IN THE NAMES OF GOD - ALLAH

Religious Myspace Comments

SELAMAT DATANG

zwani.com myspace graphic comments

MY CLAN SPECIAL THECNIQUE

Anime Myspace Comments
Myspace Glitter Graphics Maker

"FATWA CINTA SANG RAJA"

Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata - katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang di hati
orang lain.

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu.

Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan tetap ada.

Dan, luka karena kata - kata adalah sama buruknya dengan luka berdarah.

(Adryan Mulya Hadinata)

KENALI TIPE BELAJAR ANDA

on Minggu, Juni 14, 2009

Pendahuluan
Cara belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap, mengatur dan mengolah informasi. Ada sebagian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui indera penglihatan. Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar visual. Ada sebagian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui indera pendengaran (audio/suara). Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar audiotory. Ada pula sebagaian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui gerakan tubuh atau demonstrasi.Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar kinestetik . Ada dua kenderungan lain yang mungkin hanya dimiliki sebagian kecil orang, yaitu: 1) tipe olfactory , melalui indera penciuman; dan 2) tipe gustatory , melalui indera perasa.
Mengetahui karakteristik tipe belajar visual, uditori dan kinestetik akan membantu anda menemukan strategi atau cara terbaik Anda dalam belajar.

Tipe Belajar Visual dan Karakteristiknya
Tipe Belajar Auditori dan Karakteristiknya
Tipe Belajar Kinestetik dan Karakteristiknya
Mengenali Tipe Belajar Sendiri
ke atas


Tipe Belajar Visual

Apakah Anda suka mencorat-coret ketika berbicara ditelepon? Apakah Anda lebih suka melihat peta dari pada mendengar penjelasan tentang rute jalan? Jika Anda cenderung seperti ini, tipe belajar Anda adalah visual. Orang yang memiliki tipe belajar visual cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui indera penglihatan (melihat).

Karakteristik Umum:

  • Lebih suka membaca daripada dibacakan;
  • Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada harus berpidato;
  • Mengingat dari apa yang dilihat daripada dari yang didengar;
  • Sulit untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis;
  • Sering lupa menyampaikan pesan yang sifatnya verbal (ucapan) kepada orang lain, kecuali pesan tertulis;
  • Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik;
  • Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik;
  • Teliti terhadap detail;
  • Lebih suka seni lukisan atau patung dari pada musik;
  • Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum yakin tentang suatu masalah atau proyek;

Tips:

  • Jangan ragu untuk selalu membawa buku catatan, catatlah segala bentuk informasi yang ingin diketahui;
  • Kuasailah keterampilan teknik mencatat cepat dan efektif;
ke atas


Tipe Belajar Auditory

Orang yang memiliki tipe belajar auditori cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui indera pendengaran (mendengar). Misalnya, ia lebih suka berbicara sendiri, mengikuti ceramah/seminar daripada membaca buku, atau lebih suka berbicara dari pada menulis.

Karakteristik Umum:
  • Mudah terganggu oleh keributan;
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan;
  • Pembicara atau orator yang fasih;
  • Sulit untuk menulis, tapi hebat dalam bercerita;
  • Suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar;
  • Lebih suka gurauan lisan dari pada membaca komik;
  • Lebih suka seni musik daripada lukisan, atau patung;
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat.
Tips:
  • Buatlah kelompok diskusi;
  • Tidak usah ragu untuk selalu membawa tape-recorder. Putar ulang informasi/pelajaran yang telah Anda dapat;
  • Jangan ragu untuk selalu bertanya atau meminta penjelasan verbal lebih jauh;
  • Carilah suatu tempat belajar khusus yang bebas dari gangguan keributan;
ke atas

Tipe Belajar Kinestetik

Orang yang memiliki tipe belajar kinestetik cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui sentuhan dan gerakan tubuh. Misalnya, ia lebih suka berpikir tentang sesuatu sambil berjalan (mondar-mandir), menggerak-gerakan anggota tubuh sambul berbicara/menjelaskan, atau ia paling tidak suka berlama-lama duduk dan diam.

Karakteristik Umum:
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian;
  • Belajar melalui simulasi dan praktek;
  • Menghafal dengan cara berjalan-jalan;

  • Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang;
  • Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca;
  • Banyak menggunakan isyarat tubuh ketika bicara atau menjelaskan sesuatu;
  • Sulit mengingat tempat kecuali jika pernah ke tempat tersebut;
  • Menyukai permainan yang menyibukan;
Tips:
  • Siapkan makanan kecil ketika belajar atau mengerjakan PR;
  • Upayakan untuk mensimulasikan kembali segala sesuatu yang ingin dipelakari/kuasai;
  • Jangan ragu untuk selalu meminta guru/Anda sendiri untuk mensimulasikan atau mempraktekkan apa yang sedang dipelajari;
  • Carilah suatu tempat belajar khusus yang luas sehingga Anda dapat bebas bergerak;
ke atas

Mengenali Tipe Belajar Sendiri

Tipe belajar manakah yang lebih menonjol pada diri Anda? Visual, auditory ataukah kinestetik?
Dengan mengisi tes spektrum dibawah ini, Anda akan mengetahuinya!

Tes Spektrum : Visual - Auditory - Kinestetik, Klik disini !!!

ke atas

MENULIS ITU INDAH

Pendahuluan

Kata orang menulis itu perlu bakat. Kata saya menulis itu perlu latihan. Menulis ibarat orang belajar naik sepeda. Pada awalnya mengerikan kalau dibayangkan, sebab takut jatuh, susah, nabrak, dan lain sebagainya, tetapi begitu sudah lancar, begitu mudah dan menyenangkan. Begitu juga menulis, pada awalnya susah keluar kata-kata, tidak tahu harus memulai dari mana?

Tetapi kalau sudah terbiasa akan iengan mudah dan menyenangkan? Jadi permasalahannya hanya masalah biasa atau tidak? Ketika kita akan memulai menulis, bakat menjadi urusan nomor entah keberapa, tetapi yang paling penting kita terus mencoba, latihan dan latihan terus sampai kita merasa sudah bisa. Setelah terbiasa, nantinya tinggal kita memupuk intuisi kebahasaan agar karangan menjadi indah.

Menulis intinya mengolah kata-kata yang didasarkan pada realitas atau imajinasi, atau gabungan keduanya. Menulis juga bisa diibaratkan membuat masakan, bumbu dan cara memasak setiap orang pasti berbeda, tetapi kalau ada cara yang lebih baik itulah yang perlu kita tiru dan pelajari. Jadi jangan takut mencoba.

Ke atas

Menulis tak Perlu Bakat

Setiap orang pasti bisa menulis. Mengapa? Karena menulis itu sebenamya mudah. Syaratnya juga gampang. Kalau Anda bisa membaca pasti bisa menulis. Arswendo Atmowiloto pernah mengatakan bahwa "menulis itu gampang". Andreas Harefa mengatakan bahwa menulis merupakan keterampilan tingkat dasar. Contohnya Adam Malik, tokoh yang pernah menjadi Wakil Presiden RI, temyata sekolahnya hanya sampai kelas lima SD, tetapi Beliau sangat pandai menulis. Ini sebuah bukti bahwa untuk bisa menulis hanya masalah latihan dan kemauan.

