi bumi. Hasil yang paling jelas adalah fenomena pasang-surut pantai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Newton menyatakan bahwa banyaknya massa yang dimiliki sebuah benda mempengaruhi kuat-lemahnya tarikan gravitasi antara benda itu dan benda lain. Bila faktor-faktor yang lain tetap sama, makin besar massa itu, akan makin besar tarikannya. Seandainya massa bumi dua kali massa sekarang ini, tarikan gravitasinya terhadap bulan pasti juga akan dua kali sekarang ini. Setiap perubahan massa, baik dari bumi maupun dari bulan, akan mengubah kekuatan gravitasi diantara mereka. Newton juga menemukan bahwa semakin jauh benda-benda itu terpisah, maka akan semakin lemah tarikan gravitasi diantara mereka. Jika bulan berada pada jarak dua kali jaraknya yang sekarang dari bumi, tarikan gravitasi antara bumi dan bulan hanya akan sebesar seperempat dari tarikan sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gravitasi Newton adalah sebuah teori yang baik. Selama 200 tahun setelah masa beliau, teori tersebut tidak perlu diubah. Sekarang kita masih menggunakannya, meskipun sekarang kita tahu bahwa teori itu tidak berlaku dalam beberapa situasi, umpamanya seperti bila gaya gravitasi tersebut menjadi sangat kuat, misalnya di dekat lubang hitam, atau bila benda-benda bergerak dengan laju mendekati kecepatan cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada awal abad 20, Einstein melihat adanya masalah dengan teori Newton. Seperti yang telah diketahui bahwa kuat gravitasi antara dua benda tergantung dari jarak yang memisahkan mereka. Jika ini benar, maka seandainya seseorang mengambil matahari dan menggerakkannya lebih jauh dari bumi, gaya gravitasi antara bumi dan matahari akan berubah dalam sekejap. Mungkinkah itu? Dalam Relativitas Einstein dikatakan bahwa laju rambat cahaya akan selalu tetap besarnya, dimanapun Anda berada di jagat raya ini atau bagaimanapun gerak Anda. Berdasar perhitungannya, Einstein menyimpulkan bahwa tidak ada benda yang mampu bergerak melebihi kecepatan cahaya, kecuali partikel-patikel yang menyusun cahaya itu sendiri. Cahaya matahari memerlukan sekitar 8 menit untuk bisa mencapai bumi. Maksudnya, kita selalu melihat matahari dalam keadaannya pada 8 menit yang lalu. Jadi, jika matahari digerakkan menjauh, kita yang ada di bumi tidak akan tahu apa yang sedang terjadi dan tidak akan merasakan pengaruh apapun dalam waktu 8 menit tadi. Selama 8 menit, kita akan terus beredar mengitari matahari, seolah-olah matahari tidak bergeser. Dengan kata lain, pengaruh gravitasi suatu benda terhadap benda lain tidak dapat berubah dalam waktu sekejap, karena menurut Einstein gravitasi tidak dapat bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya. Informasi tentang seberapa jauh matahari digeser tidak dapat bergerak dalam sekejap melintasi ruang. Informasi itu tidak bisa bergerak dengan kecepatan melebihi 300.000 kilometer setiap detik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Implikasi relativistik jelas bahwa bila kita berbicara mengenai benda-benda yang bergerak dalam jagat raya ini, tidaklah realistis untuk berbicara hanya dalam tiga dimensi ruang. Jika tidak ada informasi yang dapat merambat lebih cepat dari laju rambat cahaya, benda-benda yang berjarak sangat jauh tidak ada bagi kita ataupun kita bagi mereka, tanpa suatu faktor waktu. Menjelaskan alam raya dalam tiga dimensi sama tidak memadainya seperti menggambarkan kubus dalam dua dimensi. Akan jauh lebih berarti jika kita memasukkan dimensi waktu, dan mengakui bahwa sebenarnya ada empat dimensi di semesta ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Einstein menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencoba mencari suatu teori gravitasi yang sesuai dengan teori yang telah ditemukannya mengenai cahaya dan gerakan pada kecepatan mendekati laju rambat cahaya. Pada tahun 1915, ia memperkenalkan Relativitas Umum. Beliau meminta kita untuk membayangkan gravitasi bukan sebagai gaya yang bekerja diantara benda-benda dalam bentuk aksi pada jarak, melainkan dalam bentuk kelengkungan ruang-waktu empat dimensi itu sendiri. Dalam pikirannya, gravitasi adalah geometri jagat raya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut Einstein, kelengkungan tersebut disebabkan oleh hadirnya massa atau energi. Semua benda bermassa menyumbang terhadap kelengkungan ruang-waktu. Benda-benda yang berjalan maju lurus dalam jagat raya akan dipaksa untuk mengikuti lintasan yang melengkung. Bayangkanlah selembar karpet dengan sebuah bola boling pada permukaannya, yang menyebabkan lekukan di situ. Cobalah menggelindingkan sebuah bola golf menurut garis lurus melewati bola boling tersebut. Bola golf tentu akan sedikit mengubah arahnya apabila menjumpai lekukan yang disebabkan bola boling. Atau mungkin akan lebih dari itu: bola golf tersebut akan melintas dalam bentuk elips dan menggelinding kembali ke arah Anda. Hal seperti itu terjadi bila bulan mencoba meneruskan gerakannya yang lurus ketika melewati bumi. Bumi melengkungkan ruang-waktu seperti bola boling melengkungkan lembaran karpet. Inilah efek lensa gravitasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Anda akan mendapatkan bahwa Einstein menjelaskan gejala yang sama seperti yang dijelaskan Newton. Bagi Einstein sebuah benda bermassa melengkungkan ruang-waktu, sedangkan bagi Newton benda bermassa mengeluarkan gaya. Akibatnya, dalam tiap kasus terjadi perubahan arah gerak dari sebuah benda kedua. Menurut Teori Relativitas Umum, medan gravitasi dan kelengkungan adalah satu hal yang sama. Jika Anda menghitung lintasan-lintasan planet dalam tata surya dengan menggunakan teori Newton dan kemudian menghitungnya kembali dengan menggunakan teori Einstein, Anda akan mendapatkan lintasan yang hampir tepat sama, kecuali dalam kasus orbit Merkurius. Karena Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan matahari, maka ia mendapatkan pengaruh yang lebih besar daripada planet-planet yang lain. Oleh karena itu, teori Einstein meramalkan suatu hasil yang sedikit berbeda dari hasil yang diramalkan teori Newton. Pengamatan menunjukkan bahwa lintasan Merkurius lebih cocok dengan ramalan Einstein.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Teori Einstein meramalkan bahwa benda-benda lain di samping bulan-bulan dan planet-planet dipengaruhi oleh melengkungnya ruang-waktu, bahkan foton juga harus melewati lintasan yang melengkung. Jika suatu foton berjalan dari suatu bintang yang jauh dan lintasannya dekat dengan matahari, kelengkungan ruang-waktu di dekat matahari menyebabkan lintasannya akan sedikit dibelokkan masuk ke arah matahari, tepat seperti lintasan bola golf melengkung ke dalam ke arah bola boling. Barangkali lintasan cahaya tersebut membengkok sedemikian rupa sehingga cahaya itu akhirnya menabrak bumi. Matahari terlalu terang sehingga kita tidak dapat melihat cahaya bintang itu, kecuali ketika pada saat terjadi gerhana matahari. Jika kita melihat foton-foton dari bintang itu dan tidak menyadari bahwa matahari membengkokkan lintasannya, kita akan mendapatkan gambaran yang salah mengenai posisi bintang yang sebenarnya. Para astronom memanfaatkan efek ini untuk mengukur massa benda-benda di luar angkasa dengan mengukur berapa pembengkokan lintasan cahaya yang berasal dari bintang-bintang yang jauh. Makin besar massanya, makin besar pula pembengkokannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gravitasi “Lembaran Karpet” dikembangkan lebih lanjut oleh para kosmolog, terutama Stephen Hawking, dan menghasilkan gagasan tentang &lt;em&gt;Black Hole&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Big Bang&lt;/em&gt;. Namun sayang, gagasan ini kurang cocok apabila eksistensi nukleoaktivitas diperhitungkan. Bagaimana menyikapi hal ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sekarang kita tahu bahwa Bimasakti hanyalah satu dari beberapa ratus miliar galaksi yang dapat dilihat dengan menggunakan teropong modern. Sedangkan setiap galaksi sendiri memiliki beberapa ratus miliar bintang. Bimasakti mempunyai garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya. Galaksi ini berputar lambat-lambat, bintang-bintang dalam lengan-lengan spiralnya beredar mengitari pusat galaksi sekali dalam beberapa ratus juta tahun. Jika gravitasi dibatasi pada kecepatan cahaya, tentulah ia akan sangat kesulitan menyatukan benda-benda yang ada dalam ruang-waktu yang demikian besar, Bimasakti misalnya. Sedangkan kita memiliki miliaran galaksi lain yang harus disatukan semuanya dalam satu sistem. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mungkinkah gravitasi bukan termasuk jenis interaksi kuantum? Gravitasi haruslah bisa bergerak lebih cepat dari cahaya, dan mengikat semua benda dalam mahadomain jagat raya. Gravitasi adalah interaksi gaib ‘aksi pada jarak’ yang tidak mematuhi baik relativitas maupun kuantum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;strong&gt;Gelombang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada masa-masa permulaan jagat raya, ruang-waktu hanya diisi gelombang-gelombang tak hingga. Polarisasi, superposisi, dan interferensi yang terjadi pada suatu titik, menyebabkan terjadi konsentrasi gelombang yang lebih tinggi dari sekitarnya. Spot gelombang itu setiap saat menyerap gelombang-gelombang lain yang ada di sekitarnya terus-menerus, sehingga terbentuklah nukleoaktivitas. Karena nukleoaktivitas memiliki kecenderungan menarik material gelombang di sekitarnya, maka ia pun akan menyapu luas daerah dengan radius yang sesuai dengan kekuatan inti. Apabila suatu nukleoaktivitas memasuki wilayah nukleoaktivitas lain, maka akan terjadi persaingan, sehingga akan terjadi semacam aksi pada jarak. Aksi pada jarak mungkin bisa disebut gaya osmotik, dan gaya inilah yang kemudian dipopulerkan Newton dengan nama gravitasi. Inilah gaya primordial yang mula-mula terbentuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Listrik dan magnet telah dilebur oleh Maxwell menjadi elektromagnetisme. Dan bahkan, perkembangan fisika paling mutakhir telah berhasil menyatukan elektromagnetisme ini dengan gaya lemah dan gaya kuat. Elektromagnetisme, gaya lemah, dan gaya kuat adalah interaksi kuantum yang sama dalam bentuk-bentuk yang berbeda. Gravitasi satu-satunya interaksi yang tidak bisa disatukan. Kalaupun nanti kita bisa menyatukannya, tentu bukan dalam wadah Teori Kuantum atau Teori Relativitas, karena gravitasi benar-benar berbeda dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jadi, sekarang fisikawan harus mulai terbiasa dengan gravitasi yang bukan sebagai kelengkungan ruang-waktu, bukan sebagai gaya yang dibawa agen kuantum bernama graviton, dan bukan pula sebagai gaya tanpa agen perantara. Gravitasi adalah interaksi gaib yang dibawa gelombang-gelombang yang mampu bergerak tak hingga (tidak memerlukan waktu) yang melekatkan setiap bagian jagat dari satu ujung sampai ujung yang lain. Dan terakhir, perlu saya kemukakan, ini hanyalah usul yang mungkin perlu dipertimbangkan para fisikawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;foto:dirgantara-lapan.or.id&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span  lang="IN" style="font-family:arial;"&gt;*Dikutip dari Stephen Hawking: Pencarian Teori Segala Hal (Kitty Ferguson)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-1009967932005238948?