IN THE NAMES OF GOD - ALLAH

Religious Myspace Comments

SELAMAT DATANG

zwani.com myspace graphic comments

MY CLAN SPECIAL THECNIQUE

Anime Myspace Comments
Myspace Glitter Graphics Maker

"FATWA CINTA SANG RAJA"

Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata - katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang di hati
orang lain.

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu.

Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan tetap ada.

Dan, luka karena kata - kata adalah sama buruknya dengan luka berdarah.

(Adryan Mulya Hadinata)

KECERDASAN IQ, CUKUPKAH...?

on Sabtu, Desember 13, 2008

Saat ini masih hangat-hangatnya membicarakan tentang “penusukan” yang dilakukan oleh seorang mahasiswa terhadap profesornya, yang berakhir tragis. Mahasiswa tersebut akhirnya mengakhiri nyawanya. Tapi saya tidak akan membicarakan lebih lanjut tentang kejadian tersebut secara detail. Namun, apa hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa ini. Mari kita kaji bersama.

IQ, EQ dan SQ

Berprestasi secara akademik sangat identik dengan kecerdasarn intelegensia (IQ = Intelegence Quotiens). Tes ini mengukur intelejensia rasional (digunakan untuk menyelesaikan masalah logikal) dan intelektual, yang sudah diakui bertahun-tahun sejak di awal abad 20. Di masyarakat, kadang-kadang malah ”orang bodoh” sering dikatai dengan IQ jongkok, jika tak paham akan sesuatu. Sebaliknya, seorang orang tua akan sangat membangga-banggakan anaknya jika ber-IQ 200 lebih. Tapi apakah ini cukup?

Ternyata IQ tidaklah cukup untuk menggambarkan kecerdasan. Sejak pertengahan tahun 90-an, Daniel Goleman menjabarkan penemuannya dalam neuroscience dan pschycology tentang pentingnya kecerdasan emosional (EQ = Emotional Quotiens). Malah sekarang ini di prasyaratkan IQ harus dibarengi dengan EQ. Karena EQ menggambarkan hubungan perasaan kita baik berupa empati, motivasi, dan iba dengan lingkungan sekitar.

Namun lebih lanjut, di beberapa tahun terakhir juga berkembang kecerdasan spiritual (SQ = Spritual Quotiens). Tepatnya di tahun 2000, dalam bukunya berjudul ”Spiritual Intelligence : the Ultimate Intellegence, Danah Zohar dan Ian Marshall mengklaim bahwa SQ adalah inti dari segala intelejensia. Kecerdasan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah kaidah dan nilai-nilai spiritual. Dengan adanya kecerdasan ini, akan membawa seseorang untuk mencapai kebahagiaan hakikinya. Karena adanya kepercayaan di dalam dirinya, dan juga bisa melihat apa potensi dalam dirinya. Karena setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan juga ada kekurangannya. Intinya, bagaimana kita bisa melihat hal itu. Intelejensia spiritual membawa seseorang untuk dapat menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, dan tentu saja dengan sang maha pencipta.

Keseimbangan

Jadi, belajar dari saudara kita, prestasi akademik bukanlah satu-satunya tujuan hidup. Tapi bagaimana menyeimbangkan semua sendi-sendi kehidupan, termasuk bersosialisasi bisa berjalan seirama. Sebagai umat beragama, jauh sebelum teori IQ EQ dan SQ, kita pastinya sudah diajarkan bagaimana kita berhubungan dengan sesama manusia, dengan lingkungan dan tentunya dengan maha pencipta. Jangan pernah kita lupa, bahwa masih ada dunia diluar sana. Dunia yang akan membawa kebahagiaan..

Image source : http://www.sharonbender.com/EISQ.h1.jpg

0 komentar:

Posting Komentar

UCHIHA

Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments

DUEL MAUT

Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments

SIMBOLIC

Religious Myspace Comments

ALBUM GUE


KURS MATA UANG


GOYANG NGEBOR

zwani.com myspace graphic comments