Lalu mengapa masih banyak orang yang mengatakan bahwa menulis itu sulit? Jawabannya sederhana saja mungkin karena ia tidak mau mencoba, atau usahanya belum sungguh-sungguh, atau mungkin juga karena ia tidak tahu caranya menulis. Kalau Anda ingin bisa menulis, maka Anda harus mau mencoba secara sungguh-sungguh dan tahu cara menulis dengan baik.

Ingatlah teori Thomas Alfa Edison yang menyatakan bahwa sukses itu adalah 1 persen karena bakat dan 99 persen karena kerja keras. Di sini jelas bahwa untuk menuju tangga kes'iksesan dalam bidang apa saja, sebenamya bakat tidak memegang peranan sukses tetapi yang paling penting adalah usaha yang sungguh-sungguh. Jadi untuk bisa menulis harus terus mencoba, mencoba, dan mencoba, menulis, menulis, dan terus menulis.

Ke atas

Yang Penting Motivasi

Menulis sebagai keterampilan hidup yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: menulis surat, menulis artikel, menulis bahan pidato, puisi, menulis karya ilmiah, dan Iain-lain.

Untuk bisa menulis dengan baik yang penting dimiliki oleh calon penulis adalah motivasi menulis itu sendiri. Motivasi menulis ibarat lokomotif yang akan menjadi pendorong dan penggerak bagi penulis untuk menghasilkan tulisan. Motivasi adalah alasan yang melatarbelakangi mengapa sebuah tindakan atau perbuatan dilakukan. Dengan motivasi yang tinggi maka akan dengan mudah mengha cilkan tulisan. Namun bisanya seseorang mempunyai hambatan ketika akan menulis. Hambatan paling besar di dalam menulis adalah mengalahkan kemalasan. Jadi kalau rasa malas sudah bisa diatasi, yang lain bisa dipelajari.

Ke atas

Hambatan yang sering Ditemui Di Dalam Menulis

Ketika Anda akan menulis, Anda sering menemui hambatan. Hambatan itu antara lain:

1. kesulitan dalam memulai menulis;

2. kesulitan dalam menuangkan ide;

3. kesulitan merangkai kalimat/kata dengan tepat;

4. keterbatasan perbendaharaan kata/istilah;

5. rendahnya minat dan motivasi;

6. rendahnya minat baca, akibatnya wawasan menjadi sempit

7. dan lain sebagainya.

Dari berbagai hambatan tersebut untuk mengatasinya dimulai dengan biasakan membaca apa saja, ingat ada ungkapan, "buku yang belum pernah Anda baca buku baru". Dari ungkapan ini bisa diartikan bahwa semua informasi baik itu ditulis tahun berapapun dan ditemukan tahun berapapun selama Anda belum mengetahuinya artinya itu hal yang baru bagi Anda.
Ke atas

Mencari Ide Penulisan

Satu hal yang perlu dimiliki seorang yang akan menjadi penuiis disaraping rajin membaca adalah rajin mengamati peristiwa yang sedang terjadi, misalnya masalah sosial, politik, ekonomi, agama, kebudayaan, olahraga, militer, pendidikan, kesehatan, bencana alam, korupsi, sampah, banjir, dan lain sebagainya. Dengan berawal dari pengamatan atau bacaan itulah biasaanya ide penulisan muncul dengan mudah. Dengan banyak membaca, Anda akan menjadi kaya perbendaharaan kata. Dengan membaca Anda akan mengetahui cara merangkai kalimat yang runtut dan bisa memilih kata dengan tepat untuk menginformasikan sesuatu. Dengan berbagai kemampuan tersebut, maka hambatan yang disebutkan di atas akan sedikit demi sedikit teratasi, dan Anda akan dengan mudah menulis ibarat air mengalir dengan lancar, kata-kata meluncur dengan mudah dan lancar. Dari uraian tersebut, kelihatannya menulis itu memang mudah. Ya memang mudah, artinya tidak sesulit seperti yang pernah Anda bayangkan asalkan Anda mau belajar dan berusaha, dan juga melatih insting dan kepekaan terhadap hal-hal baru.

Ke atas

Langkah-langklah Penulisan

Untuk memudahkan Anda menulis, Anda perlu mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memulai menulis. Berikut ini akan Anda temukan langkah praktis untuk membuat tulisan.

1. menentukan topik
2. mengumpulkan bahan sesuai dengan topik
3. menuangkan ide yang berhubungan dengan topik dalam bentuk kerangka besamya.
4. mengembangkan kerangka menjadi uraian kalimat yang lengkap.
5. membaca kembali tulisan sekaligus membetulkan dan merapikan urutan sajian secara logis dan berurutan.
Ke atas

1. Menentukan Topik

Sebelum melangkah menulis, pertama-tama tentukan topik apa yang akan Anda tulis. Topik adalah pokok bahasan yang akan menjadi ide utama sebuah tulisan. Apa saja bisa menjadi topik tulisan. Yang penting Anda menguasai masalah tersebut dan menarik bagi Anda. Jika topik tulisan sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat batasan terhadap topik tersebut. Sebab kadang topik yang Anda tentukan itu masih sangat umum dan luas, sehingga kalau nanti dikembangkan menjadi kurang fokus. Untuk itu perlu dilakukan pembatasan terhadap topik tersebut agar tulisan yang Anda kembangkan menjadi lebih jeias dan fokus dan jangan lupa sudut pandang Anda membuat tulisan tersebut. Maksud iya posisi Anda ini sebagai apa? Apakah sebagai anak remaja yang sekedar ingin menyampaikan pendapat, atau sebagai orang yang memahami masalah tersebut, atau menyampaikan fakta yang ada, dan lain sebagainya.

Ke atas

2. Mengumpulkan Bahan Sesuai Dengan Topik

Setelah topik sudah ditentukan dan sudut pandang Anda sudah jelas, maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan sesuai dengan topik tersebut. Di dalam mengumpulkan bahan ini, Anda dapat melakukan dengan berbagai cara, misalnya mencari buku-buku yang membicarakan masalah tersebut, membaca jurnal atau tulisan ilmiah yang pernah diterbitkan, melakukan pengamatan, melakukan wawancara dengan nara sumber, mencari informasi dari surat kabar, atau dari internet, dan bisa juga cara-cara lain yang pe nting bahan untuk penulisan Anda didapatkan.