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/1009967932005238948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/gravitasi-mekanisme-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/1009967932005238948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/1009967932005238948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/gravitasi-mekanisme-alam.html' title='GRAVITASI &amp; MEKANISME ALAM'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h25eNtFP-qA/SjTIF2PdaWI/AAAAAAAAAEY/VUkSATixP6c/s72-c/03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-3903030610276369873</id><published>2009-06-14T17:44:00.000+08:00</published><updated>2009-06-14T17:46:06.245+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>JELAJAHI KEKUATAN OTAK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;               &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Pendahuluan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table border="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                       &lt;table border="0" width="100%"&gt;                         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                           &lt;td valign="top" width="48%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                               &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                                 &lt;param name="movie" value="anim/hal_1.swf"&gt;                                 &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                 &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_1.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                               &lt;/object&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;td width="52%"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pada dasarnya setiap orang dapat menjadi jenius. Idealnya memang harus dipersiapkan sejak kecil dengan mengaktifkan fungsi otak untuk mengembangkan kecerdasan-kecerdasan yang menunjang proses pembelajaran. Bagi kita yang telah memasuki usia remaja juga dapat memberdayakan otak secara optimal, untuk itu kita harus mengetahui terlebih dahulu cara kerja otak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                         &lt;/tr&gt;                       &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Percayakah anda bahwa otak manusia lebih hebat dari komputer tercanggih pada saat ini. Pilih menu berikut untuk mengetahui lebih dalam tentang kekuatan otak kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                        &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Kekuatan Karakter Otak &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;table border="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td align="center"&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td align="center"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/images/hal_2a.jpg" width="300" height="150" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;table border="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mengapa kita tidak menjadi pembelajar yang lebih baik padahal kita memiliki 200 miliar sel otak? (Ini sama banyaknya dengan jumlah bintang di sejumlah galaksi) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                                   &lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                           &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="196" height="171"&gt;                             &lt;param name="movie" value="anim/hal_2b.swf"&gt;                             &lt;param name="quality" value="high"&gt;                             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_2b.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="196" height="171"&gt;&lt;/embed&gt;                           &lt;/object&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mengapa kita tidak bias lebih baik dalam mengingat sesuatu hal padahal otak kita dapat menyimpan sekitar 100 miliar bit informasi ? (Ini ekuivalen dengan 500 ensiklopedia)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/images/hal_2c.jpg" width="239" height="164" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mengapa kita tidak lebih baik dalam memahami sesuatu hal padahal otak kita mempunyai lebih dari 100 triliun kemungkinan koneksi/sambungan? (Ini akan menjadi computer yang paling canggih)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                           &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                             &lt;param name="movie" value="anim/hal_3a.swf"&gt;                             &lt;param name="quality" value="high"&gt;                             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_3a.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                           &lt;/object&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mengapa kita tidak lebih kreatif padahal kita rata-rata melakukan 4000 pemikiran setiap 24 jam (Itu berarti Rp 400.000,-/hari apabila satu sen per pikiran)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                           &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                             &lt;param name="movie" value="anim/hal_3b.swf"&gt;                             &lt;param name="quality" value="high"&gt;                             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_3b.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                           &lt;/object&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div class="style2" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;color:#0066ff;"&gt;Anda penasaran..?&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div class="style2" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;color:#990099;"&gt;Ingin tahu jawabannya..? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                           &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                             &lt;param name="movie" value="anim/hal_4.swf"&gt;                             &lt;param name="quality" value="high"&gt;                             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_4.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                           &lt;/object&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Jawabannya sederhana, kebanyakan dari kita mempunyai kebiasaan masuk ke dalam potongan kecil dari seluruh kemampuan otak kita. Menurut para ilmuwan di &lt;i&gt;Sanford Research Institute&lt;/i&gt; kita hanya menggunakan 10 persen dari kemampuan otak kita. Dari 10 persen itu sebagian besar hanya mengoptimalkan belahan otak kiri. Nah, sekarang bisa kita bayangkan mengapa akhir-akhir ini banyak kita dapati orang menjadi stress, sibuk memikirkan pelajaran, pekerjaan atau masalah-masalah lain. Hal ini disebabkan karena mereka hanya mengoptimalkan sbagian kecil dari fungsi otak sedangkan bagian yang lainnya tidak dimanfaatkan (90 persen potensi kemampuan otak tetap tidak dikeluarkan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Struktur Otak &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;table border="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Berdasarkan fungsinya otak terbagi beberapa bagian, berikut struktur otak beserta fungsinya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                           &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                             &lt;param name="movie" value="anim/hal_5.swf"&gt;                             &lt;param name="quality" value="high"&gt;                             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_5.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                           &lt;/object&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;table border="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                               &lt;td width="5%"&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td width="95%"&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=hal3a.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;u&gt;Otak Reptil&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=hal3b.