Ke atas

3. Menuangkan Ide yang Berhubungan Dengan Topik

Ketika Anda akan memulai menulis, bisaanya bingung harus memulai dari mana? Itu pertanyaan yang selalu dilontarkan orang, dan memang itulah masalah yang pertama kali muncul ketika akan menulis. Jawabannya yaitu dari mana saja. Saat Anda ingin menulis, sebaiknya Anda tidak terkungkung oleh struktur, sistematika, metodologi, atau apa pun namanya. Pokoknya yang ada di pikiran Anda saat itu apa? kemudian yang betul-betul Anda pahami itulah yang pertama Anda tuliskan. Menulislah apa yang terlintas di pikiran Anda? Mengalir, mengalir begitu saja yang Anda ketahui sampai semuanya tuntas. Pokoknya jangan dipusingkan oleh urutannya. Bahkan kalau itu juga masih sulit, Anda bisa mencoba dengan cara lain. Misalnya topik yang sudah Anda tentukan tadi Anda ceritakan kepada orang lain, siapa saja misalnya teman Anda, orangtua, dan lain sebagainya. Ketika Anda bercerita, cobalah Anda rekam dengan kaset, kalau tidak punya tape dan kasetnya untuk merekam, bisa juga cerita Anda itu ditulis di kertas sampai tuntas. Tidak sulit kan? Saya yakin dengan kedua cara ini Anda bisa melakukannya. Kedua cara ini hampir sama, artinya Anda bisa memulai dari mana saja yang penting yang Anda sampaikan itu yang terpikirkan saat itu dan Anda memahaminya.

Baru setelah semua tertulis langkah selanjutnya yaitu menata ulang tulisan Anda sesuai dengan urutan yang Anda inginkan. Bagaimana caranya untuk mengurutkan tulisan yang sudah ditulis tadi? Caranya yaitu baca kembali semua yang sudah Anda tuliskan, kemudian setiap paragraf Anda beri tanda misalnya diberi garis bawah, diberi warna lain, atau dicatat di sebelah kiri atau kanan tulisan, inti dari paragraph tersebut. Setelah semua paragraph Anda temukan intinya, baru Anda urutkan dengan cara memberi nomor unit paragraf atau urutan inti paragraf. Itulah yang bisaa orang sebut outline atau kerangka karangan/tulisan. Jadi ada orang yang ketika ingin menulis membuat kerangka karangan/tulisan terlebih dahulu ini yang bisaa orang sebut secara konvensional, tetapi ada juga yang memulai menulis apa saja, baru kemudian menemukan kerangka karangan/tulisan. Ketika sudah menemukan kerangka tulisan inilah, Anda bisa memikirkan mana yang harus didahulukan, mana yang di bagian tengah, dan sebagai penutup. Dengan cara ini proses menulis menjadi begitu mudah. Kita tidak terikat oleh aturan-aturan yang baku yang kadang-kadang justru tnenghambat kelancaran kita dalam menyelesaikan tulisan.

Memang ada penulis yang lebih suka menulis secara konevsnional. Artinya, proses penulisannya dilakukan dengan cara menuliskan pembukaan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan penjelasan awal masalah, dilanjutkan analisis-analisis yang diperlukan, dan terakhir sebagai kesimpulan atau penutup. Proses penulisan seperti ini bisaa seperti Anda lihat pada penulisan buku atau karya ilmiah lain. Anda boleh mencoba cara mana yang menurut Anda cocok. Apakah dengan cara menulis apa saja yang Anda pahami baru diurutkan atau memulai dengan kerangka yang sudah unit baru dikembangkan.

Sebetulnya kedua cara itu sama saja. Sebab proses penulisan itu lebih sebagai suatu kebisaaan. Kalau orang sudah terbisaa dengan membuat outline atau kerangka, maka kalau belum ada kerangka tulisannya bisa tidak terarah dan melebar ke mana-mana. Kalau sudah terbisaa dengan kerangka tulisan, tentu tidak bisa dipaksakan untuk menulis dengan gaya bebas. Begitu juga dengan penulis yang lebih senang bergaya bebas, bisaanya justru merasa terbelenggu kalau harus membuat karangka. Nah termasuk yang manakah Anda?

Memang ada penulis yang lebih suka menulis secara konevsnional. Artinya, proses penulisannya dilakukan dengan cara menuliskan pembukaan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan penjelasan awal masalah, dilanjutkan analisis-analisis yang diperlukan, dan terakhir sebagai kesimpulan atau penutup. Proses penulisan seperti ini bisaa seperti Anda lihat pada penulisan buku atau karya ilmiah lain. Anda boleh mencoba cara mana yang menurut Anda cocok. Apakah dengan cara menulis apa saja yang Anda pahami baru diurutkan atau memulai dengan kerangka yang sudah unit baru dikembangkan.

Sebetulnya kedua cara itu sama saja. Sebab proses penulisan itu lebih sebagai suatu kebisaaan. Kalau orang sudah terbisaa dengan membuat outline atau kerangka, maka kalau belum ada kerangka tulisannya bisa tidak terarah dan melebar ke mana-mana. Kalau sudah terbisaa dengan kerangka tulisan, tentu tidak bisa dipaksakan untuk menulis dengan gaya bebas. Begitu juga dengan penulis yang lebih senang bergaya bebas, bisaanya justru merasa terbelenggii kalau harus membuat karangka. Nah termasuk yang manakah Anda?

Namun demikian, pada umumnya kerangka tulisan bermanfaat bagi Anda untuk memandu tulisan agar tetap konsisten pada topik dan sudut pandang Anda. Pertanyaannya lalu bagaimana membuat outline/kerangka tulisan itu? Sebenamya tidak ada patokan yang baku bagaimana cara membuat kerangka. Anda bisa membuat sesuai dengan seiera dan kemampuan Anda yang tentu saja sesuai juga dengan kebutuhan tulisan Anda. Yang penting, outline itu bisa membuat Anda kebih mudah saat mengembangkan dan menyelesaikan tulisan.

Ke atas

4. Mengembangkan Kerangka/Outline

Proses penulisan baik yang konvensional maupun gaya bebas, pada akhirnya tetap sama-sama membuat outline tulisan. Perbedaannya gaya konvensional membuat outline dulu baru dikembangkan dalam bentuk kalimat dan paragraph, sedangkan gaya bebas menulis dulu apa saja yang dikcthaui dan mengalir saja, baru setelah semua tertulis, kemudian ditentukan inti kalimatnya dan diurutkan sehingga menjadi outline.

Untuk yang gaya konvesnional, outline tersebut dikembangkan tentu saja menjadi kalimat yang runtut dan dalam bentuk paragraph. Inti kalimat bias ada di awal paragraph, di akhir paragraph, atau bias di awal dan diakhir, bahkan ada juga yang ada diseluruh bagian paragraph. Kadang-kadang setelah outline tersebut dikembangkan, urutan saj'annya bisa diubah juga.

Ke atas

5. Edit Tulisan

Setelah yang Anda pahami dan ingin Anda tuangkan dalam tulisan sudah ditulis semua, langkah selanjutnya yaitu membaca kembali tulisan sekaligus membetulkan dan merapikan sajian agar urutannya lebih runtut dan logis. Urutan sajian ini perlu, sebab apabila tulisan Anda tidak runtut atau melompat-lompat, maka ketika orang lain membaca tulisan Anda akan sulit untuk memahaminya. Dengan demikian tujuan Anda untuk menyampaikan informasi kepada pembaca tidak sampai.

Ketika membaca kembali tulisan, jangan lupa juga untuk membetulkan tata bahasa, ejaan, dan pilihan kata. Bahkan kalau perlu juga mengedit kalimatnya, atau urutan paragrafnya.

Dengan demikian setelah diteliti kembali, tulisan Anda menjadi lebih baik dan tentu saja mudah ditangkap informasi yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca.

Ke atas

Penutup

Banyak orang bilang, menulis itu pekerjaan susah, tetapi bagi orang yang sudah terbiasa untuk menulis, menulis bukan pekerjaan susah. Menulis memang susah kalau Anda tidak pernah mencoba dan terus mencoba sampai Anda bisa. Orang yang biasa membaca (tidak buta huruf) pasti bisa menulis. Kesulitan yang sering ditemukan ketika menulis, karena bingung harus memulai dari mana? Bagi yang mengalami kesulitan demikian, maka caranya bias memulai dari mana saja, yang penting apa yang Anda ketahui Anda tulis sampai seperti air mengalir. Sedangkan yang sudah biasa menulis kesulitannya, karena sering terbelenggu oleh sistematika penulis.

Ke atas

MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI

Pendahuluan

Setiap manusia dilahirkan dengan berbagai potensi yang luar biasa. Saya begitu meyakininya. Itu yang juga harus anda yakini. Setelah itu, Anda harus menyadari bahwa di dalam kepala Anda, dalam pikiran Anda, begitu banyak hambatan dan rintangan yang terasa membonsai berbagai potensi Anda. Mau betindak, takut gagal. Mau memutuskan, takut salah. Mau mencoba, takut resiko. Hasil sebuah survei di Selandia Baru menyebutkan bahwa 90 persen kekhawatiran manusia tidak pernah terbukti.

Apa yang harus Anda lakukan? Yang pertama, buang jauh-jauh rasa takut dan berbagai rintangan dan hambatan yang timbul dari diri Anda sendiri, yang telah membelenggu pikiran Anda. Rasa takut dan kawatir itu mungkin berupa lingkungan kawan-kawan yang berpikiran negatif. Bisa juga kondisi nyaman Anda yang sulit ditinggalkan. Bisa juga perasaan-perasaan Anda sendiri, atau tingkat pendidikan Anda. Mulai sekarang, mari, jangan batasi potensi dan kemampuan Anda. Bergaullah dengan orang-orang yang berpikiran positif. Jangan pernah berpikir gagal sebelum mencoba.


Pentingnya Rasa Percaya Diri (PD)

Ada satu kisah yang menceritakan tentang seorang gadis buta. Suatu hari ia bertemu seorang pesulap yang kemudian mengajaknya bermain sulap. Ajaib sekali bahwa sang Gadis bisa menebak seluruh kartu yang diberikan sang Pesulap. Kok bisa?

Ternyata rahasianya ada pada kecerdikan sang Pesulap. Dengan menggunakan beberapa tipuan, ia berhasil mengeluarkan potensi sang Gadis untuk bermain sulap bersamanya. Tanpa ragu sang Pesulap mengajak sang Gadis bermain di hadapan keluarganya, di hadapan orang banyak. Kepercayaan diri sang Pesulap yang begitu tinggi menular pada sang Gadis buta. Sejak saat itu sang Gadis merasa telah menjadi seorang bintang di rumahnya. Ini terjadi hanya karena ada orang yang memberinya kesempatan untuk bersinar sejenak dan merasa istimewa di depan keluarganya. Ia yang selama ini merasa menjadi beban dalam keluarganya kini merasa sejajar dengan mereka karena peristiwa itu.

Cerita tersebut menggambarkan bagaimana pentingnya rasa percaya diri (PD). Tapi, sebenarnya kita perlu tahu dulu kenapa ada orang, ada teman kita yang sepertinya sangat tidak percaya kepada dirinya sendiri? Coba analisis juga, kira-kira hal apa sih yang membuat kita jadi minder? Apa sih yang menghambat diri untuk maju dan mengeluarkan seluruh potensi diri kita? Kenapa harus ada rasa ragu tiap kali ada keinginan untuk melakukan sesuatu?


Pengaruh lingkungan terhadap Percata Diri

Ternyata sikap tidak percaya diri ini muncul akibat kebiasaan-kebiasaan kita mengembangkan sikap dan pendapat negatif tentang diri kita. Mungkin juga sikap tidak percaya diri ini muncul sebagai akibat dari pengaruh lingkungan kita. Pengaruh yang seperti apa? Antara lain sikap lingkungan yang membuat kita takut untuk mencoba. Takut untuk berbuat salah. Semua harus seperti yang sudah ditentukan.

Karena ada rasa takut, kita jadi malas untuk melakukan hal-hal yang berbeda dari orang kebanyakan. Mau tunjuk tangan waktu guru melemparkan pertanyaan di dalam kelas... takut! Kadang malah mau jalan di hadapan orang banyak saja, malu setengah mati! Apalagi mau mengajak orang kenalan, mau menyapa orang lain, mau ikutan kursus, bergaul... takut! Wah... kalau serba takut, serba ragu, serba malas begini, apa jadinya kita nanti?

Sebelum terlalu jauh, tentu kita tahu berapa kali Thomas Alva Edison melakukan kesalahan sebelum akhirnya berhasil menemukan formula hebat untuk membuat lampu pijar. Dia kan tidak langsung berhasil ketika pertama kali mencoba, ya enggak?

Lalu apa kuncinya? Mungkin perlu ratusan kali gagal sebelum mencapai satu keberhasilan. Kesalahan bukan akhir hidup kita. Kesalahan sebenarnya hanya merupakan langkah menuju keberhasilan. Setiap kesalahan membawa kita semakin dekat dengan keberhasilan. Kalau kita meyakini hal ini, pastinya percaya diri kita juga enggak gampang terpengaruh oleh pandangan atau sikap negatif dari lingkungan kita.

Sebenarnya ada banyak cara untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri kita. Apa saja? Yang paling penting adalah banyak berhubungan sama orang-orang yang kita nilai punya percaya diri tinggi. Percaya diri ini bisa menular, lho! Kok bisa begitu? Ya, ternyata banyak-banyak bergaul dengan orang-orang yang pede bisa kita jadikan contoh buat kehidupan kita sehari-hari. Coba saja, kalau sehari-hari kita gaul sama mereka yang percaya dirinya tinggi, kita jadi tahu bagaimana ia bicara, bagaimana ia mengambil keputusan, dan perilaku-perilaku lain yang membuat ia tampak begitu meyakinkan.

Kalau kita enggak gaul sama mereka, bagaimana kita tahu aturannya? Bagaimana kita bisa dapat contoh untuk bersikap?Jadi kerasa banget kan kalau sebenarnya kita perlu banget bergaul dengan orang-orang yang PD kalau kita ingin meningkatkan rasa percaya diri kita.

Sayangnya, banyak di antara kita yang enggak bisa bangkit, atau merasa sudah cukup puas dengan dirinya saat ini. Padahal, rasanya dia punya potensi yang jauh lebih besar andai saja ia berani berubah. Alasannya enggak beda jauh sama yang sebelumnya: ada faktor lingkungan yang berperan cukup besar di sana . Coba kita perhatikan, biasanya sikap ini muncul karena ia berada dalam satu lingkungan yang sepertinya enggak merasa PD.