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Limbik/Mamalian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=hal3c.htm"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Neocortex&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Otak Reptil (Satpamnya Otak) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;table border="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;table border="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                               &lt;td valign="top" width="62%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sistem pengamanan otak kita , utamanya dikendalikan oleh system atau otak reptile kita. Otak reptil ini terletak di lapisan paling dalam dari sel otak kita. Ia bekerja secara instinctive otomatis. Pada situasi aman ia bekerja dengan cara normal, seperti biasanya kita. Sedangkan dalam situasi berbahaya atau mengancam ia bekerja dengan cepat dan mengerahkan seluruh kekuatan untuk melawan bahaya atau melarikan diri menghindari bahaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td align="right" valign="top" width="38%"&gt;&lt;table bgcolor="#ffffff" border="1" bordercolor="#0099ff" cellpadding="0" cellspacing="0" width="97%" height="201"&gt;                                   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                     &lt;td valign="top" height="201"&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="173"&gt;                                         &lt;param name="movie" value="anim/hal_6.swf"&gt;                                         &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                         &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_6.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="173"&gt;&lt;/embed&gt;                                     &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Untuk keperluan belajar dan berpikir kreatif, mestinya otak reptile dikondisikan aman. Dalam kondisi aman, otak reptile mampu bekerja dengan baik dan mendukung bagian otak lain untuk belajar. Bahkan dalam kondisi aman ini, memungkinkan otak untuk lebih berani mengungkapkan ide-ide baru. Ide-ide baru yang mungkin belum pernah ditemukan orang, sehingga berkembanglah pemikiran-pemikiran kreatif. Sementara itu dalam situasi terancam otak reptile akan memberintak. Termasuk hal-hal yang mengancam otak reptile adalah takut pada guru, takut tidak lulus, cemas mendapatkan nilai jelek atau ketakutan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Limbik/Mamalian (Manajernya Otak) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;table border="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;table border="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                               &lt;td valign="top" width="62%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sebuah luar dari lapisan otak reptile terdapat lapisan otak mamalia –lymbic system-lapisan tengah. Otak mamalia berfungsi mengendalikan emosi dan perasaan kita. Peran emosi dalam kehidupan dan dan belajar telah diteliti dengan baik oleh Daniel Goleman, yang dikenal dengan Emotional Intelligence atau EQ.&lt;br /&gt;                                       &lt;br /&gt;                Pada situasi yang membosankan dan jenuh, otak mamalia bekerja secara&lt;br /&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td align="right" valign="top" width="38%"&gt;&lt;table border="1" bordercolor="#0099ff" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                                   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                                         &lt;param name="movie" value="anim/hal_7.swf"&gt;                                         &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                         &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_7.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                                     &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; negative. Misalkan pada siang yang panas, kita diminta untuk membuat suatu karangan di dalam kelas. Apa yang kita rasakan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mungkin malas, bosan atau jenuh. Sebaliknya apabila otak mamalia kita dibuat tergugah, termotivasi, terpancing dan bersemangat maka kita akan mampu menyelesaikan beragam persoalan dengan lebih baik. Untuk contoh di atas apabila diberikan alternative penyelesaian yang lebih menarik, misalkan siswa boleh membuat karangan di mana saja yang dianggap nyaman. Boleh di taman, di perpustakaan, dan lain-lain. Bila otak mamalia sudah mendukung hasil belajar akan lebih optimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Neocortex (Direkturnya Otak) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;table border="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;table border="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                               &lt;td valign="top" width="62%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Lapisan sebelah luar dari otak mamalia adalah lapisan otak neocortex. Lapisan terluar yang hanya dimiliki oleh manusia tidak oleh mahluk lain. Keberadaan otak neocortex menjadi keistimewaan manusia. Dengan neocortex manusia mampu membaca dan menulis puisi, mampu melakukan perhitungan yang rumit, menyusun rumus-rumus dan sebagainya. Tak ada satupun binatang yang mampu melakukannya.&lt;br /&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td align="right" valign="top" width="38%"&gt;&lt;table border="1" bordercolor="#0099ff" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                                   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                                         &lt;param name="movie" value="anim/hal_7.swf"&gt;                                         &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                         &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_7.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                                     &lt;/object&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Satu hal penting yang harus digarisbawahi adalah otak neocortex dapat bekerja secara optimal jika didukung oleh dua lapisan otak yang lebih bawah yaitu mamalia dan reptile. Neocortex dapat berpikir secara kreatif jika emosinya senang, bersemangat, termotivasi dan instinknya merasa aman. Sebaliknya otak neocortex tidak dapat bekerja dengan baik jika otak mamalia bosan dan otak reptile terancam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Belahan Otak Kiri dan Kanan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;table border="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/images/hal_9a.jpg" width="229" height="152" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;table border="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Keberbakatan, kepandaian dan kreatifitas ditentukan oleh struktur otak. Cerebaral cortex otak dibagi dalam dua belahan, belahan otak kiri (left hemisphere) dan belahan otak kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpus callosum.&lt;br /&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/images/hal_9b.jpg" width="192" height="203" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Belahan otak kanan menguasai dan mengatur belahan kiri badan, sedangkan belahan otak kiri menguasai dan mengatur belahan kanan badan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Respon, tugas dan fungsi belahan otak kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai pengalaman belajar, sebagaimana seseorang mengalami realitas secara berbeda-beda dan unik. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik (seperti untuk belajar membaca, bahasa, aspek berhitung dari matematika). Jadi bagian otak ini yang digunakan untuk berpikir mengenai halhal yang bersifat matematis dan ilmiah. Kita dapat memfokuskan diri pada garis dan rumus, dengan mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Belahan otak kanan berfungsi untuk berpikir holistic, spasial, metaphoric dan lebih banyak menyerap konsep matematika, sintesis, mengetahui secara intuitif, elaborasi, dan variable serta dimensi humanistic mistik. Otak kanan ini mengurusi masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiranlain yang memerlukankreativitas, orisinalitas, daya cipta, dan bakat artistic. Pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis. Kita dapat melibatkan diri dengan segala rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan, dan mengabaikan segala ukuran dan dimensi yang mengikat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Seseorang yang semata-mata menggunakan salah satu sisi otak saja seringkali mengalami kesulitan menggunakan sisi otak yang lain secara bergantian. Karena itulah mereka yang terdidik untuk lebih dominant berpikir secara logis akan cenderung mengabaikan kemampuan kreativitasnya, sehingga akan mengalami keterbatasan kemampuan untuk berpikir di luar batas rasional yang telah diajarkan padanya. Ia akan menjadi seseorang yang berpikir dengan dimensi tunggal dan meyakini bahwa caranya tersebut adalah yang paling efektif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Misalnya seseorang yang tidak pernah diajarkan untuk menggunakan pola piker yang logis dan rasional akan menjadi seorang pelukis dan desainer yang hebat, tetapi kurang terbiasa dengan gambar arsitektural yang memerlukan pemikiran logis dengan susunan dan perhitungan analitis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Juga ditemukan fakta,bahwa salah satu sisi otak yang kurang dipergunakan tersebut diaktifkan, seringkali hasilnya akan menjadi jauh lebih efektif dibandingkan hanya salah satu bagian saja yang aktif. Ternyata, bila kedua sisi otak tersebut dapat bekerja secara bergantian sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi maka akan terjadi suatu sinergi yang memberikan hasil akhir yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td align="center" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;table border="0" width="99%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/images/hal_12a.jpg" width="239" height="232" /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/images/hal_12b.jpg" width="209" height="233" /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pemberian beban yang sama kepada kedua dimensi pikiran ini, kita dapat berpikir lebih efektif dengan santai. Daripada hanya terbiasa dengan pola berpikir secara ilmiah atau imajinatif, tentu akan jauh lebih baik lagi bila kita mampu berpikir dengan kedua pola tersebut secara terpadu. Untuk memperoleh kemampuan tersebut, anda hanya perlu melatih pengembangan kekuatan otak anda seluruhnya, dan potensi tersebut terdapat pada diri setiap orang, termasuk ANDA!!!!!!!