Meski begitu, cara yang paling utama untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri kita adalah kemauan untuk mengubah diri kita yang muncul tanpa ada paksaan. Fight to our live! Hanya kita yang bisa mengubah diri kita. Kalau kita mau meningkatkan percaya diri, coba bangkit dan keluarkan semua potensi diri Anda. Yang penting, mau! Berikutnya cari lingkungan yang kondusif. Sama persis seperti cerita di atas bahwa yang kemudian bisa membantu kita meningkatkan rasa percaya diri adalah bantuan orang lain. Coba bayangkan, seandainya sang gadis enggak ketemu tukang sulap, mungkin dia akan selamanya merasa bahwa dirinya adalah beban buat keluarganya. Padahal, keluarganya kan enggak merasa begitu. Karena ada bantuan orang lain, ia jadi tahu bahwa ia juga punya kemampuan berharga buat keluarganya. Jadi, kalau kita memang ingin mendapatkan sesuatu, kenapa harus ditunda? Mulai aja dari sekarang .

Kiat Sukses Membangun Percaya Diri

Banyak ahli menilai, percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri.

Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal.

Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan spesialisasi yang terkenal hanyalah bagian dari penunjang kesuksesan.

Di luar kemampuan itu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam memprediksi kesuksesan seseorang; itulah yang kita sebut, antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, serta kebulatan tekad seumur hidup yang dimilikinya.

Sebagian pakar menilai bahwa untuk mencapai sukses, kematangan pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakannya akan mudah diraih.

Di sisi lain, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi.

Ada kalanya seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya.

Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri.


Teknik-teknik Membangkitkan Percaya Diri

  1. Berani menerima tanggung jawab
    Salah satu kunci untuk menumbuhkan rasa percaya diri yaitu berani menewrima resiko dampak atau akibat yang akan terjadi. Gerald Kushel, Ed.D., direktur The Institute of Effective Thinking , pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi.
    Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil "sempurna" tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja.

  2. Kembangkan nilai positif.
    Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, "Saya tidak bisa," menjadi, "Saya bisa!"

  3. Bacalah potensi diri.
    Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.

  4. Berani mengambil risiko.
    Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin.
    Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan.
    Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla . Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?

  5. Tolaklah saran negatif .
    Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita.
    Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita.

  6. Ikuti saran positif.
    Rasa percaya diri merupakan sifat "menular". Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut.
    Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita.

  7. Jadikan keresahan sebagai kawan .
    Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.

    Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri.
    Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Mahacermat. Seperti di firmankan Allah SWT dalam Quran surat at-Tiin ayat 4, " La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim " (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya)


Tip Tampil Percaya Diri

Andapun bisa tampil percaya diri dengan menguasi beberapa skill berikut dalam setiap situasi:

Masuk ruangan dengan mengesankan
Buat nyaman dengan diri sendiri dan perhatikan keadaan Anda ketika masuk . Buatlah seolah-olah ruangan tersebut milik Anda dan menghadap ke belakang jika Anda tidak mengenal seseorang. Kesempatan Anda untuk berpapasan dengan wajah ramah. Dan jika tidak inilah waktunya untuk menilai orang tersebut sebelum mendekati mereka.

Kuasai ruangan

Jika Anda gugup untuk bergaul, atasi dengan menjiwai diri sendiri ketika masuk ruangan. Jika Anda tidak kenal siapapun dikerumunan, carilah suatu kelompok, senyum lebar-lebar, kenalkan diri, dan katakan: “Saya tidak kenal siapun disini, bolehkah saya bergabung?” Ini biasanya mendapat tanggapan hangat dan simpatik dan orang akan mengajak ngomong Anda segera.

Imbangi kembali dengan indah
Jika Anda membuat kesalahan dalam berbicara, tetapi hal penting adalah mengetahui bagaimana mengimbanginya. Jika Anda lupa nama seseorang, ingat ini terjadi pada setiap orang, dan merasa malu.

Hal pertama yang dilakukan adalah mengakui bahwa Anda lupa nama orang tersebut, kedua, Anda katakan : “saya ingat wajah Anda, tetapi saya lupa dengan nama.” Ini biasanya mendorong orang lain untuk mengatakan nama mereka. Janjilah untuk tidak pernah lupa kembali.

Belajar mengatakan cerita
Ketika Anda mengatakan suatu cerita, ceritakan dan hindari mencoba untuk mengutarakannya sebagai sebuah guyonan. Anda tidak perlu terlalu banyak menggunakan tangan saat bercerita, ini biasanya menunjukkan ketidaktenangan. Katakan suatu cerita dengan baik dan penuh pendirian.

Tetap tenang
Orang yang terlalu gugup cenderung membuat orang lain merasa sakit karena mereka tidak cukup tenang dan santai untuk berhubungan dengan seseorang. Buang energi tersebut dengan melakukan aktivitas peregangan, kemudian fokuskan. Tarik napas dan tersenyum. Ini artinya Anda telah menguasai setengah dari ruangan.


PENUTUP

Orang bilang, dengan percaya diri rasanya semua bisa dilakukan. Tetapi dengan percaya diri saja semua itu tidaklah cukup, harus ditambah dengan usaha yang sungguh-sungguh baru kemudian timbul percaya diri. Banyak orang yang sudah berusaha dengan sungguh-sungguh tetapi masih merasa takut untuk tampil. Hal ini biasa terjadi. Anda kalau mengalamai hal tersebut tidak perlu kawatir. Yang penting rasa takut itu justru menjadkan Anda untuk hati-hati sehingga tidak melakukan kesalahan. Jadi rasa takut tersebut dianggap sebagai pendorong, bukan penghambat.


Kembali ke atas

GRAVITASI & MEKANISME ALAM

Pada masa-masa permulaan, jutaan triliun nukleoaktivitas terbentuk di sepanjang kolong langit dengan berbagai ukuran. Merekalah cikal bakal semua benda langit, mulai dari planet, satelit, sampai pada galaksi yang paling besar. Reaksi-reaksi pada selubung nukleoaktivitas menyebabkan evolusi pada wajah jagat raya. Pada awalnya, selubung itu berbentuk plasma dengan temperatur yang luar biasa panas seperti pada permukaan bintang.

Cahaya dan gelombang elektromagnetik yang terlepas dari reaksi fusi dan fisi bisa bergerak leluasa dalam media plasma, sehingga akhirnya tercerai-berai ke segala penjuru, yang salah satunya sampai ke bumi. Oleh pengamat di bumi, panjang gelombang cahaya tampak ditangkap retina mata, sehingga tampaklah benda langit itu bersinar.

Evolusi

Produksi partikel terjadi terus-menerus sehingga selubung akan semakin membesar dan terus membesar. Pada suatu jarak tertentu, hantaran panas semakin dipersulit, menyebabkan lapisan itu mendingin. Pendinginan itu membuat evolusi bentuk selubung dari plasma menjadi lebih padat. Semakin banyak produksi partikel semakin banyak pula pemadatan terjadi. Ini membuat bintang yang semula bisa dengan mudah diamati dari bumi, menjadi semakin redup, hingga akhirnya mati. Bintang yang mati itu kemudian kita kenal sebagai planet, satelit, dan asteroid.

Nukleoaktivitas terdapat pada pusat setiap partikel antariksa. Nukleoaktivitas memiliki tungku energi yang menjadikan planet-planet mandiri dalam interaksi dengan sekitarnya. Planet memiliki energi untuk mempertahankan diri terhadap tarikan gravitasi, sehingga mereka bisa bertahan terhadap matahari. Interaksi terjadi karena tarik-menarik gelombang antarnukleoaktivitas yang ekuivalen dengan potensial masing-masing. Apabila V1 adalah potensial pada nukleoaktivitas pertama, dan V2 adalah potensial pada nukleoaktivitas kedua, maka interaksi antara keduanya adalah perkalian antara V1 dan V2. Kecenderungan nukleoaktivitas menarik gelombang-gelombang yang ada di sekitarnya seperti garam yang menyerap air yang ada di sekitarnya (gerak osmosis). Simulasi sederhana gerak osmosis adalah interaksi paling sederhana, dan semua interaksi alami terbentuk dari konfigurasi interaksi-interaksi sederhana tersebut.

Sistem Pesan

Dalam mekanika kuantum, interaksi merupakan hubungan gaya-gaya yang dipancarkan dalam bentuk kuanta-kuanta secara bolak-balik. Partikel materi atau fermion memiliki suatu sistem komunikasi yang berpindah-pindah diantara partikel-partikel tersebut, yang menyebabkan mereka berkelakuan dan berubah menurut cara-cara tertentu. Komunikasi antar fermion dibawa oleh sejenis partikel yang disebut boson. Para fisikawan mendefinisikan adanya empat gaya di alam, yang saling terkait satu sama lain, tapi belum diketahui bagaimana persisnya. Mereka antara lain gaya kuat, gaya lemah, elektromagnetisme, dan tentunya gravitasi. Kita memiliki sistem komunikasi dalam empat layanan yang berlainan: telepon, faksimili, ponsel, dan internet. Tidak semua orang akan mengirim dan menerima pesan dan saling mempengaruhi dengan menggunakan keempat layanan tersebut sekaligus, sedangkan keempat layanan tersebut sebetulnya berasal dari sebuah sistem yang sama. Maka tidaklah salah jika membayangkan sistem pesan antarpartikel sebagai empat layanan seperti itu.

Gaya kuat bertanggung jawab atas pengikatan nukleon-nukleon menjadi inti atom, dengan boson bernama gluon. Gaya inilah yang terkuat diantara gaya-gaya yang lain dan berlaku pada jarak yang sangat dekat. Gaya lemah bertanggungjawab dalam peristiwa peluruhan radioaktif, dengan perantaranya boson W- dan Z0. Elektromagnetisme bertanggungjawab dalam ikatan-ikatan kimia serta berbagai peristiwa dalam reaksi kimia, dengan boson bernama foton. Foton menghubungkan komunikasi antara proton-proton dalam inti atom dengan elektron-elektron yang mengelilinginya. Gaya ini menyebabkan elektron mengelilingi inti atom. Dalam kehidupan sehari-hari, yang jauh lebih besar daripada skala partikel subatomik, foton-foton muncul sebagai cahaya tampak. Yang terakhir adalah gravitasi, yang bertanggung jawab atas keselarasan dan keseimbangan benda-benda antariksa. Diduga ada boson bernama graviton, yang tak berbobot, yang bertanggung jawab menjadi agen gravitasi.

Kegiatan keempat gaya tersebut menimbulkan semua interaksi diantara materi dalam jagat raya ini. Tanpa keberadaan mereka, materi-materi akan berada dalam keadaan terpencil, tanpa mekanisme untuk saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Dengan kata lain, tidak ada suatu peristiwa yang dapat terjadi tanpa campur tangan mereka. Memahami mereka selengkapnya berarti memahami asas-asas yang mendasari semua yang terjadi di semesta ini. Untuk itu, fisikawan modern mengembangkan model standar. Model standar telah menggabungkan tiga dari empat gaya yang ada menjadi sebuah Grand Unification Theory. Namun sayangnya, mereka sama sekali melupakan gravitasi.

Para fisikawan membayangkan gravitasi yang menambatkan tubuh kita ke bumi sebagai pesan yang dibawa graviton, antara materi-materi dalam tubuh kita dengan materi bumi. Mereka tidak begitu kesulitan menyatukan gaya kuat dan gaya lemah, gaya lemah dan elektromagnetisme, ataupun gaya kuat dan elektromagnetisme, namun mereka sama sekali tidak bisa mengikutsertakan gravitasi. Ada apa ini?

Percobaan-percobaan

Newton, dalam percobaan tentang gravitasi, menggantungkan beberapa bola pendulum dengan tali sepanjang 11 kaki. Beliau mengamati seolah-olah pendulum-pendulum itu saling berinteraksi, dengan cara memelintirkan tali-talinya. Ketika itu orang-orang sepakat bahwa di dalam setiap jengkal jarak terdapat semacam partikel yang sangat halus dan sempurna. Aristoteles menyebutnya eter, yang kemudian digunakan Descartes dalam vorteks. Namun Newton meyakinkan diri bahwa aksi pada jarak sama sekali tidak memerlukan eter. Beliau lebih memerlukan aksi pada jarak yang murni. Aksi pada jarak dalam gravitasi kemudian direduksi oleh Einstein sebagai semata akibat kelengkungan ruang-waktu. Sekarang gravitasi telah dikembangkan sedemikian rupa dalam Relativitas Umum sebagai bagian yang sama sekali berbeda dari interaksi-interaksi yang lain.

Newton meyakini bahwa gravitasi berlaku umum di jagat raya ini, di langit, di bumi, dan di mana saja asalkan masih termasuk alam. Ia menyatakan bahwa apel yang jatuh dari pohonnya di taman—yang ia saksikan dari jendela kamarnya ketika ia mendapatkan inspirasi gravitasi, bulan yang mengorbit bumi, komet yang melintasi beberapa tata surya, dan sebagainya, disebabkan oleh gravitasi. Sebelum itu hanya hukum-hukum Kepler yang dianggap mampu menjelaskan fenomena tersebut. Dan gravitasi sangat cocok dengan hukum-hukum tersebut.

Bayangkan gravitasi dalam kehidupan sehari-hari. Seandainya Anda ditanya, seberapa kuat gravitasi tersebut? Anda mungkin akan menjawab: luar biasa kuat. Jawaban ini tentunya keliru, karena sejauh ini gravitasi adalah gaya yang paling lemah diantara keempat gaya yang diyakini keberadaannya oleh para fisikawan. Gravitasi yang tampak begitu mencolok dalam kehidupan sehari-hari adalah gabungan gravitasi dari semua partikel yang ada di tubuh raksasa bumi. Diperlukan instrumen yang sangat peka untuk mendeteksi adanya gaya tarik-menarik yang sangat lemah antara benda-benda kecil yang kita jumpai sehari-hari.