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Mengoptimalkan Kerja Otak &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;table border="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                           &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                             &lt;param name="movie" value="anim/hal_13.swf"&gt;                             &lt;param name="quality" value="high"&gt;                             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_13.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                           &lt;/object&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                           &lt;table border="0" width="100%"&gt;                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                               &lt;td width="6%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;A.&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Menghafal Cepat&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ada 6 tips kita dapat menghafal dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td width="6%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td width="88%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Indera&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Keterampilan memperhatikan perlu kita pelajari, karena akan sulit mengingat sesuatu apabila kita tidak memperhatikan dari awal. Dengan menggunakan kombinasi penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau (hidung), dan rasa (lidah), akan menciptakan memori terkuat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Buat Kesan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Untuk membuat sesuatu dapat diingat buat menjadi berkesan, buat kesan objek yang akan kita ingat secara imajinatif dan berlebih-lebihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mainkan Emosi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kesan yang bermuatan cinta, kebahagiaan, dan kesedihan mudah untuk diingat. Dengan menggunakan kesan dari perasaan hangat, perasaan yang membuat jantung kita berdegup kencang dan memancarkan kebahagiaan, akan membantu memori kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Asosiasi dan Imajinasi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Gunakan asosiasi dan imajinasi pribadi kita seperti anggota-anggota keluarga kita, rumah kita, kantor, teman-teman, peristiwa, dan hal-hal yang istimewa bagi kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Repitisi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Berkonsentrasilah secara penuh pada materi yang sedang dipelajari dan mengulangnya dengan cara yang berbeda dan kreatif seperti mengucapkannya keras-keras dan lebih baik bila dibuat peta pikiran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Buat Password &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Usahakan mengingat bagian pertama dan terakhir karena bagian tersebut paling mudah untuk diingat. Buat password untuk bagian-bagian tersebut dan jadikan keyword untuk mengingat bagian-bagian lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;B.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Memahami Bacaan dengan cepat &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="center"&gt;                                   &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                                     &lt;param name="movie" value="anim/hal_15.swf"&gt;                                     &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                     &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_15.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                                   &lt;/object&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Langkah-langkah yang harus kita lakukan agar dapat memahami bacaan dengan cepat adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bacalah hanya kata-kata yang penting seperti judul, sub judul, kata bercetak tebal, bergaris miring dan buat peta pikiran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Renungkanlah apa yang telah diperoleh dari langkah pertama, hubungkan masing-masing sub judul dengan judul. Pikirkan dengan cara menerka-nerka apa yang kira-kira dibahas dalam judul. Dengan menerka-nerka berarti mengaktifkan fungsi kerja otak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Baca kembali kata-kata penting satu kalimat pertama untuk setiap paragraph, karena biasanya ide utama setiap paragraph ada di kalimat utama yaitu kalimat pertama masing-masing paragraph, terutama untuk tulisan karya ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Renungkan kembali apa yang telah kita peroleh. Biasanya kita telah memahami isi tulisan secara umum dan menyeluruh. Apabila muncul pertanyaan dalam tulisan yang sedang kit abaca untuk mengetahui lebih detil lagi, tebaklah jawaban-jawaban yang mungkin menurut kita. Benar atau salah tebakan kita bukan masalah yang jelas dengan menebak otak kita menjadi lebih aktif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bacalah bagian bacaan yang menurut kita perlu atau menarik. Renungkan kembali apa yang telah kita peroleh. Ulangi langkah ini, lengkapi dengan membuat peta pikiran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;C.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Berhitung Cepat&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="center"&gt;                                   &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                                     &lt;param name="movie" value="anim/hal_16.swf"&gt;                                     &lt;param name="quality" value="high"&gt;                                     &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_16.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                                   &lt;/object&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ada banyak teknik berhitung cepat, berikut beberapa teknik yang dapat membantu kita untuk berhitung lebih cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                             &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                   &lt;table border="0" width="100%"&gt;                                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                       &lt;td width="6%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td colspan="2"&gt;                                           &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kuadrat 2 angka &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td valign="top" width="5%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td width="89%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bila angka satuannya berupa angka 5, kerjakan dengan cara sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                           &lt;table border="0" width="100%"&gt;                                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                               &lt;td width="6%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;42&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="10%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2025&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="23%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;dari 4x(4+1) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="5%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="7%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="5%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;5&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="5%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="4%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="13%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;menjadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="3%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="9%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2025&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                             &lt;/tr&gt;                                             &lt;tr&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;15&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;225&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;dari 1x(1+1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;5&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;menjadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;225&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                             &lt;/tr&gt;                                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bila angka puluhannya berupa angka 5,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                           &lt;table border="0" width="100%"&gt;                                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                               &lt;td width="6%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;56&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="10%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;3136&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="23%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;dari 5&lt;sup&gt;2+6&lt;/sup&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="3%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="5%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;31&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="7%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="5%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;6&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="5%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;36&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="4%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="13%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;menjadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="3%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="9%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;3136&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                             &lt;/tr&gt;                                             &lt;tr&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;57&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;3249&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;dari 5&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;+7&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;32&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;7&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;49&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;menjadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;3249&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                             &lt;/tr&gt;                                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bila angkanya sembarang, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                           &lt;table border="0" width="100%"&gt;                                             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                                               &lt;td width="8%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;64&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="12%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2.6.4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="17%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;48&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="9%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="9%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;53&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="12%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2.5.3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="4%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td width="17%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;30&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                             &lt;/tr&gt;                                             &lt;tr&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;6&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;.4&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;3616&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;5&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;.3&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;25-9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                             &lt;/tr&gt;                                             &lt;tr&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;4096&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                               &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2509&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                             &lt;/tr&gt;                                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Perkalian 11&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td colspan="2"&gt;                                           &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;12 x 11 = 132 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td colspan="2"&gt;                                           &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Perhatikan angka 12 nya saja; dari kiri ke kanan, tambahkan kanannya; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td colspan="2"&gt;                                           &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;2 + 0 = 2 dan 0 + 1 = 1 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td colspan="2"&gt;                                          &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td colspan="2"&gt;                                           &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;14 x 11 = 154 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                     &lt;tr&gt;                                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                       &lt;td colspan="2"&gt;                                           &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;4 + 0 = 4 dan 1 + 4 = 5 dan 0 + 1 = 1 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;/tr&gt;                                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                   &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Penutup &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;table border="0" width="100%"&gt;                     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;                           &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,29,0" width="240" height="180"&gt;                             &lt;param name="movie" value="anim/hal_18.swf"&gt;                             &lt;param name="quality" value="high"&gt;                             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_250/anim/hal_18.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="240" height="180"&gt;&lt;/embed&gt;                           &lt;/object&gt;                       &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Setelah membaca rubrik ini anda sudah memiliki pengetahuan tentang bagaimana otak kita bekerja dan bagaimana cara mengoptimalkan kerjanya. Sekarang anda dapat membaca dan berhitung lebih cepat dan efisien, memecahkan masalah dengan lebih mudah, dan meningkatkan memori apabila anda mau mengaplikasikannya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:,Time New Roman, Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:180%;color:#0066ff;"&gt;"OTAK ANDA DAPAT BELAJAR SEJAK LAHIR SAMPAI AKHIR KIAMAT"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                     &lt;tr&gt;                       &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=250&amp;amp;fname=#atas"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;ke atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-3903030610276369873?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/3903030610276369873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/jelajahi-kekuatan-otak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/3903030610276369873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/3903030610276369873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/jelajahi-kekuatan-otak.html' title='JELAJAHI KEKUATAN OTAK'/><author><name>Mulya Sasack</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16139408352202364226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2142923173142415932.post-7065032110578006684</id><published>2009-06-14T17:41:00.000+08:00</published><updated>2009-06-14T17:42:30.772+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MENINGKATKAN DAYA INGAT</title><content type='html'>&lt;p class="judulBab"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/hal1.jpg" alt="Daya Ingat Otak " align="left" width="346" height="365" hspace="10" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mendengar kata ingatan, rasanya bukanlah kata yang asing atau baru kita dengar. Dalam kehidupan sehari-hari berbagai aktifitas yang kita lakukan tidak terlepas dari proses mengingat. Apalagi dalam pembelajaran, rasanya takkan ada pembelajaran tanpa ingatan. Begitu pentingnya ingatan dalam proses pembelajaran sehingga apabila kita ingin berhasil dalam pembelajaran kita harus dapat mengingat dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pernahkah anda mengalami saat-saat dimana anda mengingat setiap lirik lagu yang anda sering nyanyikan pada waktu kecil, atau anda sering lupa menaruh sesuatu. Satu waktu kita dapat mudah mengingat sesuatu dan satu waktu kita dapat dengan mudah merupakan sesuatu. Kejadian ini mungkin memunculkan pertanyaan kepada kita kenapa kita bisa lupa dalam mengingat sesuatu dan apa yang membuat kita dapat dengan mudah mengingat sesuatu? atau mungkin jika kita merasa diri kita adalah orang yang mudah lupa mengingat informasi, apakah itu pelajaran, daftar belanjaan yang harus dibeli, janji terhadap teman, boleh jadi pertanyaan yang akan muncul adalah apakah ingatan kita dapat diperbaiki? jika bisa bagaimanakah caranya membantu kita untuk meningkatkan daya ingat kita ?. Jika anda membaca tulisan ini dan mempraktekkannya pada kehidupan anda, percayalah kemungkinan besar akan ada perubahan pada kemampuan anda mengingat sesuatu. Strategi yang ada pada tulisan ini diambil dari berbagai sumber yang orang telah buktikan keampuhannya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p class="judulBab"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Karakteristik Ingatan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;th scope="col" width="49%"&gt;&lt;span class="teks"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/hal2.jpg" alt="Aktifitas Otak" align="left" width="316" height="320" hspace="10" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;             &lt;th scope="col" width="2%"&gt; &lt;/th&gt;             &lt;td scope="col" align="left" valign="top" width="49%"&gt;&lt;span class="teks"&gt;Ingatan merupakan suatu proses biologi, yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali. Pada dasarnya ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia dan membedakan manusia dari mahluk hidup lainnya. Ingatan memberi manusia kemampuan mengingat masa lalu, dan perkiraan pada masa depan. Ingatan merupakan kumpulan reaksi elektrokimia yang rumit yang diaktifkan melalui beragam saluran indrawi dan disimpan dalam jaringan syaraf yang sangat rumit dan unik di seluruh bagian otak. Ingatan yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan bertambahnya informasi yang disimpan.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p class="teks" align="justify"&gt;Jadi, mengingat itu adalah proses kerja otak menyimpan informasi dan memunculkannya kembali. Sehingga terdapat lima (5) jenis ingatan, yaitu &lt;/p&gt;         &lt;ol&gt;&lt;li class="teks"&gt; ingatan jangka pendek-SEGERA, &lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;ingatan jangka pendek-KERJA, &lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt; ingatan jangka pendek-PERANTARA, &lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt; ingatan jangka panjang-KERJA, &lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt; ingatan jangka panjang-ARSIP. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;         &lt;p class="teks"&gt;&lt;strong&gt;Ingatan jangka pendek-SEGERA&lt;/strong&gt; adalah tempat dalam otak yang menampung informasi baru yang masuk. Ingatan ini terletak di bagian depan otak yang disebut lobe depan cerebral korteks. Ingatan ini hanya dapat menangani tujuh bit informasi (plus atau minus 2) sebelum ingatan itu menyalurkan informasi ke memori kerja atau memori perantara. Jadi, informasi apapun yang kita terima pertama kali melalui panca indera kita akan masuk dalam ingatan jangka pendek-SEGERA ini. &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;&lt;strong&gt;Ingatan jangka pendek-KERJA&lt;/strong&gt; dapat diandaikan seperti buku catatan yang terbuka di meja kerja kita. Informasi ditulis, dibaca, atau dicatat dalam ingatan ini. Yang terpenting, memori ini merupakan apa yang difokuskan saat ini. &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;&lt;strong&gt;Memori jangka pendek-PERANTARA&lt;/strong&gt; adalah buku catatan yang diletakan di sudut ruangan. Kita dapat mengambilnya jika perlu, tetapi saat ini ingatan itu tidak penting. Ingatan jangka pendek-PERANTARA dapat kita umpamakan sebagai "recycle bin" atau tempat sampah dalam komputer, hanya bedanya komputer dapat mengkosongkannya akan tetapi ingatan kita akan selalu tersimpan.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Pada malam hari, ketika tidur, semua informasi jangka pendek dimasukan ke dalam ingatan jangka panjang. Akan menjadi ingatan apakah ingatan jangka pendek itu selanjutnya, apakah ingatan jangka panjang-KERJA, atau ingatan jangka panjang- ARSIP tergantung pada pertanyaan apakah informasi ini akan kita perlukan besok atau dalam waktu dekat? jika jawabannya Ya, maka informasi tersebut disimpan dalam ingatan jangka panjang-KERJA. Jika jawabannya tidak, maka informasi tersebut disimpan dalam ingatan jangka  panjang-ARSIP.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt; &lt;strong&gt;Ingatan jangka panjang-KERJA&lt;/strong&gt; adalah pengetahuan yang diperlukan sehari-hari. Kita perlu tahu dimana kita tinggal, berapa nomor telepon kita, dan sebagainya.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;&lt;strong&gt;Ingatan jangka panjang-ARSIP&lt;/strong&gt; adalah pengetahuan yang tidak kita gunakan saat ini atau tidak akan digunakan  untuk waktu lama.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Ingatan yang disimpan makin lama tentunya semakin banyak sehingga banyak hal yang ditumpuk membuat ingatan yang pertama disimpan sulit diingat kembali. Seperti halnya barang-barang di gudang sebuah rumah, awalnya gudang itu kosong lalu kotak pertama diletakkan di sudut, kemudian kotak kedua di sudut yang lain, kemudian ditumpuk, lalu tambahkan hingga 1000 kotak. Kotak pertama tentu masih ada di sana, akan tetapi sulit untuk mengambilnya. &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;  &lt;/p&gt;         &lt;p class="judulBab"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Potensi Ingatan Yang Dimiliki Manusia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;th scope="col" width="47%" height="238"&gt;&lt;span class="teks"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/hal3.jpg" alt="Potensi Otak" align="left" width="303" height="236" hspace="10" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;             &lt;th scope="col" valign="top" width="53%"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;th scope="col" height="29"&gt; &lt;/th&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;p class="teks"&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;strong&gt;Tahukah anda bahwa :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span class="teks"&gt;&lt;strong&gt;√ Otak kita lebih hebat dari komputer&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;span class="teks"&gt;&lt;strong&gt;√ Otak kita memiliki kapasitas  sama dengan Enstein&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                 &lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;               &lt;/th&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Bayangkan sejenak dalam mata-pikiran, kita membuka pintu dapur, kemudian catatlah dalam pikiran, segala sesuatu yang ada di dapur. Lemari makanan, kompor, peralatan masak, letak piring, gelas, dan lain-lain. Detail yang kita dapat ingat itu luar biasa. Dan itu baru dapur saja. Kita juga dapat melakukan hal yang sama pada mengingat hal lain. Ingatan kita itu sesungguhnya sudah hebat akan tetapi masalahnya bagaimana memaksimalkan fungsinya. &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Dalam kondisi biasa, kapasitas ingatan manusia sulit diukur, akan tetapi penelitian mutakhir tentang otak mendukung apa yang telah diperkirakan para ahli selama ini. Otak manusia mampu berfungsi lebih dari yang kita bayangkan. Otak kita mempunyai jutaan sel syaraf yang disebut neuron, yang dapat berinteraksi dengan sel-sel lain sepanjang cabang yang disebut dendrit. Bahkan beberapa ilmuwan memperkirakan bahwa rata-rata otak dapat menyimpan satu kuadrillun potongan (satu kuadrillun adalah angka 1 diikuti 15 nol) informasi jangka panjang.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Jika komputer memiliki kapasitas memori yang terbatas, maka otak manusia memiliki jauh lebih besar kapasitas memori tersebut. Apabila kita menyimpan file atau informasi di dalam komputer maka, terdapat kapasitas yang terbatas, sehingga apabila kapasitas memori sudah penuh kita harus menambah kapasitas memori komputer kita. Coba bandingkan dengan otak kita yang dapat menyimpan informasi selama puluhan tahun, sepanjang hidup kita tanpa harus menambah kapasitas memori yang sudah ada.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p class="judulBab"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Para Genius Bidang Ingatan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Semua kita memiliki kapasitas otak yang luar biasa. Kita pada dasarnya memiliki kemampuan untuk mengingat melebihi komputer. Kekuatan ini dapat kita lihat dari orang-orang yang dapat kita katakan genius dalam bidang ingatan. Melihat para genius ini dapat melakukannya, semoga dapat memberikan motivasi pada kita bahwa kita juga dapat melakuklan hal yang serupa jika kita mau. &lt;/p&gt;         &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="teks"&gt;Konduktor Arturo Toscani dapat mengingat semua nada setiap instrumen dari 250 simfoni, ditambah dialog dan musik dari 100 opera. Pada sebuah konser saat para pemusik bersiap-siap, seorang pemain organ menemukan tuts organnya patah. Saat mendengar hal ini Toscani berpikir sebentar dan kemudian berkata, “tidak apa-apa nada dengan kunci itu tidak akan dimainkan dalam konser malam ini”.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Hideaki Tomoyori dari Yokohama Jepang, mengingat nilai pi hingga 40 ribu desimal dan memecahkan rekor sebelumnya yang mencapai 10 ribu desimal.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Antonio de Marco Magliabechi, seorang warga Italia yang lahir pada 1633 menggunakan ingatan fotografik dan penguasan membaca cepatnya untuk mendemontrasikan bagaimana ia dapat menulis seluruh isi sebuah buku setelah membaca satu kali.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Dario Donatelli memecahkan rekor ingatan dunia dengan mengucapkan kembali rangkain 73 angka dalam 48 detik setelah diperdengarkan.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Kaukamata, seorang kepala suku Maori dari Selandia Baru, mampu mengingat seluruh sejarah sukunya dari 45 generasi selama seribu tahun. Setiap pemaparan sejarah satu generasi memakan waktu tiga hari.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Stephen Powelson, pensiunan akuntan dari Les-Loges-en-Josas, Prancis mengingat lebih dari 14.300 baris dari keseluruhan 15.693 baris karya Homer, "Iliad" yang tertulis dalam bahasa klasik Yunani. Ingatan tersebut dilatih Powelson selama sepuluh tahun dan dia memulainya pada usia enam puluh tahun.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Imam Bukhori, adalah perawi hadis dan ahli hadis yang terkenal. Sejak kecil dia telah menunjukan bakatnya yang cemerlang dan luar biasa ketajaman ingatan dan hapalannya melebihi orang lain. Dia menghapalkan 300.000 hadis.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Kardinal       Mezzofani dapat berbicara dalam enam puluh bahasa dengan cukup baik.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Christin Friedrich Hernaker, bayi genius dari Lubeck Jerman, lahir pada 1721. pada usia sepuluh bulan dia mampu mengingat setiap kata yang didengarnya; pada usia tiga tahun dia dapat berbicara latin dan Prancis, dan memahami injil, geografi, dan sejarah dunia secara komprehensif. Sayangnya, anak genius tersebut meninggal pada usia empat tahun setelah meramalkan kematiannya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Pendeta David Misenheimer dari Charlotte, Carolina Utara, Amerika Serikat, mampu mengingat nama dan wajah dengan baik. Setiap minggu ia menyalami tiap jemaahnya yang berjumlah 1.800 orang dengan menyebut nama mereka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;         &lt;p&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p class="judulBab"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Proses Terbentuknya Ingatan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks" align="center"&gt;           &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=7,0,19,0" title="Proses ingatan" width="480" height="350"&gt;             &lt;param name="movie" value="anim/hal5.swf"&gt;             &lt;param name="quality" value="high"&gt;             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/anim/hal5.