Newton menemukan hukum-hukum yang menjelaskan bagaimana kerja gravitasi dalam situasi dan kondisi yang kurang-lebih normal. Benda-benda di jagat raya ini tidak benar-benar diam. Benda-benda tersebut tidak duduk tenang sampai ada gaya yang datang untuk mendorong atau menariknya, serta kemudian menggelinding dan duduk tenang lagi. Sesungguhnya sebuah benda yang tak diusik akan melanjutkan gerakannya dalam sebuah garis lurus tanpa mengubah laju geraknya. Paling baik jika kita membayangkan bahwa semua benda dalam jagat raya ini bergerak. Kita dapat mengukur lajunya dan arah geraknya dengan membandingkan ia dengan objek-objek lain, tetapi tidak dapat membandingkannya ke suatu keadaan diam mutlak. Ini adalah prinsip relativitas.

Misalnya, seandainya bulan satu-satunya benda di angkasa, ia tidak akan diam saja, melainkan bergerak dalam satu garis lurus tanpa mengubah lajunya. Tentu saja jika bulan satu-satunya benda di angkasa, tidak ada cara bagi kita (atau pengamat pada umumnya) untuk mengatakan bahwa bulan bergerak lurus, karena tidak ada benda lain untuk dibandingkan dengan gerakan bulan. Namun, bulan ternyata tidak sendirian. Sebuah gaya yang dikenal sebagai gravitasi bekerja terhadap bulan untuk mengubah laju dan arah geraknya. Gaya gravitasi tersebut datang dari bumi. Bulan berusaha menolak perubahan tersebut, agar ia tetap bergerak menurut garis lurus. Namun, kekuatannya lebih kecil dari bumi, sehingga ia terpaksa bergerak mengelilingi bumi. Sementara itu, gravitasi bulan juga mempengaruhi bumi. Hasil yang paling jelas adalah fenomena pasang-surut pantai.

Newton menyatakan bahwa banyaknya massa yang dimiliki sebuah benda mempengaruhi kuat-lemahnya tarikan gravitasi antara benda itu dan benda lain. Bila faktor-faktor yang lain tetap sama, makin besar massa itu, akan makin besar tarikannya. Seandainya massa bumi dua kali massa sekarang ini, tarikan gravitasinya terhadap bulan pasti juga akan dua kali sekarang ini. Setiap perubahan massa, baik dari bumi maupun dari bulan, akan mengubah kekuatan gravitasi diantara mereka. Newton juga menemukan bahwa semakin jauh benda-benda itu terpisah, maka akan semakin lemah tarikan gravitasi diantara mereka. Jika bulan berada pada jarak dua kali jaraknya yang sekarang dari bumi, tarikan gravitasi antara bumi dan bulan hanya akan sebesar seperempat dari tarikan sekarang ini.

Gravitasi Newton adalah sebuah teori yang baik. Selama 200 tahun setelah masa beliau, teori tersebut tidak perlu diubah. Sekarang kita masih menggunakannya, meskipun sekarang kita tahu bahwa teori itu tidak berlaku dalam beberapa situasi, umpamanya seperti bila gaya gravitasi tersebut menjadi sangat kuat, misalnya di dekat lubang hitam, atau bila benda-benda bergerak dengan laju mendekati kecepatan cahaya.

Pada awal abad 20, Einstein melihat adanya masalah dengan teori Newton. Seperti yang telah diketahui bahwa kuat gravitasi antara dua benda tergantung dari jarak yang memisahkan mereka. Jika ini benar, maka seandainya seseorang mengambil matahari dan menggerakkannya lebih jauh dari bumi, gaya gravitasi antara bumi dan matahari akan berubah dalam sekejap. Mungkinkah itu? Dalam Relativitas Einstein dikatakan bahwa laju rambat cahaya akan selalu tetap besarnya, dimanapun Anda berada di jagat raya ini atau bagaimanapun gerak Anda. Berdasar perhitungannya, Einstein menyimpulkan bahwa tidak ada benda yang mampu bergerak melebihi kecepatan cahaya, kecuali partikel-patikel yang menyusun cahaya itu sendiri. Cahaya matahari memerlukan sekitar 8 menit untuk bisa mencapai bumi. Maksudnya, kita selalu melihat matahari dalam keadaannya pada 8 menit yang lalu. Jadi, jika matahari digerakkan menjauh, kita yang ada di bumi tidak akan tahu apa yang sedang terjadi dan tidak akan merasakan pengaruh apapun dalam waktu 8 menit tadi. Selama 8 menit, kita akan terus beredar mengitari matahari, seolah-olah matahari tidak bergeser. Dengan kata lain, pengaruh gravitasi suatu benda terhadap benda lain tidak dapat berubah dalam waktu sekejap, karena menurut Einstein gravitasi tidak dapat bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya. Informasi tentang seberapa jauh matahari digeser tidak dapat bergerak dalam sekejap melintasi ruang. Informasi itu tidak bisa bergerak dengan kecepatan melebihi 300.000 kilometer setiap detik.

Implikasi relativistik jelas bahwa bila kita berbicara mengenai benda-benda yang bergerak dalam jagat raya ini, tidaklah realistis untuk berbicara hanya dalam tiga dimensi ruang. Jika tidak ada informasi yang dapat merambat lebih cepat dari laju rambat cahaya, benda-benda yang berjarak sangat jauh tidak ada bagi kita ataupun kita bagi mereka, tanpa suatu faktor waktu. Menjelaskan alam raya dalam tiga dimensi sama tidak memadainya seperti menggambarkan kubus dalam dua dimensi. Akan jauh lebih berarti jika kita memasukkan dimensi waktu, dan mengakui bahwa sebenarnya ada empat dimensi di semesta ini.

Einstein menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencoba mencari suatu teori gravitasi yang sesuai dengan teori yang telah ditemukannya mengenai cahaya dan gerakan pada kecepatan mendekati laju rambat cahaya. Pada tahun 1915, ia memperkenalkan Relativitas Umum. Beliau meminta kita untuk membayangkan gravitasi bukan sebagai gaya yang bekerja diantara benda-benda dalam bentuk aksi pada jarak, melainkan dalam bentuk kelengkungan ruang-waktu empat dimensi itu sendiri. Dalam pikirannya, gravitasi adalah geometri jagat raya.

Menurut Einstein, kelengkungan tersebut disebabkan oleh hadirnya massa atau energi. Semua benda bermassa menyumbang terhadap kelengkungan ruang-waktu. Benda-benda yang berjalan maju lurus dalam jagat raya akan dipaksa untuk mengikuti lintasan yang melengkung. Bayangkanlah selembar karpet dengan sebuah bola boling pada permukaannya, yang menyebabkan lekukan di situ. Cobalah menggelindingkan sebuah bola golf menurut garis lurus melewati bola boling tersebut. Bola golf tentu akan sedikit mengubah arahnya apabila menjumpai lekukan yang disebabkan bola boling. Atau mungkin akan lebih dari itu: bola golf tersebut akan melintas dalam bentuk elips dan menggelinding kembali ke arah Anda. Hal seperti itu terjadi bila bulan mencoba meneruskan gerakannya yang lurus ketika melewati bumi. Bumi melengkungkan ruang-waktu seperti bola boling melengkungkan lembaran karpet. Inilah efek lensa gravitasi.

Anda akan mendapatkan bahwa Einstein menjelaskan gejala yang sama seperti yang dijelaskan Newton. Bagi Einstein sebuah benda bermassa melengkungkan ruang-waktu, sedangkan bagi Newton benda bermassa mengeluarkan gaya. Akibatnya, dalam tiap kasus terjadi perubahan arah gerak dari sebuah benda kedua. Menurut Teori Relativitas Umum, medan gravitasi dan kelengkungan adalah satu hal yang sama. Jika Anda menghitung lintasan-lintasan planet dalam tata surya dengan menggunakan teori Newton dan kemudian menghitungnya kembali dengan menggunakan teori Einstein, Anda akan mendapatkan lintasan yang hampir tepat sama, kecuali dalam kasus orbit Merkurius. Karena Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan matahari, maka ia mendapatkan pengaruh yang lebih besar daripada planet-planet yang lain. Oleh karena itu, teori Einstein meramalkan suatu hasil yang sedikit berbeda dari hasil yang diramalkan teori Newton. Pengamatan menunjukkan bahwa lintasan Merkurius lebih cocok dengan ramalan Einstein.

Teori Einstein meramalkan bahwa benda-benda lain di samping bulan-bulan dan planet-planet dipengaruhi oleh melengkungnya ruang-waktu, bahkan foton juga harus melewati lintasan yang melengkung. Jika suatu foton berjalan dari suatu bintang yang jauh dan lintasannya dekat dengan matahari, kelengkungan ruang-waktu di dekat matahari menyebabkan lintasannya akan sedikit dibelokkan masuk ke arah matahari, tepat seperti lintasan bola golf melengkung ke dalam ke arah bola boling. Barangkali lintasan cahaya tersebut membengkok sedemikian rupa sehingga cahaya itu akhirnya menabrak bumi. Matahari terlalu terang sehingga kita tidak dapat melihat cahaya bintang itu, kecuali ketika pada saat terjadi gerhana matahari. Jika kita melihat foton-foton dari bintang itu dan tidak menyadari bahwa matahari membengkokkan lintasannya, kita akan mendapatkan gambaran yang salah mengenai posisi bintang yang sebenarnya. Para astronom memanfaatkan efek ini untuk mengukur massa benda-benda di luar angkasa dengan mengukur berapa pembengkokan lintasan cahaya yang berasal dari bintang-bintang yang jauh. Makin besar massanya, makin besar pula pembengkokannya.*

Gravitasi “Lembaran Karpet” dikembangkan lebih lanjut oleh para kosmolog, terutama Stephen Hawking, dan menghasilkan gagasan tentang Black Hole dan Big Bang. Namun sayang, gagasan ini kurang cocok apabila eksistensi nukleoaktivitas diperhitungkan. Bagaimana menyikapi hal ini?

Sekarang kita tahu bahwa Bimasakti hanyalah satu dari beberapa ratus miliar galaksi yang dapat dilihat dengan menggunakan teropong modern. Sedangkan setiap galaksi sendiri memiliki beberapa ratus miliar bintang. Bimasakti mempunyai garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya. Galaksi ini berputar lambat-lambat, bintang-bintang dalam lengan-lengan spiralnya beredar mengitari pusat galaksi sekali dalam beberapa ratus juta tahun. Jika gravitasi dibatasi pada kecepatan cahaya, tentulah ia akan sangat kesulitan menyatukan benda-benda yang ada dalam ruang-waktu yang demikian besar, Bimasakti misalnya. Sedangkan kita memiliki miliaran galaksi lain yang harus disatukan semuanya dalam satu sistem.

Mungkinkah gravitasi bukan termasuk jenis interaksi kuantum? Gravitasi haruslah bisa bergerak lebih cepat dari cahaya, dan mengikat semua benda dalam mahadomain jagat raya. Gravitasi adalah interaksi gaib ‘aksi pada jarak’ yang tidak mematuhi baik relativitas maupun kuantum.

Gelombang

Pada masa-masa permulaan jagat raya, ruang-waktu hanya diisi gelombang-gelombang tak hingga. Polarisasi, superposisi, dan interferensi yang terjadi pada suatu titik, menyebabkan terjadi konsentrasi gelombang yang lebih tinggi dari sekitarnya. Spot gelombang itu setiap saat menyerap gelombang-gelombang lain yang ada di sekitarnya terus-menerus, sehingga terbentuklah nukleoaktivitas. Karena nukleoaktivitas memiliki kecenderungan menarik material gelombang di sekitarnya, maka ia pun akan menyapu luas daerah dengan radius yang sesuai dengan kekuatan inti. Apabila suatu nukleoaktivitas memasuki wilayah nukleoaktivitas lain, maka akan terjadi persaingan, sehingga akan terjadi semacam aksi pada jarak. Aksi pada jarak mungkin bisa disebut gaya osmotik, dan gaya inilah yang kemudian dipopulerkan Newton dengan nama gravitasi. Inilah gaya primordial yang mula-mula terbentuk.

Listrik dan magnet telah dilebur oleh Maxwell menjadi elektromagnetisme. Dan bahkan, perkembangan fisika paling mutakhir telah berhasil menyatukan elektromagnetisme ini dengan gaya lemah dan gaya kuat. Elektromagnetisme, gaya lemah, dan gaya kuat adalah interaksi kuantum yang sama dalam bentuk-bentuk yang berbeda. Gravitasi satu-satunya interaksi yang tidak bisa disatukan. Kalaupun nanti kita bisa menyatukannya, tentu bukan dalam wadah Teori Kuantum atau Teori Relativitas, karena gravitasi benar-benar berbeda dengan mereka.

Jadi, sekarang fisikawan harus mulai terbiasa dengan gravitasi yang bukan sebagai kelengkungan ruang-waktu, bukan sebagai gaya yang dibawa agen kuantum bernama graviton, dan bukan pula sebagai gaya tanpa agen perantara. Gravitasi adalah interaksi gaib yang dibawa gelombang-gelombang yang mampu bergerak tak hingga (tidak memerlukan waktu) yang melekatkan setiap bagian jagat dari satu ujung sampai ujung yang lain. Dan terakhir, perlu saya kemukakan, ini hanyalah usul yang mungkin perlu dipertimbangkan para fisikawan.

foto:dirgantara-lapan.or.id

*Dikutip dari Stephen Hawking: Pencarian Teori Segala Hal (Kitty Ferguson)

UCHIHA

Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments

DUEL MAUT

Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments
Anime Myspace Comments

SIMBOLIC

Religious Myspace Comments

ALBUM GUE


KURS MATA UANG


GOYANG NGEBOR

zwani.com myspace graphic comments