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;           &lt;/object&gt;         &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks" align="justify"&gt; Meskipun banyak dari kita yang sering mengatakan atau mendengar “buruknya ingatan” sebenarnya ingatan kita bekerja berdasarkan  suatu pola yang memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu. Hampir sama dengan konsep kecerdasan ganda, saat seseorang bisa menjadi penulis yang hebat, tapi lemah dalam konsep matematika, hal yang sama terjadi dengan ingatan. Ada orang yang bisa dengan mudah mengingat wajah, tetapi tidak pernah ingat tempat dia menaruh kunci motor. Langkah awal untuk memperbaiki ingatan adalah menyadari kelemahannya. Karena ingatan disimpan dalam berbagai jalur syaraf, penting sekali kita memahami bagaimana suatu ingatan dikodekan, disimpan, dan ditampilkan kembali.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Bahkan saat anda membaca tulisan ini, otak anda memilah-milah sejumlah besar informasi yang ditangkap oleh mata, mulut, kuping, kulit, dan hidung. Begitu semua rangsangan memasuki otak melalui indra, rangsangan tersebut akan langsung diproses oleh jaringan rumit yang terdiri atas impuls-impuls syaraf, protein, dan elektrik.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Misalnya, masukan yang ditimbulkan oleh kata-kata dalam tulisan ini, saat ini juga akan disalurkan melalui saraf optik menuju tempat penyimpanan terakhir – yaitu di daerah visual korteks yang merupakan bagian dari lobus okspital. Jika informasi tersebut ternyata tidak memperoleh perhatian yang ,memadai, atau dianggap tidak cukup untuk disimpan dalam ingatan jangka panjang, informasi tersebut akan diberi kode sebagai ingatan jangka pendek, dan kemudian dibuang atau diklasifikasikan kembali. Proses pemberian kode sangat erat kaitannya dengan keadaan emosi, nilai, dan arti suatu ionformasi, atau bagaimana kaitan informasi tersebut dengan pembelajarannya sebelumnya, serta berapa banyak perhatian yang telah diberikan pada informasi tersebut. Apabila informasi itu ada kaitannya dengan pengalaman tertentu, berbagai unsur pengalaman tadi akan dipanggil dari tempat-tempat penyimpanan di dalam otak sehingga membentuk suatu komposisi terpadu, yang pada akhirnya memacu ingatan anda.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Untuk  lebih jelas bagaimana ingatan dibentuk dapat   kita urutkan berdasarkan tahapannya, yaitu :&lt;/p&gt;         &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="teks"&gt;Kita berpikir, bergerak, melihat, mendengar, dan       mengalami hidup (sebagai rangsangan inderawi)&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Semua pengalaman itu disimpan di dalam otak (melalui kode-kode)&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Masukan itu       diurutkan oleh struktur dan proses otak berdasarkan nilai, arti, dan       kegunaannya.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Berbagai syaraf       diaktifkan.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Syaraf yang satu menyampaikan informasi kepada syaraf yang lain       melalui reaksi elektrik dan kimiawi.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Hubungan-hubungan itu diperkuat dengan pengulangan, pengistirahatan,       dan emosi.&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;Ingatan terbentuk &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;         &lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p class="judulBab"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ingatan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Mengingat merupakan proses mental yang melibatkan banyak komponen dalam diri kita. Mulai dari (1) menerima informasi yang akan kita ingat melalui panca indera kita, kemudian (2) disimpan dalam otak kita yang melibatkan kerja otak dalam mengolah dan menyimpan informasi, serta (3) memanggil atau memunculkan kembali informasi yang telah disimpan. &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Jika kita mudah lupa dalam mengingat sesuatu, maka kita harus dapat mengenali dimanakah kelemahan kita dalam mengingat. Untuk itu maka kita perlu mengetahui faktor apa yang mempengaruhi pada proses mengingat itu, baik ketika informasi itu datang, maupun ketika informasi itu disimpan.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Menganggap suatu informasi itu penting atau tidak penting merupakan       alasan paling umum mengapa informasi dilupakan. Kita hanya mengingat hal-hal yang menarik minat kita saja. Jika informasi itu tidak dianggap penting maka informasi itu tidak akan disimpan di dalam ingatan jangka panjang. &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Faktor lain yang mempengaruhi ingatan adalah adanya gangguan – suatu rangsangan lain muncul bersamaan dengan tahap pemrosesan ingatan, jika gangguan terjadi, upaya untuk kembali menampilkan ingatan akan menjadi gagal. Misalnya anda mengingat nomor telepon yang tidak pernah diketahui sebelumnya, ucapkan nomor tersebut beberapa kali sebelum disimpan dalam ingatan jangka pendek, kemudian mengobrollah sebentar dengan seseorang. Apakah Anda masih ingat dengan nomor telepon tadi setelah percakapan selesai? kemungkinan besar anda akan sulit untuk mengingatnya kembali.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Faktor lain yang mempengaruhi ingatan kita adalah kondisi psikologis kita. Kinerja ingatan kita akan mencapai puncak jika berada dalam tingkatan stress yang memadai. Namun, kinerja tersebut akan menurun jika stress menjadi berlebihan atau kronis. Salah satu aspek penting dalam mengingat sesuatu adalah perhatian dan fokus. Cobalah bayangkan bagaimana konsentrasi anda ketika merasa cemas. Dalam keadaan seperti itu kemungkinan besar Anda akan membuat kesalahan, melupakan sesuatu, atau merasa bingung.            &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi ingatan kita adalah faktor fisik atau kesehatan kita. Beberapa penyakit memang mempengaruhi ingatan kita seperti Alzheimer (lupa pada hal-hal yang baru tetapi ingat pada hal-hal yang lama), amnesia, dan lain sebagainya. Selain itu kesehatan fisik kita juga mempengaruhi kemampuan kita dalam mengingat. Untuk itu asupan makanan yang bergizi menjadi penting dalam menjaga tubuh selalu dalam kesehatan  yang prima sehingga proses mengingat dapat dilakukan dnegan baik.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Jika sudah memperhatikan sebuah nama, atau informasi kemudian anda menyimpannya untuk masa depan. Saat menempatkan data di bank ingatan Anda untuk disimpan, Anda tidak bisa melemparkannya masuk begitu saja seolah otak anda adalah Taman Mini Indonesia Indah. Bayangkan rasanya mencoba menemukan nomor telepon dokter yang anda tulis di atas selembar kertas dan dilempar ke dalam hutan belantara yang sangat luas! kita memerlukan patokan atau pedoman untuk membantu kita menyimpan semua informasi yang kita perhatikan. &lt;/p&gt;         &lt;span class="teks"&gt;Kerapihan dalam menyimpan berbagai informasi menjadi kunci apakah informasi itu tersimpan baik atau tidak. Untuk   menyimpan informasi dengan baik, kita dapat menggunakan metode mnemonik atau (metode mengingat) yang akan Anda dapati pada bagian lain dari tulisan ini. &lt;/span&gt;         &lt;p&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Definisi Mnemonik Sebagai Metode Meningkatkan Daya Ingat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;th scope="col" width="34%"&gt;&lt;span class="teks"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/mnemosyne.jpg" alt="Mnemosyne" align="left" width="226" height="244" hspace="10" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;             &lt;td rowspan="2" scope="col" valign="top" width="66%"&gt;&lt;span class="teks"&gt;Pada dasarnya pemacu ingatan atau mnemonik adalah alat untuk mengingat. Secara peristilahan, mnemonik adalah kata yang sudah ada sejak seribu tahun yang lalu atau lebih. Orang yunani kuno dahulu sangat memuja kemampuan ingatan sehingga mereka mempunyai dewa yang bernama Mnemosyne – berarti berpikir masak-masak -- yang berkedudukan sebanding dengan dewa cinta dan kecantikan. Sejumlah strategi ingatan dirancang oleh negarawan Yunani dan Romawi pada masa itu untuk membantu mereka mengingat sejumlah besar informasi, untuk membuat pendengar terkesan saat mereka berpidato atau berdebat di Senat. Dewasa ini, kata mnemonik mengacu pada teknik-teknik pemacu ingatan secara umum &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;th scope="col" height="30"&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="teks"&gt;Mnemosyne&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span class="style2"&gt;(Sumber :www.nea-acropoli.gr)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/th&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Macam-Macam Teknik Dalam Metode Mnemonik Dalam Meningkatkan Daya Ingat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%" height="264"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;             &lt;td rowspan="2" scope="col" align="left" valign="top" width="70%" height="220"&gt;&lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;                 &lt;p class="teks"&gt;Banyak orang baru menyadari bahwa ketika mereka menerapkan teknik mnemonik untuk mengingat sesuatu, proses ingatan akan lebih mudah. Mnemonik selalu menggunakan prinsip asosiasi, yaitu informasi yang diingat dikaitkan dengan informasi yang lain yang mudah dingat. Peralatan mnemonik yang akan diuraikan pada tulisan ini akan dibatasi pada lima (5) teknik, yaitu:&lt;/p&gt;               &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="teks"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=313&amp;amp;fname=teknik02.htm" class="hyperLink"&gt;Metode       loci&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=313&amp;amp;fname=teknik03.htm" class="hyperLink"&gt;Sistem       kata kunci&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=313&amp;amp;fname=teknik04.htm" class="hyperLink"&gt;Teknik       menghubungkan&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=313&amp;amp;fname=teknik05.htm" class="hyperLink"&gt;Teknik       akronim&lt;/a&gt;&lt;/u&gt; dan&lt;/li&gt;&lt;li class="teks"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=313&amp;amp;fname=teknik06.htm" class="hyperLink"&gt;Teknik       akrostik&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;             &lt;th rowspan="2" scope="col" align="left" valign="top" width="3%"&gt; &lt;/th&gt;             &lt;th scope="col" align="center" valign="top" width="27%" height="231"&gt;&lt;img src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/images/buzan.jpg" alt="Tony Buzan" width="164" height="222" /&gt;&lt;/th&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td scope="col" align="center" valign="top" height="33"&gt;&lt;span class="teks"&gt;Tony Buzan,tokoh Memori&lt;br /&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span class="style3"&gt;(Sumber : www.nightingale.com)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;         &lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;1. Teknik Loci&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Loci berarti lokasi adalah alat mnemonik yang berfungsi dengan mengasosiasikan tempat-tempat atau benda-benda di lokasi yang dikenal dengan hal-hal yang ingin anda ingat. Misalnya anda akan memberikan presentasi yang mengandung tiga topik utama. Setiap bagian presentasi akan dihubungkan dengan pasak (penanda) yang mewakili urutan isi presentasi.  Misalnya, mari bayangkan sebuah ruangan kelas. Pot tanaman yang ada di sudut ruangan adalah hal pertama yang anda lihat ketika maju ke depan. Anda memilih pot tanaman itu untuk mengingatkan anda pada ucapan selamat pada guru dan teman-teman anda di kelas. Piagam-piagam yang terpasang di dinding dipilih untuk mengingatkan anda pada topik selanjutnya, dan mungkin pintu kelas dipilih untuk mengingatkan bagian penutup dari presentasi yang akan anda sampaikan. &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Apabila anda ingin menggunakan metode ini, maka pilihlah tempat yang akrab dengan anda seperti rumah, atau mobil anda. Contoh lain misalnya anda ingin mengingat daftar belanjaan yang terdiri dari tomat, mi, pisang, dan saus sambal. Anda tahu bahwa anda akan pulang ke rumah menyetir mobil dan harus mampir ke swalayan dalam perjalanan pulang. Luangkan waktu anda untuk membayangkan ini. Tomat-tomat itu pecah dan berserakan di bagasi mobil, anda menutup pintunya dan tomat-tomat itu muncrat keluar. Bakmi bergelantungan di kaca spion, roti melompat ke luar dari radio mobil, pisang terinjak di lantai, botol saus berada di atas kepala anda.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Kini, ketika anda memasuki mobil untuk pulang dari tempat kerja dan ingin mengingat apa yang harus anda beli, anda hanya perlu melihat ke bagasi, dan yang lain-lainnya akan bermunculan kembali dalam bayangan anda.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Semakin aneh dan konyol imajinasi anda ini, semakin mudah untuk  mengingatnya.&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;2. Teknik Kata Kunci&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;           &lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=7,0,19,0" align="right" width="367" height="330" hspace="10"&gt;             &lt;param name="movie" value="anim/tangkapbola.swf"&gt;             &lt;param name="quality" value="high"&gt;             &lt;embed src="http://www.e-dukasi.net/pengpop/datafitur/peng_populer/PP_313/anim/tangkapbola.swf" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" align="right" width="367" height="330" hspace="10"&gt;&lt;/embed&gt;           &lt;/object&gt; Metode mnemonik ini telah digunakan orang selama bertahun-tahun, terutama untuk mengingat kata-kata bahasa asing dan konsep abstrak. Metode ini adalah asosiasi lain yang mengaitkan secara verbal dan visual kata yang berlafal mirip dengan kata atau konsep yang harus diingat. Misalnya untuk mengingat kata prokasinasi (suka menunda-nunda mengerjakan tugas) kita mengasosiasikannya dengan kata porkas (undian olahraga) karena kata itu mudah kita ingat, jadi kita    coba mendekatkan prokas dengan porkas lalu hanya tinggal menambah kata inasi jadilah kita mengingat kata prokasinasi. Contoh lain, untuk mengingat arti kata hiperbola (suka berlebihan dalam menceritakan sesuatu), coba bayangkan seorang kiper yang tidak dapat menangkap bola yang melambung terlampau tinggi. &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;3. Teknik Kata Penghubung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span class="teks"&gt;Menghubungkan adalah proses mengaitkan atau mengasosiasikan satu kata dengan kata yang lain melalui sebuah aksi atau gambaran. Strategi ini biasa digunakan dengan sistem kata penanda untuk mengingatkan serangkaian informasi dalam urutan tertentu. Dengan strategi kata penanda yang telah diajarkan tadi, misalnya nomor telepon 438-0367 dapat diingat dengan dihubungkan dengan (4) roda mobil mogok ditarik oleh bemo beroda (3) sampai di sebuah sirkuit  balap (8) yang kosong (0). Bemo beroda (3) itu membawa telur setengah lusin (6) untuk makan selama semingu (7). Atau anda ingin mneyederhanakan proses mengingatnya dengan mengkombinasikan nomor dalam beberapa unit, sehingga nomor 1945-1965 dapat diingat dengan tahun kemerdekaan Indonesia yang coba dikudeta oleh PKI. Kunci dalam membuat hubungan adalah menggunakan imajinasi. Hubungan yang dibentuk tidak perlu logis atau realistis, yang penting hubungan itu memicu ingatan anda&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;         &lt;p&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;4. Akronim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Akronim adalah satu kata yang terbuat dari huruf pertama dari serangkaian kata. Salah satu akronim yang terkenal adalah NASA, badan ruang angkasa Amerika Serikat, singkatan dari &lt;em&gt;National Aeronautics and Space Administration&lt;/em&gt;. Nama-nama organisaai sering dipendekkan dalam bentuk akronim, misalnya PSSI akronim dari persatuan sepakbola seluruh Indonesia. Akronim terkadang memasukkan huruf kedua (biasanya huruf vokal) agar singkatan lebih mudah terbaca seperti jabotabek (JAkarta, BOgor, TAngerang, BEKasi) tetapi akronim tidak harus selalu membentuk kata. Gunakan imajinasi anda jika harus mengingat lima hal yang harus anda lakukan saat pulang ke rumah (misalnya, bersih-bersih, mencuci, memasak, menelpon, dan membaca koran). Anda dapat memicu ingatan anda dengan membuat akronim BC-M2K&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;  &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;5. Akrostik (Jembatan Keledai)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt;Akrostik seperti akronim, juga mengggunakan huruf-huruf kunci untuk membuat konsep abstrak lebih konkret, sehingga mudah diingat. Namun, akrostik tidak selalu menggunkan huruf pertama dan tidak selalu menghasilkan singkatan dalam bentuk satu kata, informasi yang diingat dalam akrostik dapat berbentuk kalimat atau frase tertentu. Akrostik juga dikenal dengan nama “jembatan keledai” misalnya untuk mengingat urutan warna-warni pelangi digunakan akrostik mejikuhibiniu : merah, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Contoh lain kita dapat mengingat huruf-huruf Qoloqolah dalam  pelajaran tajwid membaca alquran dengan membuat akronim “baju di toko” (ba, Jim, Dal, Tho, Qof).&lt;/p&gt;         &lt;p class="teks"&gt; &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;I&lt;span class="teks"&gt;ngatan merupakan suatu proses biologi, yakni informasi yang diberi kode, disimpan serta dipanggil kembali. Karena ingatan merupakan suatu proses, maka mungkin saja terjadi, proses tersebut terjadi secara baik, dan dapat pula terjadi proses tersebut mengalami gangguan sehingga berproses kurang optimal. Keluhan yang dikemukakan orang bahwa “saya adalah orang bodoh, tidak memiliki kemampuan, dan daya ingat saya lemah” tentunya sangat berbeda dengan kapasitas yang sesungguhnya kita miliki. Kita sebagai manusia memiliki otak yang memiliki kehebatan yang luar biasa bahkan melebihi computer. Akan tetapi terkadang kita tidak tahu bagaimana memanfaatkan kehebatan otak tersebut, terutama dalam mengingat sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span class="teks"&gt;Kemampuan kita mengingat sesuatu sesungguhnya luar biasa, tetapi mungkin terdapat beberapa factor yang membuat proses itu terganggu. Factor yang mempengaruhi kemampuan kita dalam mengingat sesuatu adalah seberapa besar minat kita terhadap informasi yang mau diingat tersebut, kemudian tidak konsentrasi dalam mengingat, serta kondisi psikologis kita. Agar proses mengingat kita dapat berjalan dengan baik, maka kita harus memperhatikan factor-faktor tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span class="teks"&gt;Hal yang sangat penting harus kita perhatikan dalam mengingat sesuatu adalah menggunakan teknik yang dapat mempermudah kita  mengingat sesuatu, misalnya teknik mnemonik seperti teknik loci, kata kunci, akronim, akrostik, serta kata penghubung. Menggunaan teknik mnemonik dalam mengingat suatu informasi memiliki banyak keuntungan, baik waktu yang diperlukan untuk mengingat lebih singkat, serta ingatan tersebut akan tersimpan dalam ingatan jangka panjang kita. Membiasakan menggunakan teknik mnemonik dalam kehidupan kita sehari-hari mungkin akan membuat anda merasa heran dan ajaib, cobalah&lt;/span&gt; ! &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2142923173142415932-7065032110578006684?l=gurubajank.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurubajank.blogspot.com/feeds/7065032110578006684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurubajank.blogspot.com/2009/06/meningkatkan-daya-ingat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2142923173142415932/posts/default/7065032110578006684'/><link rel='self' type='application/atom+xm
